Telkomsel_Big DataTelkomsel menjadi operator pertama yang mengenalkan solusi Big Data di Indonesia. Layanan tersebut menargetkan perusahaan besar di bidang seperti farmasi hingga ritel.

Mendeskripsikan layanan Big Data Telkomsel sebenarnya sederhana. Mereka memiliki 139 juta pelanggan aktif di seluruh Indonesia dengan tingkah laku yang beragam. Bayangkan jika “perilaku sehari-hari” pelanggan mereka itu dapat diolah dan diukir sedemikian rupa secara kolektif hingga menjadi deretan informasi dan analisa data yang sangat berharga bagi konsumen. Itulah yang disebut solusi Big Data.

Vice President Digital Advertising Telkomsel Haryati Lawidjaja mencontohkan seandainya ada perusahaan yang ingin mengetahui profil pengunjung mal Senayan City. Dari profiling yang dilakukan Telkomsel terhadap pelanggannya yang datang ke mal tersebut, dapat diketahui bahwa ada sekian ribu pengunjung per hari di Senayan City dengan mayoritas Sosial Ekonomi Status (SES) A dan B.

Tentu saja informasi seperti itu akan berguna bagi pemasar untuk mengetahui perilaku konsumen yang berkaitan dengan produknya. Sehingga mereka dapat merancang strategi bisnis yang lebih terarah dan terfokus kepada kelompok konsumen yang tepat, di saat yang tepat, lokasi yang tepat dan dengan komunikasi yang tepat pula.

”Layanan Big Data Telkomsel dapat mengolah kumpulan data mentah dalam jumlah besar untuk menjadi suatu informasi yang spesifik sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Fey, sapaan akrab Haryati. ”Alhasil, mereka dapat mengambil keputusan strategis seperti membuat strategi iklan akurat, jangkauan terarah, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Contoh lain yang ia sebutkan adalah jika ada perusahaan yang ingin membuka cabang dan bingung menentukan lokasi yang paling cocok. Menggunakan solusi Big Data, informasi seperti itu bisa terjawab.

Penggunaan informasi Big Data juga sangat efektik untuk melakukan monitoring perubahan jumlah trafik pengunjung pusat; segmentasi konsumen berdasarkan profil tertentu; mengetahui perilaku digital konsumen, pola pergerakan konsumen antar lokasi, dan perilaku konsumen terhadap produk dan servis.

Fey mengatakan, walau menggunakan data dari pelanggan, namun Telkomsel menjamin bahwa privasi dan informasi pribadi pelanggan tetap dirahasiakan. ”Kami hanya menawarkan insight atau data yang telah diolah dari 139 pelanggan dalam bentuk summary,” katanya.

Layanan Big Data Telkomsel merupakan bagian dari layanan mobile advertising yang terus dikembangkan sesuai dengan fokus perusahaan menggenjot bisnis digital. ”Kita ingin menjadi pioner di bisnis ini,” ungkap Fey.

Perkembangan mobile advertising berhubungan erat dengan tingkat pertumbuhan penggunaan ponsel di Indonesia yang sudah mencapai angka 284 juta, waktu menggunakan ponsel yang lebih lama dibandingkan televisi dan PC, dan juga pertumbuhan pesat pengguna smartphone pada khususnya.

Iklan