Seorang model memperlihatkan ponsel Nokia Lumia 1320.
Seorang model memperlihatkan ponsel Nokia Lumia 1320.
Tahun ini kata ”phablet” menjadi salah satu kata baru yang dimasukkan ke dalam Oxford Dictionaries Online. Dan hal itu memang beralasan. Phablet adalah kategori yang pertumbuhannya paling tinggi, bahkan hingga 2014 mendatang.

Mulanya Apple memang bersikeras untuk tidak membuat smartphone dengan ukuran layar lebih besar. Salah satu pertimbangannya, layar yang terlalu besar itu tidak akan nyaman untuk dinavigasikan. iPhone 5 dan iPhone 5s pun tidak mengalami perbesaran berarti, yakni hanya 4 inci.

Meski demikian, analis Jefferies LLC Peter Misek menyebutkan bahwa iPhone 6 yang akan diluncurkan pada 2014 mendatang akan mengalami perubahan drastis dalam hal desain. Termasuk juga ukuran layarnya yang diperkirakan mencapai ukuran diagonal 4,8 inci.

Analis lain David Hsieh dari DisplaySearch berspekulasi bahwa Apple akan merilis ponsel yang ukuran layarnya mencapai 5,7 inci. Kategori hibrida antara ponsel dan tablet ini belakangan kian populer, khususnya di kawasan Asia Pasifik, termasuk juga Indonesia.

Menurut IDC, penjualan ponsel berlayar besar ini di kawasan Asia Pasifik sudah mengalahkan penjualan tablet maupun laptop. Dan ya, fakta ini bisa dilihat bagaimana agresifnya para vendor merilis ponsel berlayar besar sepanjang 2013.

Lembaga riset lainnya, Canalys, berkesimpulan serupa. Canalys memperkirakan ada 250 juta smartphone yang dikapalkan ke seluruh dunia pada kuartal ketiga 2013. Sekitar 22 persen dari angka tersebut adalah ponsel yang memiliki ukuran layar diatas 5 inci.

Jika diubah dalam bentuk unit, maka total ada 56 juta unit ponsel berlayar besar yang dikapalkan ke seluruh dunia dalam tiga bulan terakhir. Tahun lalu, jumlah itu hanya mencapai 45 juta unit. Kenaikannya mencapai 24 persen.

Dari 56 juta ponsel berlayar besar itu, sekitar 66 persennya adalah phablet yang memiliki layar berukuran 5 inci. Sementara 31 persennya adalah ponsel yang layarnya berada diantara 5 inci dan 6 inci. Untuk ponsel dengan diagonal 6 inci keatas masih sangat kecil, hanya 3 persen saja.

”Tren ini antara lain dipicu oleh Samsung, yang mendominasi ponsel berukuran layar besar,” demikian penjelasan Canalys dalam keterangan resmi mereka.

Samsung bahkan memiliki kategori berbeda dalam memasarkan produk mereka berdasarkan ukuran layarnya. Ada Galaxy S untuk layar dibawah 5 inci kebawah, Galaxy Note untuk layar 5 inci-6 inci, serta Galaxy Mega untuk 6 inci hingga 8 inci.

Meski demikian, kompetitor seperti Sony, Huawei, Nokia, serta HTC tidak kalah agresif dengan melepas berbagai tipe ponsel berlayar besar ke pasaran. Sony, misalnya, baru saja merilis Xperia Z Ultra dengan layar berukuran 6,8 inci.
Jingwen Wang, peneliti dari Canalys menilai bahwa kategori layar 6 inci keatas akan semakin populer di kuartal keempat 2013 lewat kehadiran Nokia yang baru saja merilis Lumia 1320 dan Lumia 1520. Kedua ponsel tersebut sama-sama mengusung layar 6 inci.

”Tahun depan, kawasan Asia Pasifik akan terus haus ponsel berlayar besar. Sebab, karakter pasar emerging market memang seperti ini,” ujarnya. ”Penetrasi PC masih rendah, koneksi internet cepat dirumah terbatas, penetrasi jaringan mobile tinggi, serta rendahnya penetrasi jaringan Wi-Fi membuat tablet atau perangkat yang hanya berbasis Wi-Fi saja kurang diminati,” tambah Wang.

Analis lain dari IHS Electronic, Daniel Gleeson, setuju bahwa phablet akan terus tumbuh di kawasan Asia. Bahkan, menjadi salah satu penunjang pertumbuhan pasar. Menurut Gleeson, kunci dari pertumbuhan phablet adalah harga. Produk phablet yang berada di rentang Rp2 jutaan kebawah akan mendapatkan traksi tinggi.

”Hal ini menunjukkan bahwa perangkat bergerak sekarang tidak hanya berfungsi untuk berkomunikasi saja, tapi juga untuk konsumsi media,” kata Gleeson.

Iklan