ScreenshotLebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pengguna platform mobile messaging BlackBerry Messenger (BBM) akhirnya bisa mencicipi berkirim pesan menggunakan sticker. Penggunaan sticker yang dinilai lebih ekspresif dari emoticon (karena gambar lebih besar dan kompleks) ini sudah sangat populer di layanan WeChat, KakaoTalk, ataupun Line.

Sticker di BBM bisa diunduh langsung oleh pengguna di platform BBM untuk Android, BlackBerry, dan iOS. Pengguna tinggal melakukan update aplikasi BBM mereka. ”Dengan sticker, aktivitas chat bisa lebih menyenangkan,” ungkap David Proulx, Senior Director BBM di BlackBerry.

Di BBM Shop untuk Android, baru ada tiga paket sticker yang dijual. Yakni CosCat, Gilbert’s Tale, dan Bubble Bot. Setiap paket terdiri dari 20 hingga 25 sticker. Sayangnya, tidak ada yang gratis. Semuanya dikenakan biaya Rp19.000. Tapi, pihak BlackBerry mengklaim bahwa mereka akan terus memasukkan paket-paket sticker baru secara berkala, termasuk memberi sticker gratis. Misalnya saja WWE.

Kehadiran sticker ini tentu berdampak positif bagi pengguna BBM. Karena bisa meningkatkan eksperiens dalam bercakap-cakap. Pengguna BBM di Indonesia bisa disebut unik dan kreatif. Dengan emoticon yang terbatas itupun kita sudah menjumpai banyak pesan-pesan broadcast dalam bentuk rangkaian gambar dan lainnya. Karena itu, akan lebih baik jika BBM memberikan lebih banyak lagi sticker gratis kepada pengguna.

Selain stickers, pengguna BBM sekarang dapat berbagi foto kepada banyak orang pada saat bercakap-cakap (multi-person chats). Foto-foto tersebut dapat dikirimkan dalam percakapan sebagai gambar kecil (thumbnail) yang dapat dibuka ketika ingin melihat fotonya dengan ukuran sebenarnya (full size). Selain itu, lewat BBM pula pengguna juga sudah dapat mengirim video dan presentasi dengan kualitas tinggi hingga 16 MB.

Perbaikan terus dilakukan oleh BBM yang saat ini memiliki 85 juta aktif per bulan, 113 juta pengguna terdaftar, dan 500.000 channel itu. Sebab, persaingan platform internet messenger sendiri memang sangat agresif.

Di Indonesia, pengguna BlackBerry masih cukup tinggi, walau sudah tergeser jauh oleh Android. Dari 24 juta pengguna smartphone di jaringan Telkomsel misalnya, pengguna BlackBerry mengakomodir 40 persen atau 11 jutaan. Sedangkan pengguna Android hanya sekitar 7-8 juta. Sementara iOS hanya 1 jutaan.

Iklan