HTC CEO Peter Chou  shows the new HTC one (M8) phone during a launch event in New YorkHTC One M8 diharapkan bisa membawa nama HTC kembali harum di segmen smartphone premium. Sejumlah fitur barunya menjanjikan, tapi bisakah penggemarnya kembali terpesona?

HTC One adalah jiwa dari HTC. Bukan saja sebagai model flagship (andalan) dari HTC. Tapi juga karena selama 2013 silam ponsel tersebut paling laris dari semua lini produk HTC. Sejak diluncurkan pada April 2013, HTC one telah terjual sebanyak 6,4 juta unit di seluruh dunia.

Jumlah itu memang terlihat inferior dibandingkan Apple iPhone 5 (63,9 juta unit), iPhone 5S (39,5 juta unit), dan Samsung Galaxy S4 (43,4 juta unit). Tapi, secara total HTC sendiri hanya mengapalkan 22,6 juta unit ponsel selama 2013. Jadi, posisi HTC One adalah volume dan value maker sekaligus.

Pada 2014, HTC punya banyak sekali PR. Kendati pada 2013 total pasar smartphone dunia hampir mencapai 1 miliar unit, tapi sejak dua tahun terakhir ini posisi HTC dipasar tidaklah menggembirakan. Di awal 2014 pendapatan mereka terjun bebas, paling kecil sejak 2007. Di Indonesia, selama 2013 itu sepak terjang HTC nyaris tidak terdengar.

Attendees use a new HTC One M8 phone during a launch event in New YorkSebagai awal, penerus HTC One, M8, sudah punya beban besar. Yakni, mengembalikan kembali kepercayaan pasar. ”M8 harus bisa mengkapitalisasi desain dan materialnya yang premium, sebagai nilai lebih dibanding kompetitor,” ujar pengamat Ben Wood dari CCS Insight.

Di Indonesia, HTC One M8 yang dikenalkan di New York, Selasa (25/3) silam, akan diluncurkan secara resmi pada April 2014 mendatang. Sayangnya, bulan itu juga pasar Indonesia juga sudah dibanjiri pilihan di segmen premium. Mulai Samsung Galaxy S5 hingga Sony Xperia Z2. Mampukah HTC One M8 bersaing?

Jika dilihat dari spesifikasinya, memang banyak yang berubah. Jika layar HTC One hanya 4,7 inci, maka HTC One M8 hadir dengan layar layar full HD (1080p) 5 inci Super LCD3 seluas 5 inci, resolusi 1.920 x 1.080 pixel, dan kerapatan 440 pixel per inci..

Fitur pembeda HTC One dibanding Galaxy atau Xperia adalah materialnya yang dibalut sasis metal unibody. Sebagian konsumen menilai material ini membuat ponsel jadi lebih premium dan durable.

Speaker ganda berteknologi BoomSound stereo di bawah dan atas layar, seperti model sebelumnya, memberikan suara yang keras dan nyaring.

HTC2-STILL-01Tapi, fitur yang menarik justru Duo Camera. Yakni kamera (besar dan kecil) di bagian belakang serta dua lampu kilat LED. Kamera utma berfungsi untuk meream objek lebar (wide), sementara kamera kecil untuk mengambil kedalaman gambar (depth). Seperti Galaxy S5, HTC One M8 juga memiliki fitur “fokus background atau foreground setelah memotret”. HTC One M8 juga memberi kesempatan untuk selfie dengan kamera depan beresolusi 5 MP.

Untuk performa, HTC One M8 sudah sangat baik dengan prosesor jenis quad-core Qualcomm Snapdragon 801 kecepatan 2,5GHz, RAM 2GB, memori internal 16GB, slot memori eksternal MicroSD, baterai 2.600mAh, dan sistem operasi Android 4.4 (KitKat). HTC Sense 6.0 Memiliki fitur BlinkFeed untuk melihat informasi, notifikasi, dan berita
HTC One M8 yang masuk ke Indonesia sudah mendukung jaringan seluler 4G LTE, harganya, walau belum diumumkan resmi, tapi tidak akan jauh dari Samsung Galaxy S5 atau Xperia Z2 yang dikisaran Rp8,5 juta. Ponsel tersebut juga hadir lewat aksesoris soft case pelindung resmi yang disebut HTC Dot View.

Terbuat dari karet, soft case yang berisi lubang-lubang kecil tersebut dapat menampilkan informasi seperti jam, telepon masuk, pesan SMS, dan notifikasi lainnya. Seperti yang diungkap oleh Ben Wood, untuk bisa bersaing, HTC Indonesia harus mampu mengkapitalisasi fitur pembeda HTC One M8 sekaligus memberikan paket penjualan yang menarik.

Di Indonesia, HTC sudah mulai dilupakan, terpendam di hiruk pikuk pemain global maupun lokal yang sangat agresif berpromosi. Nama HTC One saja tidak cukup besar untuk menarik perhatian konsumen. Apalagi di segmen premium yang terbilang niche. Kans HTC One yang fiturnya 11-12 dibandingkan kompetitornya, terbilang tipis.
HTC CEO Peter Chou shows the new HTC One M8 phone during a launch event in New York

Iklan