UchidaMobil yang Relevan untuk Pasar Lokal
Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor (HPM) Tomoki Uchida, 50, bisa tersenyum lega. Perusahaan yang ia pimpin itu bisa dibilang sedang menuju ke arah yang tepat.

Selama 2014, Honda menargetkan penjualan hingga 175.000 unit mobil. Jumlah itu hampir dua kali lipat lebih besar dibanding total penjualan yang dicapai pada 2013 silam yang sebanyak 91.493 unit mobil.

Sejak Januari hingga Agustus 2014, total penjualan yang dicapai Honda sudah mencapai 110.459 unit atau 13,3% dari total pasar nasional.

Peningkatan penjualan yang luar biasa itu, antara lain dicapai melalui Mobilio, Low MPV terbaru Honda yang terbukti sangat diminati pasar. Selama Januari-Agustus 2014, penjualan Honda Mobilio sudah mencapai 59.379 unit atau meraup 23% pasar Low MPV.

Prestasi tersebut tentu saja luar biasa mengingat Mobilio adalah pendatang baru di segmen Low MPV yang sudah bertahun-tahun eksis di Indonesia itu.

”Saya percaya kunci untuk sukses di Indonesia adalah dengan cara menciptakan model-model baru menarik dan relevan dengan pasar lokal,” ujar pria yang berpengalaman di pasar Amerika Utara, Inggris, hingga Brasil tersebut.

Dengan adanya produk baru yang baik, secara otomatis penjualan akan meningkat. Jika penjualan terus naik, maka ekspansi dealer sebagai dukungan layanan purna jual juga bisa terus ditambah.

Di perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014, misalnya, Honda kembali mengenalkan model baru : Honda HR-V. Indonesia akan menjadi negara pertama dipasarkannya Honda HR-V diluar Jepang pada awal 2015 mendatang.

”Saya punya ekspektasi besar terhadap HR-V,” ujar Uchida, yang sudah bergabung di Honda Motor Co. sejak 1987 itu. ”Inilah model yang akan menciptakan market baru,” tambahnya.

Uchida mengibaratkan HR-V seperti Honda Jazz pertama masuk Indonesia pada 2004. Menurutnya, Honda Jazz mampu membentuk pasar hatchback di Indonesia, dan terus menjadi pemimpin di kategori tersebut hingga saat ini. ”Saya harapkan HR-V bisa mengulang sukses yang sama. Jika Jazz dapat membentuk market baru, kenapa HR-V tidak bisa?” papar pria kelahiran 17 September 1964 itu penuh percaya diri.

Honda Jazz generasi ketiga sendiri sudah diluncurkan di Indonesia pada Juni 2014 silam. Pada bulan Agustus, penjualan Jazz meningkat hingga 3.103 unit, dengan pangsa pasar 35% di segmen hatchback.

Inilah yang disebut Uchida sebagai kekuatan dari sebuah produk yang tidak hanya menarik, tapi juga menggugah. ”Dari segi harga, kenaikan harga Jazz tidak terlalu besar. Tapi, fitur baru yang kami tawarkan sangat banyak. Mulai drive ability, handling, ukuran kabin yang lebih besar, hingga sistem CVT baru. Hanya Honda bisa melakukan hal ini,” katanya.

Honda, menurut Uchida, punya harapan besar di Indonesia. Pada 2016 nanti, mereka menargetkan penjualan hingga 300.000 unit atau hampir dua kali lebih besar dari tahun ini. Hal itu, kata Uchida, akan bisa dicapai dengan menghadirkan beberapa model baru lagi di pasar Indonesia.

Iklan