Cyrus Chat menawarkan solusi touch type dan fast, khususnya bagi pengguna yang mau menyebrang ke tren touch screen di perangkat bergerak.
Cyrus Chat menawarkan solusi touch type dan fast, khususnya bagi pengguna yang mau menyebrang ke tren touch screen di perangkat bergerak.
Cyrus Chat, smartphone keluaran PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKN) itu bukan pertama kalinya jadi model yang di desain untuk mengikuti kebutuhan pasar.

Perusahaan yang juga membuat produk modem WiFi, dan MiFi itu pernah membenamkan fitur TV Analog pada tablet ketika koneksi High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) atau 3,5G belum sepopuler sekarang.
Pernah juga mereka mengadopsi model bisnis Amazon lewat tablet Kindle-nya.

Yakni, memasarkan tablet secara ”gratis”, dengan syarat konsumen membeli voucher Indobooks senilai Rp1 juta. Indobooks adalah aplikasi yang memungkinkan konsumen membaca ribuan majalah, buku, maupun koran secara digital melalui smartphone atau tablet mereka.

Tapi yang membuat Cyrus populer tentu saja strategi kemitraan dengan raksasa game asal Prancis, Gameloft. Game keluaran Gameloft yang berat dan umumnya butuh grafis tinggi itu dimodifikasi untuk dapat berjalan di hardware dari smartphone atau tablet milik Cyrus. Alhasil, konsumen pun bisa menikmati game-game berkualitas di perangkat yang harganya terjangkau.

Cyrus Chat, menurut Director Business and Development PT MKN Redi Sopyadi, lahir dari keinginan para konsumen di Indonesia. Konsumen yang disebut Redi tergila-gila dengan aktivitas chatting.

Redi mengatakan, Survei Consumer Insight Nielsen Indonesia baru-baru itu menyebut bahwa rata-rata konsumen Indonesia berinternet selama 189 menit dalam sehari. Dan 94% waktu mereka dihabiskan dengan chatting, baru kemudian disusul browsing (71%) dan ber-jejaring sosial (64%).

Nah, dari kegilaan konsumen terhadap aktivitas chatting itu, ternyata masih ada pasar yang menjanjikan. Pasar itu adalah para pengguna Android yang masih tertatih-tatih untuk menyesuaikan diri dengan permukaan layar full sentuh.

”Tidak semua orang mudah untuk beradaptasi dengan layar sentuh,” ujar Redi. ”Kami menyimpulkan bahwa ternyata masih ada kebutuhan yang besar terhadap keypad QWERTY,” tambahnya.

Siapa saja mereka? Ada orang dewasa yang terbiasa dengan keypad, eksekutif muda yang tingkat chatting-nya sangat tinggi, juga pengguna umum yang disebut “belum adaptif”. ”Mereka ini adalah contoh konsumen yang belum bisa meloncat sepenuhnya ke layar sentuh,” tutur Redi.

Cyrus Chat, diklaim Redi memiliki kibor QWERTY nyaman. Konsumen juga dapat mengombinasikan fungsi sentuh di layar 3,5 inci-nya. Karena menggunakan platform Android Jelly Bean, maka pengguna dapat memanfaatkan aplikasi chatting seperti Line, WhatsApp, KakaoTalk, dan BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android yang hadir dalam waktu dekat. ”Smartphone ini tentu saja akan sangat membantu produktivitas,” beber Redi.

Smartphone tersebut dibekali kamera utama 5 MP (dan 2 MP di depan) dibanderol dengan harga Rp1,5 jutaan, sudah mendapat bonus data simPATI sebesar 2GB selama 12 Bulan (Total 24GB selama 1 Tahun).
”Pelanggan Telkomsel cukup dominan di kalangan ”establish conservative”. Mereka punya uang, tapi tidak bisa lepas dari QWERTY,” ujar Arief Pradetya, ‎GM Device Bundling & Customization Strategy Telkomsel. ”Sebaliknya, ponsel tersebut juga relevan di segmen yang Telkomsel sendiri tidak terlalu kuat, yakni orang-orang yang menginginkan layar besar tapi bujet terbatas,” katanya.

Cyrus Chat menjadi produk terbaru PT MKN setelah sebelumnya mereka merilis Cyrus Apel, Cyrus Cherry, dan Cyrus Glorry pada 2013. Cyrus Chat sendiri masih dalam tahap pre-order sejak 10 Oktober hingga 31 Oktober mendatang di http://www.telkomsel.com/cyrus. Diperkirakan ponsel tersebut sampai ke tangan konsumen pada 10 November 2013.

Iklan