maxresdefaultPerangkat smart home bisa ditemukan di seluruh penjuru pameran CES 2015. Mulai mesin cuci pintar yang bisa mengirim SMS dan memiliki tablet di-bodinya, hingga bola lampu yang terhubung ke Wi-fi.

Samsung Flex Duo Dual Door Oven On memungkinkan konsumen untuk memasak dua menu sekaligus (dengan temperatur yang berbeda). Keduanya mudah dibuka tutup, sehingga sangat aplikatif.

Fungsi ganda itu juga dimiliki mesin cuci LG Twin Wash. Seperti namanya, Twin Wash memiliki miniatur mesin cuci dibagian bawah sehingga dapat mencuci dua jenis pakaian yang berbeda untuk menghemat waktu.

Andalan LG lainnya adalah kulkas dengan enam pintu. Dua pintu diantaranya tersembunyi dibalik pintu utama. Fitur ini diperkirakan menjadi tren di kulkas tahun ini. Tapi, kulkas ChillHub buatan GE paling unik. Ditujukan bagi para makers/developer, kulkas tersebut memiliki slot USB dan komputer mini Raspberry Pi yang memungkinkan developer meng-hack fungsi-fungsi yang ada didalamnya.

Kehadiran internet of things di segmen smart home juga semakin terlihat dengan banyaknya perangkat rumahan yang telah terkoneksi Wi-fi. Mulai dari microwave, mesin pembuat kopi, hingga bola lampu.

Yang paling menarik adalah HomeKit, platform smart-home yang kabarnya akan digunakan oleh Apple. Apple memang tidak memiliki booth di CES, tapi banyak perusahaan yang memamerkan berbagai perangkat yang nantinya akan terhubung ke ekosistem smart home milik Apple. Misalnya saja navigasi suara Siri untuk mengaktifkan microwave atau fungsi lainnya. Masuknya Apple ke pasar smart home ini tentu akan semakin menggairahkan segmen tersebut.

Meski demikian, chairwoman Federal Trade Commission Edith Ramirez mengingatkan bahwa semakin banyaknya perangkat yang terhubung ke internet juga berisiko terhadap keamanan.

LG-Twin-Wash”Apapun perangkat yang terhubung ke internet memiliki risiko untuk dibajak,” katanya. ”Orang-orang yang tidak bertanggung jawab bisa masuk ke dalam perangkat fisik yang kita miliki seperti mobil, rumah, hingga kesehatan,” ia menambahkan.

Sementara itu, LG, Sharp, Panasonic, Samsung dan Sony selain memamerkan teknologi terbaru TV dengan resolusi tinggi (4K TV), juga berupaya membawanya semakin dekat ke konsumen umum. Salah satunya dengan menggandeng perusahaan penyedia konten 4K seperti Netflix dan Walt Disney Studios.

Khusus untuk teknologi TV, desain tetap menjadi sorotan utama. LG, yang berfokus pada teknologi TV organic light-emitting diode (OLED) membuat produk TV supertipis dan sangat hemat konsumsi energi. Model TV mereka yang berukuran 77 inci bahkan bisa diubah orientasinya dari flat (datar) menjadi curved (cekung).

Panasonic sendiri fokus untuk membuat TV yang dapat berjalan dengan sistem operasi Firefox OS, sehingga memudahkan berinternet. Smart TV tersebut terlihat cantik dan mudah dioperasikan.

Sharp mengklaim bahwa mereka memiliki TV Ultra High Definition (UHD) 4K dengan resolusi tertinggi lewat teknologi yang disebut ”pixel-splitting” untuk membuat gambar terlihat sangat tajam. Namanya Aquos Beyond 4K Ultra HD TV dan hanya tersedia di ukuran 80 inci.

TV Sony Bravia 4K terbaru tidak hanya memiliki desain yang sangat tipis, tapi juga dapat melakukan upscale—perbaikan digital—gambar di HDTV biasa sehingga dapat tampil sebagus konten 4K. Sony juga memiliki smart TV yang menggunakan sistem operasi Android milik Google untuk memudahkan proses streaming.

Samsung, yang memiliki lebih dari 60 persen pasar TV UHD, memiliki smart TV yang memudahkan pengguna smartphone berbagi konten (streaming) ke TV. Mereka mengklaim TV tersebut dapat melakukan streaming konten 4K dari Amazon, Netflix, dan sumber lainnya.

Sayangnya, kendati teknologi TV terus dikembangkan, tapi Consumer Electronics Association memprediksi bahwa pasar TV dalam beberapa tahun kedepan cenderung stagnan, bahkan menurun. Prediksi lainnya, seiring harga TV UHD semakin terjangkau serta ketersediaan konten 4K semakin banyak, maka TV UHD akan menjadi pilihan dalam beberapa tahun kedepan.

Iklan