SAMSUNG
Yoris Sebastian saat berdiskusi dengan salah satu pengusaha perintis berusia muda asal Surabaya terkait bagaimana cara menjalankan bisnis.

Melalui kampanye #CaptureYourBigness, PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) berupaya memberi inspirasi sekaligus edukasi bagi para pelaku bisnis pemula (startup).

Sesuatu yang besar dimulai dengan hal kecil. Itulah yang dipelajari Sella Chalia Maharani saat merintis bisnis rumah produksi desain Chaliart. Berawal sebagai konsultan desain dan branding, arah bisnis Chaliart kini meluas hingga proses produksi baik offset hingga digital printing.

Setelah mengikuti coaching clinic #CaptureYourBigness yang dimentori oleh creativepreneur Yoris Sebastian, Sella semakin yakin bahwa dirinya sudah berada di arah yang tepat. ”Sebagai pengusaha perintis saya belajar bahwa dalam berproses (menjalankan bisnis) ada tahapan yang harus dilalui. Jadi tidak berpikir terlalu jauh jauh,” katanya.

Proses yang mengena diingatan Sella adalah konsep 5W1H milik Yoris, yang antara lain berbunyi seperti ini: “Who am I?”, “What am I Offering?”, “Why does It Matter?”, “Who is the Market?”, “When is the Right Time?”, dan “How to Attract?”. ”Konsep tersebut lantas saya utilisasi di Chaliart, sehingga saya tahu A sampai Z dalam menjalankan bisnis itu seperti apa, harus bagaimana dan ngapain aja,” paparnya bersemangat.

Yoris menilai kaum muda harus lebih berani dalam mewujudkan ide maupun kreativitas yang mereka miliki ke wujud nyata. Sebuah bisnis. ”Karena bisnis itu tidak mengenal usia dan waktu. Bisa dimulai di usia berapa pun dan kapan pun. Banyak sekali pengusaha yang sudah mencapai sukses di usia muda,” katanya.

Dan hal itu memang terlihat dari antusiasme coaching clinic #CaptureYourBigness yang digelar selama Oktober hingga Desember 2014 di empat kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan itu. Para entrepreneur/startup yang mengikuti acara tersebut rata-rata masih berusia muda, namun sudah memiliki usaha sendiri baik yang bergerak di bidang jasa, ritel, clothing, maupun restoran.

Yoris menilai, kehadiran smartphone saat ini sangat memudahkan para startup dalam melakukan proses bisnis. Entah itu sekadar membalas email, mencari ide di internet, mengedit power point, menulis ide bisnis, bahkan mempromosikan produk mereka di sosial media yang dinilainya krusial.

”Apapun yang kita posting di Twitter, Instagram, ataupun Path itu menjadi bagian dari personal branding. Kita bisa melakukan soft selling dengan menceritakan momen yang berkaitan dengan produk atau jasa yang kita miliki,” ungkap Yoris, yang juga menulis buku Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies itu. ”Menurut saya menjual ’cerita’ seperti itu sangatlah efektif,” tambahnya sembari menyebut ada anak muda yang meraih omzet hingga Rp100 juta perbulan hanya dengan berjualan di Instagram.

Tips lain yang ditekankan Yoris kepada anak muda yang berniat menjadi pengusaha adalah ”start something small”. ”Mulailah dengan membuat bisnis yang ruginya kecil. Kemudian dijalani secara bertahap hingga tumbuh menjadi besar,” katanya. ”Tentu sukses setiap orang bisa berbeda. Tapi, ’the bigness’ yang ada di dalam diri mereka tidak akan tereksplor jika tidak dikeluarkan,” ia menambahkan.

Sella Chalia, Yoris Sebastian dan Vebbyna Kaunang, dalam Media Gathering Samsung GALAXY Grand Prime.
Sella Chalia, Yoris Sebastian dan Vebbyna Kaunang, dalam Media Gathering Samsung GALAXY Grand Prime.

Tujuan utama kampanye #CaptureYourBigness, menurut Marketing Director IM PT SEIN Vebbyna Kaunang, memang untuk menangkap ide, antusiasme, inspirasi, serta kemampuan terpendam para belaku bisnis perintis dalam mengembangkan bisnis, atau setidaknya sudah memiliki ide dan ingin memulai berbisnis.

Hal itu, menurut Vebbyna, erat kaitannya dengan rangkaian produk terbaru Samsung Galaxy Big Screen seperti Galaxy Grand Prime yang memang memiliki layar lebar dengan harga banderol relatif terjangkau. Menurutnya Galaxy Grand Prime yang harganya Rp2,7 jutaan itu menjadi produk tepat untuk mendukung kebutuhan para pelaku bisnis pemula.

”Layar 5.0 inci qHD TFT (960×540) memudahkan berselancar dan berjejaring sosial. Kamera belakang 8 MP piawai mengabadikan momen atau selfie dengan kamera depan 5 MP dengan lensa lebar 85 derajat,” katanya. ”Sedangkan tebalnya hanya 8,6 mm, nyaman sekali digenggam,” ia menambahkan.

Galaxy Grand Prime juga telah dilengkapi Chipset MSM8216 (Quad A53 1.2GHz), memori 1 GB, memori interal 8 GB, sistem operasi Android 4.4 KitKat, dan baterai 2.600 mAh.

Iklan