Sony Corp's President and Chief Executive Officer Hirai presents a new Sony Xperia Z1 smartphone during it's world premier at the IFA consumer electronics fair in BerlinSony Xperia Z1 memberi apa yang diinginkan oleh pengguna kelas premium. Smartphone berlayar lebar dan tajam, tenaga kencang, tahan air, dan memiliki salah satu sensor kamera terbesar di kelasnya.

Tak lama setelah Sony merilis Xperia Z pada Maret 2013 silam, model baru Xperia Z1 kembali menyapa pasar Indonesia. Pertama dikenalkan di ajang IFA 2013 pada September 2013, dan mulai dipasarkan di Indonesia sejak Oktober kemarin dengan banderol harga Rp8,5 juta.

Dibandingkan Xperia Z, Z1 yang mengusung nama sandi Honami (artinya “berlayar”) ini mendapat perombakan total dari segi fitur, desain, maupun spesifikasi.

Jika Xperia Z diibaratkan sebagai Mercedes-Benz C-Class, maka Xperia Z1 adalah seri C-Class AMG. Kendati ukuran layarnya sama-sama 5 inci, Xperia Z1 memiliki performa yang jauh lebih tinggi.

Mulanya memang ada sedikit kebingungan soal ukuran layar Z1 ini yang dikira lebih besar dari 5 inci. Sebab, secara dimensi Z1 terlihat sangat bongsor jika dibandingkan Xperia Z ataupun Samsung Galaxy S4. Ternyata, layar Z1 memang hanya 5 inci. Kesan bongsor itu karena bezelnya lebih lebar, lebih tebal, dan lebih berat.

Klaim Sony, Z1 harus lebih tebal dan berat untuk menampung sensor kamera baru yang ukurannya lebih besar dibanding rata-rata sensor kamera smartphone yang ada di pasaran saat ini. Terus terang butuh waktu bagi saya untuk beralih dari Samsung Galaxy S4 yang punya ketebalan cuma 7,9 mm, berat 130 gram, dan lebar 69,8 mm itu ke Z1 yang tebalnya 8,5 mm, berat 169 gram, dan lebar 74 mm.

Butuh terbiasa untuk menggenggamnya, menavigasikan menunya, juga terbiasa untuk mengetik dalam waktu lama di layar sentuhnya. Tangan lekas capek untuk menyangganya. Saya juga kesulitan untuk menggenggam dan menavigasikan menu dengan satu tangan. Untunglah, begitu terbiasa, saya terus menerus mendapat kejutan ketika menelusuri satu demi satu fitur yang tersemat di Z1.

Desain Z1 disebut Sony sebagai ”Omni-Balance”, berfokus menciptakan keseimbangan dan simetris di semua sudut. Bagian tepi Z1 membulat, dengan permukaan reflektif di depan dan belakang.

A Sony Xperia Z1 smartphone and a SmartWatch 2 are pictured at the Sony booth during a media preview day at the IFA consumer electronics fair in BerlinJika bodi Xperia Z menggunakan material kaca dan plastik, maka endoskeleton dari Z1 memakai rangka alumunium. Tidak hanya menambah kesan elegan dan premium, namun juga terasa lebih kokoh dan rigid. Tombol power tepi kanan untuk menyalakan ponsel juga terinspirasi dari desain arloji mewah. Jika Xperia Z sangat maskulin, maka Z1 maskulin plus premium.

Belajar dari Z1, Sony menggunakan bahan plastik yang lebih kokoh untuk menutup port USB, serta slot SD card dan SIM card supaya tahan “direndam” di air hingga 1,5 meter selama 30 menit. Headphone jack-nya tetap dibiarkan terbuka karena sudah mendapatkan coating (pelapis) anti air khusus. Dan Anda selalu bisa membeli aksesoris charger terpisah agar tidak selalu membuka-tutup port USB charger-nya.

Bicara spesifikasi Xperia Z1 memang menyenangkan. Sebab, semua yang ada di ponsel ini adalah ekstrak terbaik dari semua teknologi yang dimiliki oleh Sony.

Layarnya, sudah menggunakan resolusi full HD 1080 x1920 dengan kepadatan 441 piksel per inci. Piksel yang ada di layar Z1 sama dengan HDTV berukuran 32 inci di rumah Anda. Dua teknologi ini menjaga kualitas konten yang ditampilkan di layar: Triluminos dan X-Reality Engine.

