2516835-destiny_33Inilah game yang sedang heboh: Destiny. Dalam hari pertama rilisnya, penjualan game first person shooter (FPS) tersebut mencapai USD500 juta. Maka, pecahlah sepanjang masa rekor game Intellectual Property (IP) baru dengan penjualan terbesar pada 2014.

Bahkan, Destiny disebut-sebut akan menjadi franchise yang akan menyaingi Call of Duty, Skylanders, dan World of Warcraft.

Destiny memang diterbitkan oleh Activision Blizzard. Tapi, pencipta game tersebut adalah developer bernama Bungie, yang ternyata juga pernah mengerjakan Halo. Menurut Bungie, cerita Destiny sudah disiapkan untuk 10 tahun kedepan.

Analis Arvind Bhatia dari Sterne Agee memperkirakan bahwa game tersebut akan terjual dari 8 juta unit hingga 15 juta unit selama 2014 (dihitung mulai kuartal ketiga). ”Bahkan ada yang optimistis penjualan Destiny bisa mencapai 20 juta unit, mengejar rekor Call of Duty,” kata Arvind.

DestinyWalau pasar game konsol cenderung stagnan, tapi penjualan beberapa game mampu mencetak rekor luar biasa. Grand Theft Auto V buatan Rockstar, misalnya, mampu mencetak rekor penjualan USD800 juta dalam satu hari di September 2013 ke konsumen. Penjualan game tersebut menembus USD1 miliar hanya dalam tiga hari.

Adapun Call of Duty: Ghosts juga mencetak rekor penjualan USD1 miliar, tapi ke peritel atau toko-toko game. Setiap tahunnya nilai pasar global dari industri game diperkirakan mencapai USD80 miliar.

”Sejak hari pertama kami percaya investasi kami di Destiny akanterbayar,” kata Eric Hirshberg, CEO Activision Publishing.

Destiny mengusung genre hybrid single-player/multiplayer first-person. Keunggulan game ini selain dari kualitas grafisnya yang cantik, juga jalan cerita serta gameplay-nya yang sangat seru. Peserta bisa memilih tiga klasifikasi jagoan yang memiliki keunggulan berbeda-beda, yakni warriors (prajurit), warlocks (penyihir) dan titans (raksasa).

Biaya produksi Destiny diperkirakan mencapai USD500 juta. Ya, jauh lebih mahal dari film Avatar arahan James Cameron yang diperkirakan berada di kisaran USD300 juta. Tapi, tentu saja biaya sebesar itu digunakan juga untuk marketing serta menjalankan franchise game tersebut.

“Kami memulai Destiny pada 2009 dalam tim yang sangat kecil. Kurang dari 5 orang. Kami tidak menyangka bakal sebesar ini,” kata Head of Production game Destiny, Jonty Barnes. Game tersebut tersedia untuk PS3, PS4, Xbox 360, dan Xbox One. Sejumlah toko online sudah menjual bundling PS4 versi Destiny dengan banderol harga Rp5.859.999.

Iklan