34500_01_gartner_wearable_electronics_to_be_huge_at_ces_2014Wearable gadget menjadi salah satu highlight utama perhelatan ajang Consumer Electronic Show (CES) 2014 di Las Vegas, Nevada, pada 7-10 Januari 2014.

Apa yang terjadi dengan kategori wearable gadget ini mengingatkan saya pada kategori tablet di CES 2010. Pada saat itu, pasar menginginkan sebuah perangkat baru berlayar sentuh yang ada disela-sela notebook dan netbook. Tapi, belum ada sebuah produk yang bisa menggetarkan pasar. Namun, para analis dan jurnalis saat itu sudah berani berkata ini: 2010 akan jadi ”tahunnya tablet PC”.

Tepatnya pada April 2010, tiba-tiba Apple mengenalkan iPad untuk kali pertama. Saat itulah pasar benar-benar berubah.

Maka CES 2011 menjadi awal awal bagaimana tablet seolah menjadi kategori pasar baru, yang trennya tetap berlanjut pada 2012. Pada CES 2013, tablet memang masih jadi sorotan. Meski, sorotan lebih besar ada pada phablet.

Nah, skema serupa seperti akan terulang pada kategori wearable gadget. Kendati sudah mulai populer sejak 2012, tapi baru pada CES 2014 ini wearable gadget benar-benar mendapat sorotan. Bisakah tahun ini pasar wearable gadget resmi meledak dan CES 2015 mendatang benar-benar menjadi “tahunnya wearable gadget“?

ces2014wrapupYang pasti, di CES 2014 wearable gadget sudah bisa ditemui di banyak sekali booth. Sejumlah perusahaan yang sebelumnya ragu-ragu, mulai percaya diri dengan memamerkan produk wearable device mereka. Lihat saja LG yang hadir lewat produk penunjang kebugaran bernama Lifeband Touch. Atau lihat bagaimana Sony mengenalkan dua model wearable device sekaligus: Sony Smartband dan Core.

Selain itu, di CES 2014 ini dipastikan teknologi wearable device akan selangkah lebih maju. Misalnya kemudahannya dipakai, lebih baik desainnya, lebih lama daya tahannya, hingga kecepatannya untuk terkoneksi ke jejaring sosial dan cloud. Ini terlihat ketika CEO Intel Corp Brian Krzanich memperlihatkan smart headset dan earbud, menunjukkan bahwa mereka siap menyambut teknologi wearable device. Intel pernah telah merespon pasar smartphone dan tablet, dan rupanya mereka tidak berniat mengulangi kesalahan serupa.

Kepala Consumer Electronics Association Gary Shapiro mengatakan bahwa gelombang wearable devices saat ini masih dalam fase awal. Ia mengibaratkannya seperti “iPod generasi pertama: tebal, berat, dan tidak keren,” ujarnya. ”Tapi liat apa yang terjadi kemudian? Semakin ramping, semakin baik,” katanya.

Wearable computing berfungsi sebagai komputer kecil. Bisa menjadi gelang, kalung, kacamata, atau perangkat lain yang bisa dikenakan di tubuh. Programmer bisa menciptakan aplikasi yang terhubung di perangkat tersebut, melalui fitur seperti GPS, gyroscope, kompas dan WiFi. Berbeda dengan aplikasi di smartphone yang lebih banyak memaksimalkan perangkat sentuh.

Salah satu pendorong popularitas wearable device selama 1-2 tahun terakhir ini adalah ketersediaan berbagai sensor yang disebut microelectromechanical systems (MEMS) yang harganya semakin terjangkau. Sensor-sensor itulah yang dapat merespon accelerometer, gyroscope, tekanan, suhu udara, hingga kadar gula darah.

Menurut co-founder Broadcom Corp Henry Samueli, sensor-sensor yang ada di wearable device akan terus berkembang dalam beberapa tahun kedepan hingga dapat melacak hal-hal yang semakin rumit dengan cara yang lebih sederhana. “Saya pikir teknologi wearable akan semakin dewasa pada 2014, dan banyak perusahaan yang akan melihat hal ini sebagai sebuah bisnis menguntungkan,” ujar J.P. Gownder, analis Forrester Research.

Dari sisi developer, Niccolo DeMasi, CEO Glu Mobile menyebut bahwa saat ini pihaknya dan banyak perusahaan lain sedang mengembangkan aplikasi yang dirancang khusus untuk wearable device.

”Sebuah ekosistem aplikasi baru akan segera lahir,” ujar Shawn Hardin, CEO Mind Pirate, yang akan merilis game pertama di Google Glass: Global Food Fight. Glu juga sudah menyiapkan game puzzle kata bernama Spellista untuk Google Glass. Game tersebut menggunakan perintah suara dan gerakan kepala (sensor gyroscope).

