nixie1Mereka dikenal sebagai makers (pencipta). Mereka bisa siapa saja. Tapi, mereka jugalah yang disebut pemicu revolusi di industri teknologi. Karena para makers ini punya ide, inovasi, serta kemampuan mencipta yang acap tidak dimiliki oleh perusahaan teknologi raksasa sekalipun.

Salah satu contoh makers ini adalah Christoph Kohstall, Jelena Jovanovic, serta Michael Niedermayr yang menciptakan perangkat bernama Nixie. Sepintas, Nixie berbentuk gelang biasa. Tapi, begitu dilepas, gelang tersebut bisa terbang ke udara melalui empat buah baling-balingnya dan ini: mengambil foto pemiliknya dari udara!

Ide menciptakan Nixie bukan mengandalkan gimmick ”sebuah gelang yang bisa terbang dan memotret”. Tapi, yang lebih penting menurut Jelena Jovanovic adalah menemukan solusi untuk mengabadikan sebuah peristiwa ketika sedang dialami atau sedang terjadi.

Gara-gara ide dan inovasinya itu, Jelena bersama timnya memenangkan penghargaan tertinggi kompetisi Make it Wearable challenge besutan Intel Corporation. Hadiahnya adalah uang senilai USD500.000 yang akan digunakan untuk mewujudkan Nixie dari produk purwarupa menjadi produk yang bisa dibeli oleh konsumen.

Untuk menciptakan Nixie, Jelena menggunakan teknologi system on chip (SoC) baru milik Intel bernama Edison. Ukuran Edison tidak lebih besar dari sebuah kartu memori SD (SD Card), sehingga memungkinkan para makers untuk menciptakan perangkat apapun dengan kemampuan tak ubahnya sebuah smartphone. Misalnya memproses data, memiliki memori, penyimpanan, konektivitas wi-fi dan Bluetooth, serta terhubung dengan berbagai sensor.

Sederhananya, chip Intel Edison ini akan membuat benda-benda yang kita jumpai sehari-hari seperti jam tangan, baju, kacamata, dan berbagai perangkat lainnya memiliki otak layaknya sebuah smartphone.

Itulah alasan mengapa revolusi di bidang teknologi bukan berada di tangan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, melainkan justru ada di pundak para makers.

Para makers inilah yang diharapkan dapat melahirkan ide, gagasan, ciptaan, serta solusi yang akan mengubah dunia. Merekalah yang akan menciptakan segmen baru diluar PC, smartphone, maupun tablet, yang bahkan saat ini hanya sebatas angan-angan.

Kompetisi Make it Wearable challenge merupakan salah satu cara yang dilakukan Intel untuk mempercepat proses tersebut. Ketika nanti inovasi-inovasi itu mulai muncul secara sporadis, Intel ingin memastikan bahwa chip mereka akan ada di setiap perangkat pintar tersebut.

Dorong Pertumbuhan Makers Indonesia

208191179Keberadaan chip seperti Intel Edison maupun komputer mini Intel Galileo akan sangat memudahkan para makers dalam melakukan prototyping (simulasi produk yang akan dikembangkan). Karena mereka tidak perlu memulai dari nol. ”Chip tersebut sudah dilengkap board yang lengkap, hanya perlu ditambahkan saja fungsi-fungsinya,” ujar Country Manager Intel Indonesia Harry K. Nugraha.

Menurut Harry, pihak Intel Indonesia sudah mulai seeding (mengirimkan) chip seperti Intel Galileo dan Edison ke beberapa universitas maupun pengembang aplikasi. Diharapkan mereka dapat mengutilisasi perangkat tersebut menjadi sebuah inovasi.

”Peluang yang dimiliki kreator atau makers lokal sama besarnya,” ujar Harry. ”Karena dalam industri wearable device ini start-nya sama. Belum ada finish goods yang menjadi standar industri. Karena itu, kesempatannya sangat besar,” katanya.

Harry sendiri menyebut bahwa Intel Indonesia Developer Community sangatlah aktif, bahkan kualitasnya tidak kalah dibandingkan developer lain dari seluruh dunia. Ini terbukti di ajang Intel RealSense App Challenge 2014, developer Indonesia seperti Aulia Faqih dan Sidiq Permana termasuk dalam posisi teratas.

Tahun ini Harry mengungkap bahwa Intel Indonesia akan semakin agresif di pasar lokal dan strategi go to market. Chip Intel sudah digunakan oleh sebagian besar tablet di seluruh Indonesia (posisi kedua menurut IDC Quarterly Tablet Tracker).

Mereka juga berfokus untuk bekerja sama dengan pabrikan lokal, seperti SpeedUp untuk tablet Android dan Advan untuk tablet Windows. Chip LTE untuk smartphone juga sudah disiapkan.

Imajinasi Teknologi Wearable

f025a80bb35a35b469b9c78bd2f51484Nixie, Drone untuk Mengabadikan Foto Selfie

– Nixie adalah pemenang utama ajang Intel Make It Wearable, kompetisi global untuk menciptakan perangkat wearable menggunakan chip Edison milik Intel. Nixie memenangkan grand prize senilai USD500 ribu (Rp50 miliar) pada November 2014 silam.

– Perangkat tersebut berbentuk seperti gelang yang juga berfungsi sebagai quadcopter karena bisa terbang melalui empat baling-balingnya, serta berfungsi memotret pemiliknya dari jarak jauh.

Edison– Nixie ditenagai oleh chip Intel Edison. Chip yang diumumkan pada CES 2014 tersebut dirancang khusus untuk mentenagai perangkat berukuran kecil, terutama wearable.

– Intel Edison dan ajang Intel Make It Wearable adalah visi Intel dalam mengakselerasi perkembangan teknologi wearable. Pada 2015, diperkirakan teknologi ini akan berkembang dengan cepat dan mulai menjadi bagian dalam kehidupan kita.

Iklan