Popularitas DJI Phantom membuat pesawat tanpa awak dengan baling-baling jamak (multirotor) populer sebagai media untuk membuat film atau mengambil foto. Tapi, yang dilakukan Pablo Lema dan teman-temannya mungkin agak gila. Yakni, menjadikan multirotor sebagai ajang balap!

“Saat ini peminatnya masih terbatas,” ungkapnya saat diwawancarai oleh tim Tested. Tested adalah channel YouTube bentukan Adam Savage dan Jamie Hyneman yang tentu saja kita kenal lewat serial paling cool MythBusters. Namun, Pablo melanjutkan, ia berniat untuk menjadikan ajang balap multirotor ini sebagai sesuatu yang resmi. Maksudnya, ajang balap dengan lokasi yang legit, penyelengara beneran, penonton, dan tentu saja sponsor.

Seperti yang terlihat di video, Pablo membuat sendiri multirotor yang dibuat untuk balap. “Tidak sulit kok. Begitu Anda tahu caranya, cukup butuh waktu setengah hari,” ungkapnya.

Ia menggunakan kamera di bagian depan multirotor-nya sebagai media First Person View (FPV) yang menyalurkan video melalui transmitter di frekuensi 5,8 GHz ke FPV Goggles yang belakangan ini semakin populer. FPV Goggles inilah yang membuat ajang balap multirotor menjadi seru. “Anda seperti benar-benar berada disana,” katanya.

Lebih lanjut tentang balap drone ini silahkan tonton langsung video YouTubenya diatas. Yang jelas balap multirotor ini hanyalah salah satu bentuk adopsi fungsi dari drone. Ya, drone datang dan tidak akan menjadi tren yang lantas memudar. Drone akan tetap dan terus ada sampai puluhan tahun kedepan dengan fungsi yang semakin bervariasi. Mungkin saja drone yang mengejar-ngejar Tom Cruise di film Oblivion akan muncul lebih dekat dari yang kita bayangkan.

Iklan