Apple-Eyes-FreeTeknologi navigasi, infotainment, maupun hiburan mobil tahun depan akan berubah drastis seiring dengan sinergi antara pabrikan automotif dan vendor IT semakin terlihat nyata.

Sejak 2005 Ford sudah meramal ponsel dan pemutar media digital akan menjadi bagian penting bagi kehidupan konsumen. Bersama tim dari Microsoft, mereka mengembangkan Sync, arsitektur berbasis protokol terbuka seperti USB dan Bluetooth yang dapat terhubung dengan perangkat lain. Langkah itu dianggap terobosan pada zamannya.

Dikenalkan pada 2007 di pameran elektronik terbesar dunia CES, Sync menunjukkan bagaimana mobil bisa terhubung dengan iPod, Motorola RAZR, bahkan Palm Treo. Selama 6 tahun berikutnya Sync tetap bertahan karena sifatnya sebagai platform yang bisa di-upgrade.

Sync dapat terkoneksi dengan mudah ke sistem operasi seperti iOS, Android, Windows Phone, hingga BlackBery, digunakan oleh lebih dari 10 juta mobil Ford dan Lincoln di kawasan Asia, Amerika, serta Eropa.

Tak heran jika eksekutif VP global marketing, sales, dan service Ford dan Lincoln Jim Farley menyebut Sync sebagai salah satu fondasi utama Ford. “Sync membuat kami berpikir dan bertindak seperti perusahaan teknologi,” papar Farley. ”Dengan lebih dari 1 miliar pengguna smartphone di seluruh dunia, kami melihat konektivitas mobile akan terus menjadi fondasi dari strategi kami di masa depan,” tambahnya.

Ford mungkin jadi pioner di layanan in-car entertainment dan connectivity systems. Namun, dalam 1-2 tahun terakhir disrupsi teknologi di kedua bidang itu terjadi sangat cepat.

Juni lalu, misalnya, Apple mengumumkan kehadiran iOS in the Car pada 2014 mendatang. Dengan sistem tersebut, maka iPhone akan menadi otak dari sistem hiburan dan navigasi yang ada di dashboard. Begitu dicolok ke mobil, misalnya, dashboard akan bisa menampilkan peta, koneksi data, pesan, dan masih banyak lagi.

Sampai saat itu tiba, Apple juga sudah mengenalkan layanan khusus mobil yang disebut Siri Eyes Free. Dengan layanan yang telah digunakan di Chevy, Honda, dan VW tersebut, pengguna iPhone bisa menggunakan Siri dari dashboard mobil.

Persaingan di in-car entertainment dan connectivity systems semakin sengit ketika Google ikut masuk. Pada CES 2013 di Las Vegas pekan depan, Google bekerja sama dengan Audi akan menunjukkan integrasi Android ke dashboard mobil.

Masuknya Google ini akan berdampak besar pada pasar. Karena tinggal menunggu waktu (kemungkinan 2014) ketika standar platform Android untuk mobil itu dapat di adopsi oleh berbagai pabrikan automotif di seluruh dunia.

Ini akan menjadi persaingan yang menarik. Seperti yang dikatakan Thilo Koslowski, VP Automotif di lembaga riset Gartner, ”pada 2016, sistem in-car entertainment akan menjadi salah satu faktor utama bagi orang sebelum membeli mobil,” katanya.”Sebuah solusi sistem koneksi kendaraan yang sukses akan memberikan nilai tambah terhadap gaya hidup digital penumpangnya,” ia menambahkan.

Thilo juga mengatakan bahwa mobil yang ada saat ini akan berfungsi tak berbeda dengan perangkat bergerak. “Apple dan Google menyadari hal itu dan mereka berlomba untuk membawa teknologi mereka ke dalam kendaraan,” tambahnya.

Dan kemungkinan yang paling dekat adalah membenamkan prosesor di mobil. Hal ini diungkapkan oleh produsen chip ARM Holdings asal Inggris yang mewacanakan untuk membuat chip untuk mobil.

“Kami sedang berupaya untuk merancang integrasi Android ke pabrikan automotif, dimulai dari Asia, berlanjut ke seluruh dunia,’ ujar Rajeev Kumar, direktur global Freescale Semiconductor Inc.

Audi dan Google

audi-works-with-google-to-bring-new-audi-smart-display-tablet-74906-7Audi dan Google  merancang sistem infotainment berbasis platform Android. Menurut Wall Street Journal, pengemudi akan bisa mengakses aplikasi yang serupa dengan smartphone Android dan tablet.

Tapi, seperti halnya Siri Eyes Free milik Apple, solusi infotaintment terbaru itu juga tetap mengedepankan akses perintah suara agar pengemudi tetap berkonsentrasi di jalan. Belum jelas apa saja fungsi lainnya kecuali akan ditenagai prosesor Tegrav keluaran Nvidia yang juga biasa digunakan di tablet.

Ford dan Microsoft

ford-2010107-1024-10-630opFord adalah pelopor di pasar in-car infotainment dan sistem konektivitas mobil lewat kerjasama dengan Microsoft. Sejak 6 tahun silam, Ford mengklaim telah membenamkan sistem Ford Sync di 10 juta kendaraan.

Sejak 2007, Sync dirancang untuk memudahkan koneksi mobil dengan perangkat bergerak, mulai iOS, Android, BlackBerry, hingga Windows. Termasuk fitur baru Sync Applink yang menggunakan teknologi suara.

General Motors dan AT&T

GM-ATT-4G-LTE-626x382Pada Februari 2013 silam, GM mengumumkan bahwa semua model mobil dan truk mereka, baik Chevy, Buick, GMC, dan Cadillac pada 2014 akan dilengkapi layanan LTE milik operator AT&T. Klaim mereka, layanan tersebut akan meningkatkan standar keamanan, keselamatan, diagnosa, juga infotainment.

Bentuk kerjasamanya memang belum jelas. Namun Glenn Lurie dari AT&T mengatakan bahwa koneksi internet berguna misalnya untuk mengunggah data diagnostik kendaraan konsumen ke dealer sebelu servis atau mendukung sistem infotainment.

Nokia HERE

nokia_car-100013978-largeHERE adalah unit bisnis Nokia yang tidak di akuisisi oleh Microsoft. Agustus 2013 silam mereka mulai menawarkan produk ke berbagai vendor. Ada HERE Auto, HERE Auto Cloud, HERE Traffice, hingga HERE Auto Companion. Tujuannya tidak hanya membuat mobil memiliki layanan navigasi, tapi benar-benar terkoneksi.

Mulai memberikan panduan suara (turn by turn) tanpa perlu jaringan internet, menyimpan rute yang biasa dilalui pengguna, memberikan rekomendasi, memberi informasi lalu lintas, bahkan terintegrasi oleh berbagai aplikasi dari pihak ketiga.

Siri Eyes Free

siri-icon-600-001Sistem iOS Siri Eyes Free memungkinkan pengendara menggunakan perintah suaranya untuk mengakses buku kontak di dalam iPhone, membuat panggilan telepon, dan menulis pesan teks hanya dengan mendikte. Selain itu, sistem tersebut akan mengandung banyak aplikasi, seperti yang digunakan untuk navigasi atau pun pustaka musik.

Iklan