Logitech G430 ditujukan untuk para gamer serius.
Logitech G430 ditujukan untuk para gamer serius.

Kesempurnaan bermain game tidak hanya dinilai dari jenis game yang dimainkan atau tingginya spesifikasi PC untuk menunjang kualitas grafis. Ada satu hal lain yang sangat krusial tapi sering dinggap remeh: suara in-game.

Tentu menyenangkan memiliki seperangkat sound system dengan kualitas sangat baik. Yang membuat deru suara mesin mobil di Forza Motorsport 4 terdengar begitu nyata, yang membuat desingan proyektil di senapan serbu game Far Cry 3 menjadi menakutkan.

Namun, kecuali Anda memiliki ruangan khusus dengan peredam yang baik, menggeber sound system keras-keras bukanlah pilihan. Apalagi ketika kita bermain game di malam hari.

Lalu bagaimana menghadirkan sensasi suara sound system yang menggelegar itu tanpa bikin pusing tetangga atau orang lain? Satu-satunya cara adalah menggunakan perangkat headset berkualitas.

Memang ada banyak sekali headset dengan kualitas baik yang bisa Anda temui di pasar (tergantung bujet). Meski demikian, tidak semua di desain (tailor made) untuk kebutuhan nge-game. Sebagian besar ditujukan untuk meng-capture keinginan para pendengar musik.

Karena itu, kehadiran headset Logitech G430 Surround Sound Gaming ini membawa pilihan segar bagi para gamers. Dengan pengalaman 20 tahun di industri game, tentu saja Logitech sudah tahu benar apa yang menjadi kebutuhan para gamer.

Itulah yang tertangkap di kepala saya ketika memegang langsung Logitech G430. Dari segi fisik, headset seharga Rp869.000 ini memang tidak memberi kesan premium seperti ketika saya memegang Sony XB MDR-XB920 atau Beats By Dr Dre. Tapi ternyata there is more to than meets the eye.

Desain

Earpiece yang nyaman di telinga, juga bisa dibersihkan dengan cara dicuci.
Earpiece yang nyaman di telinga, juga bisa dibersihkan dengan cara dicuci.

Eksterior Logitech G430 terlihat sangat segar dan playful dengan kombinasi warna hitam-biru muda. Walaupun ukurannya cukup besar, namun bobotnya terbilang ringan.

Hal pertama yang saya suka adalah earpiece yang terbilang sangat nyaman di telinga. Ini penting. Sudah lama saya meninggalkan headset untuk beralih ke model in-ear karena masalah tidak nyaman di telinga. Tekanan earpiece ke telinga luar setelah dipakai beberapa jam membuat telinga jadi kebas dan kadang sakit.

Namun, G430 saya rasa cukup nyaman dipakai karena ear cups-nya yang tebal. Juga ukurannya yang lebar sehingga tidak bersentuhan langsung dengan cuping telinga. Ear cups ini juga dapat dilepas dan dicuci. Di bagian atasnya pun ada busa lagi agar kepala tidak sakit.

Earpiece yang bisa berputar 90 derajat ini membuat fleksibel dan tidak cepat rusak dibandingkan yang kaku. Tersedia pula kontrol pengaturan manual seperti volume serta mute switch microphone jika kita ingin menonaktifkan mikropon. Praktis.

Faktor lain yang saya anggap jenius adalah desain kabel yang menggunakan bahan tidak mudah kusut dan putus. Kabel headset yang panjang dan tipis bagi saya selalu jadi masalah. Selain mudah kusut, juga khawatir jika sewaktu-waktu tertarik dan putus. Walau tampilan kabel G430 ini mungkin “kurang elegan”, tapi inovasi ini benar-benar jadi pemecah solusi. Kabel yang lumayan panjang tersebut diikat dengan velcro.