Soal performa, seperti yang saya singgung diatas, Z1 mengusung “mesin” berperforma tinggi dengan prosesor quad-core Snapdragon 800 processor 2.2 GHz milik Qualcomm, serta RAM 2 GB. Game-game yang butuh memori dan grafis tinggi dilibas dengan cepat.

Dan dalam kinerja tinggi (multi-task), ponsel ini tidak pernah benar-benar panas seperti halnya Galaxy S4. Panas, yang pada ponsel umumnya dihasilkan dari prosesor, transceiver, serta kartu grafis, adalah musuh besar baterai litihum-ion yang digunakan di smartphone. Panas berlebihan akan menguras daya baterai dengan cepat serta umur baterai (dalam jangka waktu lama).

Karena itu, dengan baterai 3.000 mAh (23% lebih besar dari Xperia Z), saya rasakan benar bahwa Xperia Z1 memiliki konsumsi daya sangat irit. Saya hanya butuh 2x charge dalam sehari. Sedangkan saya selalu harus mencolok Galaxy S4 setiap bertem stop kontak.

Modifikasi UI yang dilakukan Sony di Android 4.2.2 termasuk favorit saya. Tampilannya sederhana, fungsional, dan mudah di akses. Tapi, fitur yang diunggulkan di Z1 tentu saja kamera beresolusi 20,7MP, yang langsung menegaskan positioning Sony di persaingan smartphone bersensor besar seperti Nokia lewat 1080.

Z1 menggunakan sensor 1/2.3 inci (6.17 x 4.55 mm), standar yang digunakan di sensor kamera saku digital seperti Canon IXUS 255 HS bahkan Samsung Galaxy Camera. Sedangkan ukuran sensor smartphone standar umumnya hanya 1/1.2 inci (Nokia 808), 1/3 inci (HTC One), dan 1/3.2 inci (iPhone 5).

Berbeda dengan ukuran MP yang tidak selalu jadi tolak ukur kualitas sebuah kamera, penentuan kualitas sensor cenderung linier. Logikanya sederhana, semakin besar sensor, semakin banyak cahaya yang bisa direkam, semakin banyak pula informasi yang bisa di dapat. Ini adalah fakta. Sensor yang lebih besar juga memudahkan untuk mengambil gambar bokeh. Nikon D600 dan Canon 6D, misalnya, menggunakan sensor full frame (36 x 24 mm).

Dengan sensor berukuran sama dengan kamera saku digital, Z1 memang lebih prima saat mengambil gambar di pencahayaan rendah. Kameranya mampu mengambil gambar burst hingga 61 frame hanya dalam 2 detik. Apalagi ada tombol shutter di tepi kanan yang walau kecil tetap fungsional.

Secara keseluruhan, Z1 adalah smartphone untuk Anda yang ingin mendapatkan model paling premium yang ada di pasaran saat ini, Anda yang selalu ingin tampil berkelas, serta Anda yang sangat peduli dengan fitur kamera. Danang arradian

Plus :
Sony Corp's President and Chief Executive Officer Hirai presents a new Sony Xperia Z1 smartphone during it's world premier at the IFA consumer electronics fair in Berlin– Desain premium dan sangat berkelas.
– Sensor kameranya sama dengan sensor kamera saku digital.
– Plastik penutup slot diperbaiki, headphone jack tetap anti air walau terbuka.
– Performanya sangat tinggi.
Minus :
– Bezel yang besar dan berat untuk ukuran smartphone 5 inci.
– Harganya lebih mahal dibanding kompetitor.

Kompetitor:
Nokia Lumia 1020
Smartphone Nokia 1020 menonjolkan fitur kamera lewat teknologi PureView, dengan sensor 41 megapixel. Inilah model yang mempopulerkan smartphone dengan teknologi kamera advance. Lumia 1020 diperkirakan akan menyapa pasar Indonesia dalam beberapa pekan mendatang.
Harga: belum diketahui

Samsung Galaxy Note 3
Phablet terbaru Samsung ini memiliki spesifikasi terbaik di kelasnya. Dibekali layar Full HD Super AMOLED 5.7 inci, prosesor Octa Core, RAM 3 GB, serta kamera 3MP. Selain kapasitas 16 GB, Note 3 juga tersedia dalam memori 32 GB.
Harga: Rp8.880.000

Fitur kunci Xperia Z1:
Layar 5 inci full HD, resolusi 1080 x 1920, 441 piksel per inci
Tahan air
Tebal 8.5mm; berat 170g
Prosesor Quad-core, 2.2GHz Snapdragon 800
Kamera 20.7 MP
Memori 16GB storage ( microSD card slot), 2GB RAM
Harga: Rp8,5 jutaan

Iklan