google-nexus5-officialNexus 5 tidak hanya memiliki semua keunggulan hardware yang ada di smartphone premium, namun juga berbagai fitur baru di Android Kitkat yang membuat kegiatan berkomputasi menjadi lebih nyaman.

Ada dua tipe orang yang akan membeli produk Nexus, lini produk smartphone besutan Google itu. Yang pertama adalah para purist atau mereka yang ingin menjadi pengguna pertama OS Android terbaru dalam bentuk murni/standar (belum ada modifikasi dari vendor). Biasanya mereka adalah orang-orang yang sangat senang dengan teknologi, gemar rooting dan mengutak-atik ponsel, bahkan tergabung dalam komunitas tertentu.

Tipe kedua dapat di deskripsikan dengan bahasa yang lebih singkat. Yakni, pengguna umum yang menginginkan smartphone premium dengan fitur terbaik namun harganya lebih terjangkau (paling murah).

Jika Anda menganggap penting spesifikasi hardware. Maka Nexus 5 memiliki prosesor top-of-the-line lewat Qualcomm Snapdragon 800. Prosesor Quad Core 2,3 GHz berkecepatan tinggi itu dipadu dengan kartu grafis Adreno 330 dan RAM 2 GB. Spek serupa bisa Anda temukan di sejumlah tablet ataupun smartphone premium seperti Galaxy S4 dan Sony Xperia Z1.

Selanjutnya, Nexus 5 telah dilapis kaca Gorilla Glass 3 terbaru dari Corning, kemampuan wireless charging, layar 5 inci beresolusi HD penuh (1920 x 1080 piksel), kamera utama 8 MP yang 62% lebih besar dari Nexus 4, serta baterai 2.300 mAh yang juga 30% lebih besar dari model sebelumnya.

Saya akan menegaskan bahwa fitur-fitur yang ada di Nexus 5 ini tidak dirancang untuk mengungguli top of the line di smartphone premium seperti Sony Xperia Z1. Lalu, apa dong yang jadi daya tarik Nexus 5? Jawabannya, banyak.

Pertama-tama saya suka sekali dengan kesederhanaan desainnya. Cover belakang dari bahan karet mungkin tidak terkesan “premium”. Tapi, tidak licin, memantul saat jatuh, sangat nyaman digenggam, serta dapat ”menyingkirkan” cipratan air dengan mudah.

Tombol power di sisi kanan maupun volume di sebelah kiri ramping dan empuk. Dari depan, garis bodinya terlihat sangat cool dan modern. Selalu bikin tersenyum ketika memandangnya. Dan dengan luas penampang layar 5 inci, ponsel tersebut hanya mengusung berat 130 gram atau terpaut tipis dengan iPhone 5. Ringan sekali.

Masuk ke sistem operasinya, barulah terlihat tampilan Android 4.4 Kitkat yang lebih fresh. Ikon-ikonnya terlihat lebih lebar, simpel, dan bersih. Ukuran font dan gambar juga nyaman di mata.

Navigasi dan kegiatan multi-tasking lebih responsif, sementara konsumsi baterai terasa jauh lebih hemat. Ketika memutar sebuah lagu, maka kover album (album art) akan terlihat di lockscreen. Kita juga bisa melakukan play, pause, atau lanjut ke lagu berikutnya.

Ketika ingin melakukan perintah suara, saya cukup berujar “Oke Google” dan langsung mengucap perintah yang diinginkan tanpa perlu menyentuh tombol. Misalnya “Ok Google, alarm 5 am” atau “Ok Google, open Facebook”.

Lumayan, saya bisa mengatur alarm, membuka berbagai aplikasi, serta melakukan pencarian tanpa perlu menyentuhkan jemari ke layar sama sekali. Memang ada beberapa perintah yang harus diulang beberapa kali karena software salah membaca pelafalan Inggris saya. Tapi fitur ini cukup oke untuk dicoba dari waktu ke waktu.

406235-google-nexus-5-unlockedDaftar kontak juga banyak berubah. Nexus 5 menyusun daftar kontak berdasarkan orang-orang yang paling sering saya hubungi. SMS, MMS, video call kini langsung terintegrasi ke dalam Google Hangout, yang juga sudah mendukung location sharing. file animasi GIF, dan emoji.

Jika sebelumnya saya harus menggunakan aplikasi Contactive untuk mendeteksi informasi nomor tidak dikenal, kini fitur Caller ID sudah ada di Kitkat (terintegrasi dengan Google Maps). Berkat Kitkat saya juga lebih sering menggunakan aplikasi Play Books atau Play Newsstand karena tampilannya lebih asyik. Status bar dan tombol navigasi tidak lagi muncul.

Dan yang memudahkan pekerjaan saya menulis adalah aplikasi QuickOffice yang tidak hanya bisa melihat, tapi juga mengedit file Word. Aplikasi tersebut tersinergi langsung ke penyimpanan Google Drive. Saya rasa ini adalah strategi Google untuk mendorong penggunaan layanan Google Drive yang dianggap kurang mampu bersaing dengan cloud storage seperti Dropbox.

Software di kamera pun tidak luput dari koreksi. Sekarang, Nexus 5 sudah mendukung fitur rendering pencahayaan High Dynamic Range (HDR) agar gambar bisa lebih detil dan tajam. Fitur yang tak kalah nikmat di Kitkat adalah penghitung dan pendeteksi langkah untuk berjalan, berlari, atau bahkan naik tangga dengan memanfaatkan accelerometer. Fitur ini bisa dikombinasikan dengan aplikasi seperti Runtastic Pedometer.

Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan fitur dan keunggulan yang ditawarkan oleh Nexus 5. Lalu, apa minusnya? Yang pertama adalah memori internal 16 GB tanpa dukungan slot tambahan. Bagi saya yang konsumsi medianya tinggi ini jelas jadi masalah.

Jangankan untuk menyimpan lagu, video, atau gambar, untuk menyimpan aplikasi dan game yang sekarang bisa mencapai ukuran 400 MB-1,2 GB saja sudah tidak cukup. Ingat, memori internal yang terlalu banyak terpakai dapat mengganggu kinerja ponsel secara keseluruhan. Ini membuat Anda dipaksa selektif dan sering-sering mem-backup file ke komputer.

Persoalan lainnya adalah soal harga. Di Amerika Nexus 5 jadi favorit karena harganya yang sangat terjangkau, hanya USD349 (Rp4,2 juta). Tapi di Indonesia banderolnya naik menjadi Rp5.799.000. Meski, dengan rentang harga itu pun Nexus 5 masih sangat kompetitif dibandingkan kompetitor yang ada di pasaran.

Google-Nexus-5-Official-Real-Today-3

Iklan