Fitur

Desain mikroponnya besar, lentur, dan dapat dilipan jika tidak digunakan.
Desain mikroponnya besar, lentur, dan dapat dilipan jika tidak digunakan.
Jika tidak dibutuhkan, mikropon dapat langsung dimatikan.
Jika tidak dibutuhkan, mikropon dapat langsung dimatikan.
Tinggal colok Audio Jack dan Mic ke USB Audio.
Tinggal colok Audio Jack dan Mic ke USB Audio.
Kabelnya tidak mudah kusut dan durable.
Kabelnya tidak mudah kusut dan durable.

Beragamnya fitur menjadikan G430 lebih unggul dibanding kompetitornya. Pertama, saya suka desain mikrofon noise cancelling-nya yang besar tapi lentur dan durable. Ketika tidak dipakai, cukup lipat dan arahkan keluar. Kualitas suara mikroponnya sendiri cukup baik. Kualitas rekam suara saya juga oke. Jujur, saya belum mencobanya untuk berkomunikasi di game FPS online (pemanfaatan terbaik G430), namun yang saya baca di internet review-reviewnya sangat positif.

Kedua, G430 sudah dibekali pilihan kontrol yang variatif. Untuk bermain game di smartphone, saya cukup colok jack audio ke Samsung Galaxy S4. Selain itu, cukup koneksikan USB audio adapter G430 ke PC.

Tombol mute dan volume sangat mudah dijangkau untuk pengaturan audio yang lebih presisi. Khusus untuk Windows, juga ada software bawaan untuk mengatur suara lebih detil.

Ketiga, yang paling saya suka adalah desain earcups dengan bahan kain sport yang lembut di telinga. Seperti yang saya bilang, ini penting karena gamer bisa bermain game selama berjam-jam. Kalaupun berkeringat, ear cup dapat dilepas dan dicuci (direndam air panas). Jadi, saya tidak “jijik” ketika meminjamkan headset ini kepada teman.

Kualitas Suara

Suara 7.1 hanya berlaku untuk game.
Suara 7.1 hanya berlaku untuk game.

Harus diakui, saya agak kecewa ketika menjajal G430 untuk mendengar musik melalui smartphone Samsung Galaxy S4. Bass-nya tidak tebal, kurang bertenaga, dan cenderung standar. Namun, saya buru-buru sadar bahwa sekali lagi G430 dirancang untuk bermain game.

Dan itu terbukti karena saluran Low Frequency Effects (LFE) yang dikenal sebagai 7.1 surround sound baru langsung kick in. Tujuh saluran data audio berlainan direproduksi sesuai rancangan developer game.

Artinya, pengguna akan mendapatkan kualitas suara yang detil dan berlayer-layer. Fitur ini sangat fungsional ketika memainkan game first person shotter (FPS) seperti Counter Strike. Langkah kaki musuh, arah desingan proyektil, suara granat, dan lainnya terdengar dalam potongan-potongan suara berbeda.

Minus

Di rentang harganya, G430 memang mendapatkan cukup banyak fitur kepada konsumen. Namun, kecuali Anda benar-benar orang yang hobi bermain game, setidaknya pikir dulu untuk membelinya.

Desain G (untuk Gaming) yang besar dan warna biru neon mungkin terlihat terlalu “nyante” jika digunakan di kantor. Bisa jadi bos Anda mengira Anda sedang bermain game, walau sebenarnya Anda sedang melakukan conference call dengan staff regional APAC, misalnya.

Kedua, software bawaan Logitech juga hanya tersedia di platform Windows. Saya juga sempat memiliki masalah seperti suara yang hilang-nyala di MacBook Pro saya (sedang saya telusuri penyebabnya).

Ketiga, sekali lagi, kualitas suara maksimal G430 hanya untuk gaming. Jadi, pikir lagi jika kebutuhan Anda lebih banyak digunakan untuk mendengarkan musik. Karena jelas ini buka headset untuk Anda.

Sekali lagi, setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. G430 adalah headset yang dimaksimalkan untuk bermain game. Jika Anda hanyalah seorang casual gamer, headset ini bukan untuk Anda.

Beli dimana:

Cek harga di Bhinneka.com

Review Videonya:

Iklan