foto 1Semakin mudahnya akses ke internet membuat kegiatan menonton video secara online menjadi sangat penting. Pengguna internet di Amerika menonton lebih dari 39 miliar konten video online selama September 2013. Sekitar 85% dari total pengguna internet di Amerika pada bulan itu paling tidak pernah sekali menonton video secara online, baik di PC, tablet, maupun smartphone mereka.

Di negara seperti India, jumlah konten video online yang ditonton perbulannya menurut comScore hanya 3,7 miliar konten. Tapi, angka itu tumbuh 2x lipat dibanding dua tahun silam. comScore memang tidak melakukan riset khusus di Indonesia. Tapi, tren yang terjadi di India paling tidak tidak jauh berbeda dengan Indonesia karena kondisi sosial-ekonomi yang sangat mirip.

Artinya, konten video dalam beberapa tahun kedepan menjadi konten yang sangat seksi bagi pengguna internet. Hal itu dirasakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang berusaha untuk terus menyempurnakan platform video online mereka, USeeTV.

USeeTV memiliki konten video yang bervariasi. Mulai TV-on-demand, film-film Indonesia, Asia, dan Hollywood yang hadir dalam bentuk video on demand, bahkan tayangan live streaming event tertentu seperti konser ataupun variety show.

Jumat (1/11) silam, mereka berusaha memperkaya konten lewat program yang disebut ”10 PM Show ”. ”10 PM Show ” ini adalah konten video on demand yang tayang setiap pukul 10 malam pada hari-hari tertentu. Isinya beragam sekali, mulai dari kuliner, musik, komedi, gaya hidup, dan masih banyak lagi.

”Kami terus berusaha untuk mencari jenis pola hiburan paling tepat yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia,” ujar EGM Telkom Divisi Solution Convergence Achmad Sugiarto.

Untuk dapat mengembangkan serta memperkaya konten di ”10 PM Show ”, pihak Telkom pun mengajak bekerja sama sejumlah production house maupun komunitas film di Indonesia. Achmad berharap agar USeeTV bisa menjadi peluang, bahkan media baru untuk menampilkan karya kreatif dalam bentuk video on demand.

”Kami sediakan platform-nya, jika ada pihak yang merasa kontennya berharga dan bisa dijual, silahkan dipasang ditempat kami. Mereka bisa mendapatkan keuntungan secara langsung,” ujar Achmad. ”Yang kami tawarkan adalah kesempatan. Misalnya saja sineas idealis/independen yang kesulitan untuk memasarkan konten mereka. Kami ingin UseeTV menjadi rumah bagi industri film lokal,” tambahnya.

Video on demand, sistem yang memungkinkan konsumen untuk memilih sendiri program video atau klip yang ingin ditonton, berfungsi tak berbeda dengan sistem rental. Melalui konsep ini konsumen memiliki kebebasan penuh untuk memilih apa yang ingin ia lihat (menjanjikan kepuasan personal).

Untuk menonton, konsumen bisa mengunduh video atau melakukan streaming. Pembayarannya juga bervariasi, dengan menyewa (rent) atau membeli langsung per tayangan (pay per view).

Bisnis model video on demand ini terbukti sukses di Amerika melalui perusahaan seperti Netflix, Hulu, Vudu, bahkan Amazon. ”Bahkan, berbagai perusahaan di seluruh dunia sudah banyak sekali yang menawarkan konsep ini,” ujar Achmad yang menyebut bahwa konten UseeTV dapat dilihat dari 3 layar berbeda, yakni perangkat portable, laptop, dan televisi, selama ada akses internet.

Andre Christian, co-owner dari rumah produksi Younameit! Productions menilai langkah Telkom dalam membuat platform untuk mewadai para sineas lokal Indonesia ini patut diapresiasi positif. Meski demikian, Andre menilai bahwa pihak UseeTV harus bisa memberikan penawaran lebih dibanding platform over-the-top seperti YouTube. ”Terutama soal keuntungan apa saja yang di dapat oleh sineas ketika memasang konten mereka di UseeTV,” ujarnya.

Iklan