Facebook Makes Mobile Announcement At Its HeadquartersPendiri Facebook Mark Zuckerberg menilai, konektivitas adalah hak asasi setiap manusia. Itulah sebabnya sejak tahun lalu ia memulai program Internet.org yang bertujuan menghubungkan dua pertiga penduduk dunia ke internet.

Mengapa terhubung ke internet itu penting? Dari sisi pengguna, terhubung ke internet memberikan akses ke informasi. Informasi itu bisa dimanfaatkan ke hal positif seperti perekonomian, yang ujung-ujungnya dapat meningkatkan taraf kehidupan. Hal itu juga telah diungkap oleh studi McKinsey yang menyebut bahwa internet mengakomodir 21 persen pertumbuhan GDP di negara berkembang dalam 5 tahun terakhir.

Semakin banyak pengguna yang terhubung ke internet tentu saja juga akan memperbesar kue pasar industri mobile itu sendiri. Jika hal itu terjadi, maka semua pelaku industri mobile akan diuntungkan.

Operator telekomunikasi bisa menjual paket data, vendor ponsel bisa memasarkan smartphone murah, aplikasi buatan para developer terpakai, produsen chip bisa menjual produk mereka lebih banyak, dan tentu saja pelaku layanan Internet Over The Top (OTT) seperti Facebook juga sangat diuntungkan lewat bertambahnya jumlah pengguna.

Sayangnya, hanya sepertiga dari populasi dunia yang memiliki akses internet. Sementara pertumbuhan adopsi internet dunia hanya 9 persen per tahun. Internet.org adalah program yang ditujukan untuk mempercepat adopsi itu.

”Internet.org menggabungkan kerjasama dari perusahaan-perusahaan global untuk mengatasi tantangan memberikan akses internet ke mereka yang tidak mampu dan tidak bisa mendapatkannya,” ungkap Zuck, sapaan akrab Mark Zuckerberg.

Langkah seperti ini memang bukan hal baru. Perusahaan seperti Google dan Twitter sudah berupaya menggratiskan layanan lewat kerja sama dengan operator telekomunikasi di berbagai negara di dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, Zuck menyebut bahwa program Internet.org yang digagas di Filipina, Paraguay, dan Tanzania telah menghubungkan 3 juta orang ke internet. Jadi, ia mengklaim bahwa program Internet.org ini sangat sukses.

”Saya percaya bahwa setiap orang harus bisa mendapatkan akses ke layanan internet paling mendasar. Yakni layanan untuk kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi,” katanya.

Pada April 2014 silam, Facebook merilis aplikasi Internet.org di Zimbia, Afrika, bekerja sama dengan operator telekomunikasi lokal Airtel. Dengan aplikasi tersebut pengguna bisa mendapat akses internet gratis, tapi terbatas pada beberapa aplikasi tertentu. Misalnya Wikipedia, Facebook, serta informasi kesehatan dan pendidikan.

Solusi yang diberikan Internet.org bisa berbeda di setiap negara. Di Indonesia, misalnya, Internet.org berfokus untuk mengatasi problematik kecepatan internet yang lambat.

Menurut survei lembaga tersebut, 75% pengguna data seluler di Indonesia masih menggunakan jaringan 2G GSM/EDGE yang kecepatannya jauh tertinggal dibandingkan jaringan 3G.

Ketika bertandang ke Hotel Four Seasons, Jakarta pada Senin (13/10) silam, Zuck mengatakan bahwa penyedia aplikasi di Indonesia harus mampu menekan penggunaan data seluler. Sehingga aplikasi tetap bekerja dengan baik dengan bandwith terbatas. Zuck mencontohkan aplikasi Facebook di Android memiliki ukuran file yang relatif kecil.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengakui bahwa penggunaan data internet di Indonesia masih tidak efisien. Bersama Facebook dan Ericsson, XL Axiata yang menjadi operator terbesar kedua di Indonesia itu telah menciptakan metodologi baru untuk mengukur dan meningkatkan performa jaringan secara menyeluruh (end-to-end) dengan menggunakan simulasi pada aplikasi Facebook.

Hasilnya, perluasan jaringan yang diimplementasikan dapat meningkatkan app coverage sampai dengan 70 persen. ”Apa yang terlihat dalam menggunakan aplikasi Facebook pada network-wide statistics menjadi cara inovatif dan efisien untuk mendeteksi dan memberikan kesempatan dalam mengoptimalkan jaringan telekomunikasi dan aplikasi,” tutur Hasnul.

Pada 2013, trafik data XL Axiata meningkat sebesar 142 persen, setengah dari 62.9 juta pelanggan mereka adalah pengguna data dan sebagian besar menggunakan Facebook.

Internet.org Buka Akses ke Internet

internet-org-app85% dari 5 miliar penduduk bumi tidak mampu membeli layanan data. Maka, Facebook lewat Internet.org mengkampanyekan beragam solusi agar internet dapat diakses lebih banyak orang, dengan jangkauan yang lebih luas.

Tujuan

Facebook ingin mempercepat proses terhubungnya masyarakat dunia ke internet yang hanya sekitar 9 persen per tahun. Selain memberikan akses ke informasi dan dapat membantu pertumbuhan ekonomi lokal, dampak jangka panjangnya adalah kue pasar yang semakin membesar, yang bisa dinikmati stake holder industri mobile. Mulai dari OTT seperti Facebook, operator, pengembang aplikasi, perusahaan e-commerce, pengiklan, dan masih banyak lagi.

Kerjasama

Internet.org sudah menggandeng rekanan seperti Samsung, Ericsson, MediaTek, Nokia, Opera and Qualcomm, serta berbagai operator telekomunikasi yang terus bertambah. Facebook mengklaim telah berinvestasi lebih dari USD1 miliar untuk kegiatan ini.

Aplikasi Internet.org

Awal tahun ini Facebook merilis aplikasi Internet.org untuk Android dan aplikasi berbasis web Aplikasi Internet.org itu memiliki akses data gratis ke berbagai layanan seperti Facebook, Facebook Messenger, Wikipedia, Google Search, serta informasi lokal seperti kesehatan, tenaga kerja, hingga cuaca.

Dimulai di Zambia

weatherZambia adalah negara pertama yang mendapat akses internet gratis via aplikasi Internet.org, menggandeng operator telekomunikasi Airtel. Airtel berharap pengguna yang mulai terbiasa dengan layanan data dan internet kemudian akan mulai membeli paket data. Proyek ini telah diteruskan ke berbagai negara di Asia. Indonesia salah satu diantaranya.

Drone dan Satelit

facebook-ascenta-dronesSelain menggandeng operator telekomunikasi, Facebook juga menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dan satelit untuk menyediakan infrastruktur internet ke 15% orang yang berada di wilayah terpencil dan tidak terjangkau menara BTS. Drone menggunakan tenaga surya, sekali terbang bisa berbulan-bulan bahkan setahun penuh, sambil memberikan koneksi Wi-fi secara cuma-cuma ke berbagai pelosok.

Mendapat Kritik

Inisiatif menghubungkan penduduk dunia ke internet memang positif. Tapi, upaya Facebook tersebut juga dikritik sebagai cara untuk menggamit pengguna baru yang disamarkan melalui altruisme. Sebelumnya, Bill Gates sempat mengkritik upaya serupa yang dilakukan Google.org lewat Project Loon. Gates, walau percaya dengan “revolusi digital”, mengatakan bahwa koneksi internet tidak akan bisa menyembuhkan malaria atau diare, problematik nyata yang dihadapi oleh penduduk negara misikin.