2 copyLewat bantuan teknologi konferensi video, komunikasi jarak jauh dapat dilakukan jauh lebih mudah. Ketika fungsi ini dapat dimaksimalkan, maka dampak positif yang didapat pun signifikan.

Komunikasi tatap muka tidak tergantikan makna, nilai, serta efektifitasnya dalam mempererat hubungan. Karena melalui tatap muka, seseorang dapat mengekspresikan dirinya secara total baik melalui intonasi suara, ekspresi wajah, bahkan sentuhan/gerakan dalam menyampaikan pesan yang ingin dikomunikasikan.

Kemajuan teknologi membuat solusi video conferencing–komunikasi interaktif yang memungkinkan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda berinteraksi dua arah melalui audio dan video secara bersamaan—tidak lagi mahal dan sulit. Bahkan, begitu mudahnya karena dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat serta jaringan yang sudah ada.

Solusi itu dihadirkan PT Telkom Indonesia lewat UmeetMe, layanan terpadu yang saat ini sudah dimaksimalkan pula untuk fungsi-fungsi seperti program pembelajaran jarak jauh (long distance learning), komunikasi perusahaan lintas negara, memantau arus mudik saat lebaran, hingga memfasilitasi komunikasi antara tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan sanak saudaranya di desa.

aplikasi umeetme copyTapi, pemanfaatan layanan UmeetMe seolah membuka kemungkinan baru yang lebih luas dan masif ketika dua kali digunakan oleh Presiden Joko Widodo untuk berkomunikasi dengan petani dari Sabang hingga Merauke yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Melalui komunikasi video dua arah tersebut, para petani yang berada ribuan kilometer jauhnya menjadi sangat mudah dalam menyampaikan permasalahan yang dihadapi untuk di dengar langsung oleh Presiden.

Kegiatan teleconference untuk mendengar berbagai keluhan rakyat secara langsung tanpa bertatap muka fisik memang menjadi agenda besar Jokowi. Hal ini seiring sejalan dengan program pemerintah sendiri dalam memperluas akses infrastruktur telekomunikasi–khususnya berbasis internet–ke seluruh wilayah Indonesia.

Hemat Bandwith, Multi Perangkat

EGM Divisi Solution Convergence Telkom Achmad Sugiarto mengklaim bahwa layanan UmeetMe dapat menjangkau hingga pelosok desa karena konfigurasinya dirancang agar dapat digunakan dengan sangat mudah.

Besaran konsumsi data (bandwith) yang dibutuhkan UmeetMe, menurut Anto—sapaan akrab Achmad Sugiarto—, sifatnya customable atau adaptif. Artinya, aplikasi tersebut tetap dapat berjalan di koneksi data rendah (minimal 50 kbps) dan akan maksimal di bandwith tinggi (resolusi HD). Codec khusus SFDV++ diklaim mampu menghemat sampai 10 kali lipat di banding sistem video conference HD

Selain itu, aplikasi tersebut sudah bisa berjalan selama ada layar, kamera/webcam, microphone, serta koneksi internet yang sudah tersedia di laptop keluaran terbaru. Bahkan, UmeetMe pun dapat diakses melalui perangkat smartphone dan tablet bersistem operasi Android maupun iOS.

Anto menjelaskan bahwa saat ini software video conference tersebut telah digunakan oleh pemerintah daerah (pemda) maupun Polri untuk berkomunikasi dengan jajaran dibawahnya, juga bank yang memiliki cabang hingga pelosok daerah.

Seandainya layanan UmeetMe ini digunakan oleh pemerintah, Anto membayangkan kedepannya PT Telkom dapat men-setting solusi UmeetMe di berbagai desa atau kampung-kampung nelayan yang bersifat permanen untuk memudahkan proses komunikasi dengan pemerintah. Misalnya penyediaan Combat (Compact Mobile BTS) seperti yang dimiliki Telkomsel untuk menjamin kelancaran koneksi data saat proses video conferencing dilakukan.

Komunikasi Masa Depan

Implementasi layanan video conference seperti UmeetMe dinilai sangat cocok untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, karena sesuai dengan karakter Indonesia yang memiliki penduduk besar, kondisi geografis kepulauan, serta akses internet tidak merata.
”UmeetMe dapat menjangka masyarakat hingga tingkat bawah,” ujar GM Smart Solution Ecosystem Divisi Solution Convergence Telkom Siswanto Dasijo.

Lewat komunikasi video conference, lanjut Siswanto, penduduk desa berpotensi untuk mengembangkan desanya menjadi mandiri. ”Misalnya dengan mengkomunikasikan produk UKM dan berbagai potensi desa lainnya kepada masyarakat luas,” katanya.

Di bidang kesehatan, konferensi video juga memungkinkan apa yang disebut pengobatan jarak jauh atau telediagnosis. “Faktanya, dokter spesialis hanya ada di kota-kota besar. Padahal layanan kesehatan seharusnya merata hingga pedesaan. Kementrian Kesehatan bisa mengelaborasi lagi layanan ini,” ungkap Siswanto lagi.

Bahkan layanan UmeetMe pun menyentuh bidang pertahanan dan keamanan. Antara lain dengan mengimplementasikan IP Camera (kamera jaringan) di wilayah perbatasan, pulau-pulau terluar, dan terpencil Indonesia. ”Manfaat positif yang bisa didapat dari implementasi teknologi seperti ini sangat besar,” katanya.

Pemanfaatan UmeetMe:
– Telekonferensi/video conference
– Telepresentasi
– Video Surveilance
– Fungsi panggilan video grup, berbicara, melihat, dan mengirim pesan instan
Benefit:
– Lokasi bukanlah penghalang
– Hemat biaya, waktu, dan tenaga.
– Komunikasi tatap muka paling efektif dibandingkan suara atau teks.
– Penggunaan bandwith rendah bisa menjangkau kawasan pelosok yang sudah terhubung internet.
– Menghemat biaya dan meningkatkan produktivitas
– Berdampak pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pertahanan dan keamanan.

Iklan