Lazada Indonesia
Online shop memasuki tahap baru di Indonesia. Tokonya begitu banyak dan variatif. Barang yang dijual macam-macam. Cara pembeliannya pun beragam. Apa saja dan bagaimana?

Tidak serta merta aktivitas belanja online Erica P menggantikan kebiasaannya untuk berbelanja di mal. Ada sejumlah alasan yang ia kemukakan. ”Pertama, belanja online kehilangan touch and feel yang sangat penting saat kita membeli produk fashion. Misalnya sepatu yang harus dicoba ukurannya,” katanya.

Alasan kedua, ia harus tetap belanja di mal karena memang karakter barang yang dijual di online dan mal tidak sepenuhnya sama. “Ada beberapa merek baju favorit saya yang tidak bisa dibeli secara online, atau kalaupun ada koleksinya tidak selengkap di mal,” paparnya.

Ketiga, belanja di mal bagi Erica adalah aktivitas sosial yang ia lakukan bersama teman-temannya. ”Cewek biasanya perlu konfirmasi atau minta pendapat ke teman mereka sebelum membeli sesuatu. Karena itu biasanya mereka selalu belanja rame-rame,” ujar manajer bank berusia 28 tahun itu.

Tapi, sejak setahun terakhir ini Erica memang menemukan keasyikkan tersendiri berbelanja online. Ia membeli aksesoris seperti kalung dan casing iPhone di Instagram, kain batik di Facebook, serta sendal di Zalora. ”Alasan utama saya belanja di online shop adalah harganya lebih murah dibandingkan mal. Kalau beruntung juga bisa menemukan aksesoris tertentu yang sifatnya limited,” bebernya.

Erica mewakili sedikit dari berbagai karakter online shopper yang ada di Indonesia. Sebab, cara berbelanja Lucy Puspitasari beda lagi. Gadis yang hobi ngemal itu rutin mengunjungi situs fashion online shop seperti BerryBenka, Zalora, PinkEmma, hingga MikiMilo.

”Berkunjung ke online shop sama saja dengan datang ke mal,” ungkap Lucy. “Seandainya saya butuh sepatu boots, saya tinggal mencari ke situs-situs itu. Tidak perlu lagi buang waktu datang ke mal,” ungkapnya.

Dhani Aswin menghabiskan waktu setidaknya 1 jam sehari untuk berselancar di berbagai toko online. Mulai dari Kaskus, Tokobagus, Berniaga, hingga Lazada. ”Sama seperti window shopping, melihat barang-barang yang kita inginkan di toko online bisa menjernihkan pikiran,” ujar pria yang ingin membeli motor keluaran Triumph ini.

Terkadang ia mengaku bisa langsung berbelanja ketika melihat ada diskon barang yang dianggapnya menarik, atau melihat ada barang seken yang dijual murah. ”Rasanya seperti sedang berburu. Hasil buruan yang kita dapat bisa bervarasi. Tapi, justru disitu keasyikannya,” ungkapnya.

Tahun 2014 ini diprediksi akan memperlihatkan bagaimana maraknya e-commerce di Indonesia. Rasanya masa-masa ”edukasi” untuk berbelanja online berlahan sudah dilewati. Kini, konsumen menginginkan sebuah ekosistem e-commerce yang memberikan apa yang mereka inginkan.

Sebuah toko yang menawarkan barang yang variatif (bisa spesifik), harga yang terjangkau, sistem pembayaran yang mudah dan keamanan bertransaksi. Ekosistem e-commerce pun akan semakin meriah seiring dengan banyaknya UKM atau SMB yang mulai fokus pada penjualan online.

Nah, bagi Anda yang sudah atau bahkan baru mencoba berbelanja di toko online, berikut adalah sedikit panduan dari karakter toko-toko online yang ada di Indonesia.

Iklan Baris (C2C)
Model bisnis e-commerce berupa classifieds ads atau listing paling difavoritkan di Indonesia. Konsepnya sederhana. Website hanya menyediakan ”lapak”, tapi kegiatan transaksi jual beli dilakukan oleh penjual individu dan konsumen secara langsung (consumer to consumer/C2C). Modalnya saling percaya. Metode pembayaran yang sering dilakukan adalah cash on delivery (COD) atau bayar ditempat dan memakai fasilitas rekening bersama (escrow).
Kaskus
Tokobagus
Berniaga

B2C (Business to Consumer)
Bayangkan toko online sebagai sebuah mal. Di dalam mal itu pemilik platform menyewakan gerai kepada para penjual. Penjual bebas mendandani gerai mereka sesuai keinginan. Inilah penggambaran platform Business to Consumer (B2C). Penjual hanya tinggal menunggu order datang, sementara konsumen merasa nyaman berbelanja karena tak perlu risau soal keamanan.
Lazada Indonesia
Bhinneka
Zalora Indonesia
Rakuten Belanja Online
Blibli

Marketplace (C2C)
Moda bisnis Marketplace sederhana. Ada pemilik Marketplace seperti Tokopedia, dan kemudian pemilik merchant sebagai rekan kerjasama. Jadi, siapapun bisa membuka toko di Tokopedia. Namun, pembayaran dari pembeli harus melalui pihak Tokopedia. Sehingga penjual hanya menerima pembayaran setelah barang diterima pembeli. Marketplace seperti Elevenia menyortir terlebih dulu merchant yang berjualan di tempat mereka.
Tokopedia
Bukalapak
Qoo10 Indonesia
Elevenia

Jejaring Sosial
Pengalihfungsian jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram sebagai e-commerce memang sangat populer di Indonesia. Tapi mengapa? Jawabannya adalah serbamudah. Di Instagram hanya perlu beberapa detik untuk membuka akun baru dan mengunggah foto. Selanjutnya tinggal kegigihan merchant dalam berpromosi. Calon pembeli bisa melihat langsung barang, bertanya kepada penjual, juga mencari barang tertentu menggunakan tagar.
Instagram
Facebook

Iklan