-Firefox OS punya ambisi besar. Yakni, menjadi penantang duopoly Android dan iPhone sebagai sistem operasi paling besar yang digunakan di smartphone dunia. Menurut catatan Gartner Inc., Android mengakomodir 78.4 persen dari total smartphone global yang dikapalkan selama 2013 silam. Sementara iOS hanya 15.6%.   

Tahun ini, Firefox yang lebih populer sebagai peramban web itu ingin lebih agresif lagi. Berbeda dengan iOS dan Android, Firefox OS mengincar pasar ponsel menengah kebawah. Tepatnya smartphone dengan rentang harga sekitar USD25 di negara-negara berkembang.

”Kami juga membuat kategori baru smartphone yang berada di rentang harga USD25. Sehingga akan semakin banyak orang di seluruh dunia terhubung ke internet,” beber CEO Mozilla Jay Sullivan.

Di MWC 2014, smartphone entry level itu pertama kali ditunjukkan kepada publik. Ada Open C dan Open II keluaran ZTE, bahkan tablet OneTouch milik Alcatel.

Tapi, bagaimana smartphone bisa diproduksi dengan harga semurah itu? Jawabannya ada pada IC (integrated circuits) yang harganya sangat terjangkau buatan Spreadtrum Communications Inc. asal China.

Menggunakan teknologi Spreadtrum, dukungan berbagai vendor ponsel serta kerjasama dengan operator, Mozilla juga berencana untuk meluaskan pemasaran smartphone entry level tersebut ke berbagai negara. Tahun ini, mereka berencana masuk ke 12 negara di Asia, Amerika Latin, dan Afrika.

Indonesia jelas jadi salah satu yang utama, mengingat pihak Mozilla sendiri sudah memiliki perwakilan disini dan sejak tahun lalu cukup aktif menggelar berbagai kegiatan untuk mempromosikan Firefox OS.

Tentu saja, ini akan menjadi langkah menarik terhadap persaingan ponsel feature phone di Indonesia. Pasar terbesar di Indonesia (secara unit) masih berasal dari feature phone.

Tapi, bagaimana sebenarnya performa Firefox OS selama ini? Jawabannya adalah slow but sure. Seperti halnya Tizen, Ubuntu, ataupun Sailfish, Firefox OS menggunakan basis HTML 5 yang memudahkan developer dalam membuat aplikasi berbasis web.

”Awal Firefox OS luar biasa. Kami meluncurkannya pada Juli 2013, dan telah masuk ke 15 negara, terutama di Amerika Latin dan Eropa Timur,” ujar Sullivan. ”Banyak diantara mereka yang berganti dari feature phone ke Firefox OS. Penjualan juga sudah melebihi target,” tambahnya.

Tapi, bagi Sullivan, 2014 hanyalah awal. Sebab, tahun ini mereka akan lebih agresif. Terutama dalam membedakan user experience dengan kompetitor, menggamit kerja sama dengan berbagai pihak, serta memperbanyak portofolio perangkat.

Memang Sullivan tidak mengungkap berapa banyak smartphone yang ditenagai Firefox telah terjual sejak Juli 2013 silam. Meski demikian, pihaknya memiliki rencana untuk mengembangkan Firefox OS ke perangkat lain seperti televisi. Pada Januari silam, Firefox bekerja sama dengan Panasonic untuk menggunakan Firefox OS di smart TV.

Iklan