Lebih dari 2.000 pengembang, termasuk Glu, mendapatkan akses untuk membuat aplikasi di Google Glass. Game Global Food Fight juga berbasis suara dan gerakan kepala, serta dapat dimainkan oleh beberapa orang sekaligus. Aplikasi dan game acap mempopulerkan sebuah hardware, menjadi pengikat atau alasan bagi konsumen untuk membeli sebuah game.

”Sekarang ini masih terlalu dini. Tapi, pada 2017-2027 nanti akan menjadi gelombang wearable device, entah datangnya dari jam tangan atau kacamata,” ujar DeMAsi.

Sejauh ini, wearable device populer oleh perangkat penunjang fitness seperti Fitbit, Jawbone Up, serta Nike Fuelband. Kemudian ada Google Glass yang rencananya akan dirilis tahun ini. Sementara smartwatch menjadi kategori yang kian populer lewat kehadiran Galaxy Gear dan Sony Smartwatch 2.

461255441Di CES 2014, akan lebih banyak lagi smart wearable device yang dipamerkan. Juniper Research memperkirakan lebih dari 130 juta unit wearable devices akan dikapalkan pada 2018. Sementara kategori smart glasses saja pada tahun yang sama akan mencapai 10 juta unit.

Meski demikian, tren ini seperti telur dan ayam. Sebagian developer menganggap wearable devices masih terlalu dini. Ada halangan seperti harga yang terlalu mahal, daya tahan baterai, dan hal-hal lainnya.

CEO ZeptoLab Misha Lyalin yang menciptakan Cut the Rope menyebut saat ini developer masih menganggap wearable sebagai proyek R&D. “Untuk bisa sukses, Anda harus memiliki platform yang akan masih,” ungkap Lyalin. “Terlalu dini untuk bertaruh ke wearable,” katanya.

Meski, managing director Lightspeed Venture Partners Jeremy Liew, mengatakan bahwa mereka tidak ingin ketinggalan kereta. “Saat ini Google Glass memang belum jadi platform masal. Tapi, ketika wearable device nanti booming, perusahaan yang akan sukses saat itu akan dibangun diatasnya. Karena itu kami memulai sekarang,” ujarnya.

Lightspeed baru saja berinvestasi senilai USD1 juta ke Lark, perusahaan perintis yang membuat gelang dan aplikasi untuk melacak aktivitas tidur dan olah raga.

Analis industri memperkirakan pertumbuhan wearable device ini luar biasa. Lembaga riset IHS, misalnya, memperkirakan pasar global wearable—termasuk produk kesehatan seperti alat bantu dengar dan monitor jantung—akan mencapai USD30 miliar pada 2018. Pada 2013 lalu, nilai pasarnya diperkirakan hanya USD10 miliar.

Wearable Device:

Newest Innovations In Consumer Technology On Display At 2014 International CESWellograph berfungsi sebagai perangkat tunggal untuk merekam dan menampilkan informasi dalam bentuk infografis. Arloji tersebut dapat merekam denyut jantung, menjadi stopwatch dan pedometer, bahkan mengukur kalori yang dibakar. Semua informasi dapat direkam selama 4 bulan. Wellograph mulai dijual pada April 2014 dengan banderol USD320.

Newest Innovations In Consumer Technology On Display At 2014 International CESShine buatan Misfit ini dapat mengukur jumlah kalori, langkah, jarak, dan kualitas tidur penggunanya. Gelang tersebut juga anti air, sehingga bisa digunakan untuk berenang. Harga banderolnya mulai USD100. 

Newest Innovations In Consumer Technology On Display At 2014 International CESPerangkat Tao Wellness WellShell (kanan) menampilkan sejumlah informasi melalui layar smartphone. Tao Wellness berfungsi sebagai perangkat berolahraga isometrik (kontraksi otot yang tidak mengalami perubahan). Pengguna cukup menekan alat tersebut, dan hasilnya bisa ditampilkan melalui smartphone dengan sistem operasi iOS maupun Android.

AFP-FOT-201401-7811Marketing Manager AcousticSheep LLC Casey Macioge mengenakan aksesoris headband yang disebut RunPhones. Selain nyaman dikenakan untuk berolahraga, RunPhones juga terbuat dari bahan lembut dan menyerap keringat. Di dalamnya juga ada earphone untuk mendengarkan musik.

Newest Innovations In Consumer Technology On Display At 2014 International CESExecutive Vice President Sony Corporation sekaligus Presiden dan CEO Sony Mobile Communications Kunimasa Suzuki memperlihatkan Sony SmartBand dan Core. SmartBand berbentuk gelang untuk merekam aktivitas kebugaran seperti Jawbone Up atau Nike Fuelband. Sedangkan fungsi Core diklaim sebagai life-tracking.

Newest Innovations In Consumer Technology On Display At 2014 International CESCEO Intel Corp Brian Krzanich memperlihatkan smart headset dan earbud keluaran Intel yang selain berfungsi sebagai pemutar musik, juga merekam denyut jantung dan nadi. Ini menegaskan bagaimana Intel siap menyambut pasar wearable device.

Iklan