Sebagai sistem operasi baru, Tizen dinilai punya kans besar untuk berkembang. Sejumlah pihak siap berinvestasi, developer menyambut positif, dan ada celah pasar yang jadi ruang bagi Tizen untuk tumbuh.

Setiap tahun selalu saja ada sistem operasi baru yang berkoar ingin melawan dominasi Google dan Apple di pasar perangkat bergerak. Tapi, mereka sudah dianggap “layu sebelum berkembang”. Karena tidak lagi ada kans untuk bisa melawan dominasi Apple-Android yang mengakomodir lebih dari 95% total smartphone dunia itu.

Padahal, masih ada celah pasar baru yang sangat terbuka selain dari smartphone dan tablet. Yakni, pasar ”the internet of things”, berbagai perangkat yang bisa dihubungkan ke internet. Ini bisa berupa mobil, kamera, kulkas, smartwatch, TV, hingga berbagai wearable device.

Wearable dan perangkat non-smartphone yang bisa terkoneksi ke internet masih memiliki potensi yang sangat besar,” ungkap Jordan Edelson, CEO Appetizer Mobile, pengembang aplikasi sekaligus konsultan.

Samsung Electronics sudah memamerkan Tizen di Samsung Galaxy Gear. Intel Corp, rekanan Samsung dalam mengembangkan Tizen juga menegaskan bahwa OS tersebut akan dikembangkan ke berbagai media.

Tizen akan dibenamkan ke berbagai perangkat consumer electronics,” ujar Imad Sousou, GM Intel Open Source Technology Centre.

Bukan hanya Tizen, tapi pasar “the internet of things” ini juga diperebutkan oleh sistem operasi lain seperti Firefox. Belum lama ini Firefox bekerja sama dengan Panasonic untuk membuat versi OS Firefox di TV.

Dan seperti halnya Firefox OS, Tizen juga akan masuk ke smartphone. Hal ini sudah dipastikan NTT Docomo yang berkomitmen jadi operator pertama yang akan menjual smartphone Tizen. OS tersebut mengincar model smartphonehigh end, dengan banderol diatas USD300.

Tizen akan langsung menyasar ke emerging market, yang menurut GSMA setiap tahunnya akan menambah 130 juta pengguna baru sampai 2018 mendatang.

Soal ekosistem, Tizen juga optimistis. Saat ini sudah ada lebih dari 6.000 aplikasi yang dirancang khusus untuk Tizen. Kompetisi Tizen App Challenge juga menunjukkan bagaimana kualitas aplikasi Tizen sangat bersaing dengan Android maupun iOS.

“Minimum ada 10.000 aplikasi di Tizen ketika OS tersebut mulai bisa digunakan oleh konsumen,” ujar Howie Hecht, direktur OpenMObile.

Sifat open source Tizen yang bisa dikembangkan secara spesifik sesuai kebutuhan itu juga menjadi faktor plus. Aplikasi yang telah ditulis untuk Android juga hanya perlu sedikit penyesuaian untuk dibuat dalam platform Tizen. Begitupun keluwesan Tizen untuk dikembangkan di perangkat seperti kulkas atau jam tangan. Hal inilah yang membuat Tizen layak diperhitungkan.

 

Mengenal Sistem Operasi Tizen

Tizen logoTizen (baca: ”tai-zen”), adalah sisem operasi dengan platform open-source berbasis kernel Linux (sama seperti Android). Tizen memberikan dukungan penuh pada HTML5.

Tizen OS

Samsung dan Intel menjadi penyokong dana terbesar dalam pengembangan Tizen, dan bertindak sebagai board of directors (BOD) di Tizen Associations, bersama dengan Orange, NTT DoCoMo, serta Vodafone.

Mengapa Tizen?

Keunggulan utama Tizen dibanding Android diklaim adalah konsumsi baterai yang jauh lbeih irit. Ekosistem aplikasinya juga sangat luas. Software development kit (SDK) Tizen OS mulai diluncurkan bulan ini.

Perangkat dengan Tizen di MWC 2014

samsung-tizen-5Samsung Galaxy Gear 2 Samsung Galaxy Gear 2 Neo Samsung Galaxy Gear Fit

“Kami sedang mengerjakan sejumlah model hardware yang menggunakan Tizen,” Samsung executive vice president Lee Young-hee

Tizen App Challenge

Tizen-App-ChallengeKompetisi yang digelar untuk merangsang developer membuat aplikasi di Tizen dengan total hadiah USD4 juta (Rp40 miliar). Hasilnya luar biasa. Kualitas aplikasi di Tizen tidak kalah dengan Android atau iOS. Bisa berupa game seperti action atau RPG, edukasi, lifestyle, hingga jejaring sosial. Keterangan selanjutnya bisa dilihat di https://developer.tizen.org.

Perangkat Tizen

Karena sifatnya yang open-source, setiap manufaktur dapat memodifikasi dan mengkustomisasi Tizen sesuai kebutuhan. Baik dari fungsi maupun tampulan (user interface).

Smartphones

Tidak berbeda dengan OS seperti Android atau Firefox. Aplikasi dan gamenya memiliki kualitas sangat baik.

Tablet

User interface-nya dapat dioptimalkan untuk tampilan tablet.

Netbooks

Menawarkan benefit seperti ringan, scalable, dan booting cepat. Mendukung layar sentuh serta konektivitas optimal.

In-Vehicle Infotainment

Fitur navigasi, internet, hiburan multimedia, serta fungsi komputasi untuk kendaraan seperti mobil, truk, pesawat terbang, hingga bis.

Smart TV

Tizen untuk Smart TV dapat dioptimalkan untuk perangkat di ruang keluarga, seperti Blu-ray player, set top box, dan TV digital. Di desain untuk menghubungkan TV ke internet, serta mengakses berbagai aplikasi di TV.

Dukungan Ekosistem

Tizen terus mendapatkan dukungan. Di Asia, 15 brand termasuk Baidu, ZTE, hingga SoftBank Mobile mendukung Tizen.

Tizen di 2014

homescreenDiprediksi tahun ini ponsel Tizen akan segera dirilis. Selain itu, Intel juga menggunakan Tizen dalam rangka masuk ke sistem in-car entertainment. Tahun ini Tizen juga akan muncul di berbagai perangkat berbeda.

Pesaing Tizen:

Maemo, Moblin, MeeGo, Bada, Ubuntu, Sailfish dan Firefox.

Iklan