Jejaring sosial, chat, serta game adalah model aplikasi yang paling banyak digunakan oleh konsumen di kawasan Asia Tenggara. Sementara Facebook menjadi platform yang paling banyak digunakan.
Jejaring sosial, chat, serta game adalah model aplikasi yang paling banyak digunakan oleh konsumen di kawasan Asia Tenggara. Sementara Facebook menjadi platform yang paling banyak digunakan.

Facebook, jejaring sosial dengan lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia itu sangat sukses di kawasan Asia. Aplikasi tersebut memuncaki daftar Southeast Asia Top 10 Smartphone Apps versi Nielsen.

Survei Nielsen Informate Mobile Insight tersebut digelar di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Dilakukan dengan menggabungkan antara penetrasi dan rata-rata waktu penggunaan per bulan untuk mengukur aplikasi yang paling disukai di suatu wilayah.

Hasilnya, Facebook menduduki peringkat tertinggi sebagai aplikasi smartphone paling disukai di tiga dari empat negara (Indonesia, Malaysia dan Filipina). Aplikasi itu hanya kalah satu peringkat dengan LINE yang sangat populer di Thailand. Line adalah aplikasi chatting buatan perusahaan asal Jepang.

Aplikasi populer lainnya di wilayah Asia Tenggara adalah Google Play Store, YouTube serta LINE, yang termasuk dalam peringkat 10 besar di keempat negara tersebut. Yang mengejutkan adalah ketika game Candy Crush Saga ternyata muncul dalam peringkat 10 besar di keempat negara Asia Tenggara.

Candy Crush Saga sebenarnya dibangun oleh sistem game yang sudah ada lama sekali dan mungkin membosankan: mencocokkan minimal tiga bidang yang sama. Namun, King, developer game tersebut, mengemas gameplay sederhana itu dengan warna-warna kaya, kedalaman cerita, tingkat kesulitan tinggi, level yang sangat banyak, serta fitur sosial hingga membuat game tersebut jadi sangat adiktif.

Survei Nielsen Informate Mobile Insight itu juga mengungkap bahwa pemilik smartphone di Asia Tenggara menghabiskan waktu rata-rata sekitar tigaperempat jam sehari untuk menggunakan aplikasi.

Penggunaan aplikasi paling sering adalah di Malaysia (66 menit per hari), diikuti oleh Thailand (46 menit per hari), Filipina (41 menit per hari) dan Indonesia (40 menit per hari).

“Pentingnya aplikasi dan pengaruhnya terhadap pasar mobile yang sangat kompetitif dewasa ini telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir,” jelas Sagar Phadke, Direktur Nielsen Telecom and Technology Practice di Asia Tenggara, Asia Utara dan Pasifik.

Menurut Sagar, pengguna smartphone di Asia sangat suka dengan aplikasi. Sementara jumlah aplikasi di Asia pun berkembang sangat pesat. “Sehingga memberikan peluang yang luar biasa bagi para brand marketers untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen,” paparnya.

Iklan