screen-shot-2013-09-15-at-9-07-11-pmDalam jangka pendek, dampak pemindai biometrik kepada pengguna iPhone 5 maupun Samsung Galaxy S5 mungkin sederhana. Yakni, membuat gadget mereka jadi lebih aman. Apalagi jika sebelumnya malas untuk memasukkan passcode (kata sandi). Biometrik lebih mudah, tinggal menyapukan jari ke tombol home saja.

Selanjutnya, teknologi biometrik bagi konsumen mulai bergerak ke tahap lebih lanjut. Yakni digunakan sebagai bagian dari proses autentifikasi pembayaran. Salah satunya PayPal.

Lalu, tren selanjutnya bagaimana? Ternyata, mobile commerce adalah salah satu bidang industry yang paling terakselerasi terhadap adopsi teknologi biometrik ke dalam smartphone.

Biometrics Research Group Inc memperkirakan bahwa transaksi mobile payment di seluruh dunia pada 2014 akan mencapai USD250 miliar. Sedangkan pada 2020 mendatang diprediksi akan meningkat hingga USD750 miliar dengan lebih dari 700 juta pengguna.

Dengan adanya biometrik yang memiliki tingkat keamanan lebih baik dan lebih mudah digunakan dibanding mengetik passcode, customer experience pun semakin intuitif dan meningkat.

BRG memperkirakan bahwa setidaknya tiga perempat dari pengguna smartphone saat ini tidak membekali perangkat mereka dengan passcode. Hal itu pula yang membuat sistem pembayaran menggunakan smartphone jadi lamban.

Karena itu, dengan adanya sistem biometrik di smartphone ini diperkirakan bisa berdampak besar terhadap cara dan keinginan konsumen dalam berbelanja menggunakan ponsel mereka.

Tapi, bagaimana tren kedepannya? BRG memprediksi bahwa lebih dari 90 juta smartphone yang telah dibekali teknologi biometrik akan dikapalkan pada 2014.

Apple dan Samsung diperkirakan akan memicu meningkatnya smartphone yang akan dibekali teknologi biometrik. Dan tidak hanya smartphone, tapi juga perangkat consumer electronic secara keseluruhan. Misalnya saja tablet. BRG memprediksi bahwa tahun ini akan lebih banyak tablet yang menggunakan teknologi biometrik.

Artinya, jika Anda pengguna iPhone 5s (atau berencana untuk membeli Samsung Galaxy S5), maka ada baiknya untuk mulai mempelajari dan mencoba teknologi biometrik. Sebab, teknologi ini ada bukan sekadar gimmick, tapi untuk waktu yang lama.

Mengenal Pemindai biometrik

16eb4b9c5a144a1bdc5ff3183ce157baAlat yang menggunakan data biometrik untuk mengidentifikasi individu berdasarkan pengukuran karakteristik fisiologis, misalnya sidik jari dan retina mata. Kedua hal itu selalu berbeda di setiap manusia, sehingga dapat dijadikan sandi untuk pengindentifikasian.

  • Apple iPhone 5s dan Samsung Galaxy S5 membenamkan biometrik (metode komputerasi memakai aspek biologi dari karakteristik unik manusia), diperangkat mereka untuk keamanan, serta bertransaksi jual beli.
  • Biometrik lebih simpel daripada mengetik password, tapi bukan berarti benar-benar aman.

Cara Kerja:

fingerprint-sensor-on-the-iphone-5s-1024x768

  • Samsung Galaxy S5 dan Apple iPhone 5s menggunakan sensor di tombol home.
  • Menyapukan jari beberapa kali dan memasukkan kata sandi sebagai cadangan, seandainya tidak sensor tidak terdeteksi karena jari basah atau berminyak.
  • Informasi sidik jari direkam di dalam ponsel.
  • Untuk unlock, sapukan jari ke tombol home.

Fungsi:

iPhone5S-TouchIDKeamanan

Menggantikan autentifikasi password dengan sapuan jari. Lebih simpel.

Transaksi Keuangan

Sudah bisa digunakan sebagai autentifikasi pembelian di iTunes store milik Apple. Sedangkan Samsung bekerja sama untuk melakukan pembayaran lewat PayPal.

Bagaimana Keamanannya?

Teorinya, sistem biometrik lebih aman dibanding menggunakan sandi 4 digit. Tapi, tetap tidak ada jaminannya. Tak lama setelah Apple menjual iPhone 5s, grup peretas asal Jerman mengatakan bisa menembus sistem sidik jari iPhone 5s.

Perlukah Kita Menggunakannya?

“Walau resmi memakai autentifikasi sidik jari, tapi PayPal mengaku tetap melakukan pengecekan anti-froud. Jika ada sebuah akun biasa bertransaksi di Jakarta, tapi 5 menit kemudian membeli sesuatu di Singapura, akan terjadi kecurigaan. Anda juga bisa melakukan de-register sidik jari ke PayPal.”Keamanan dan kenyamanan saling bertolak belakang. Pertebal keamanan, maka kenyamanan dalam penggunaan otomatis semakin menurun. Begitupun sebaliknya. Nah, dengan Fingerprint ID, Anda bisa mendapat keduanya,”

Anuj Nayar, Direktur Senior Inisiatif Global PayPal.

Anuj Nayar”Data biometrik bekerja sangat baik untuk mengidentifikasi sesuatu. Tapi, bagaimana teknologi itu bisa digunakan maksimal tergantung dari implementasinya. Saya tetap menyarankan pengamanan ganda, dengan sidik jari atau passcode,”.

Jeremy Bennett chief mobile architect McAfee

“Tapi, setiap bentuk autentifikasi pasti punya kelemahannya sendiri-sendiri. Passcode simbol yang biasa digunakan di Android bisa ditebak dengan menganalisa jejak yang ada di permukaan layar. Biometrik mungkin bukan paling sempurna. Tapi paling baik dibanding metode yang sudah ada. Dan jika dengan adanya fitur ini lebih banyak orang menjadi terdorong untuk mengunci ponsel mereka, maka dampaknya positif,”

Drew Blackard, Direktur product planning Samsung Electronics Co. Amerika.

 

Risiko Biometrik:

Touch_ID_2

  • Touch ID milik Apple hanya memindai kulit secara “sub epidermal”, tanpa menyebutkan kapabilitas sub dermal. Artinya, sensor kapasitif canggih di iPhone 5s hanya tertanam di dalam perangkat yang menangkap gambar resolusi tinggi sidik jari dari lapisan sub epidermal kulit.
  • Implementasi biometrik Touch ID Apple hanya berfungsi sebagai alternatif pilihan kode keamanan bagi pengguna selain password.
  • Sekelompok peretas dari Jerman Chaos Computer Club berhasil menjebol keamanan Touch ID hanya dalam hitungan hari setelah peluncuran iPhone 5s. Mereka mengambil sidik jari dari seorang pengguna, difoto dari permukaan gelas, lalu membuat sidik jari palsu yang diletakkan pada film tipis, kemudian ditekan pada iPhone dengan jari asli untuk membukanya.
  • Sidik jari kita terdaftar di passport biometrik. Dengan Touch ID Apple, ini justru mempermudah penjahat kriminal untuk mendapatkan sidik jari (dan dijual kembali di black market). Sekali mereka tercemar, tidak ada jalan lain lagi untuk mendapatkan sidik jari baru.

 

Sumber: Guillaume Lovet, Senior Manager, FortiGuard Threat Response

 

Biometrik di iPhone 5s.

iphone_5s_touch_id_fingerprint_video_hero_4x3Sensor dengan tebal 170 mikron dan resolusi 500 ppi mampu memindai lapisan sub-epidermal kulit manusia. Sensor tersebut juga memiliki kemampuan membaca 360 derajat.

Sensor selain dapat meng-unlock ponsel, juga melakukan pembayaran di iTunes store.

Teknologi itu di dapat Apple setelah mengakuisisi AuthenTec Inc pada 2012. AuthenTec adalah perusahaan dengan spesialisasi proteksi data, kontrol akses, dan keamanan sidik jari di ponsel.

Data sidik jari di iPhone 5s di enkripsi dan disimpan di dalam prosesor A7 64 bit, dan tidak di-cloud.

Iklan