Bak Jason Statham di film The Transporter, para jurnalis membawa New Honda Brio 1.2 L A/T melakukan 90 degree drift dengan sangat presisi. Kendati bermesin lebih kecil, ternyata mobil tersebut tidak kehilangan tenaga, performa, serta kelincahannya.

Saya sudah pernah membuktikan betapa lincah dan stabilnya Honda Brio bermesin i-VTEC 1.3 Liter di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, pada pertengahan 2012 silam.

Dalam acara New Honda Brio Media Challenge & Limited Test Driveyang dihelat di Senayan, Jakarta, Kamis (12/9) silam, para jurnalis ditantang untuk mencoba kelincahan serta performa New Honda Brio 1.2 Liter A/T yang menggunakan mesin 100 cc lebih kecil. Bahkan tantangan yang diberikan pun lebih sulit. Tidak sekadar slalom sambil membejek RPM dalam-dalam melewati rintangan cone. Tantangan 90 Degree Drift Challenge kali ini lebih banyak melibatkan kesabaran dan kejelian mengemudi.

Tantangan itu adalah melakukan simulasi parkir paralel diantara dua mobil. Namun, harus dilakukan dengan sekali manuver 90 derajat. Siapa yang tercepat ”memarkir” mobil di slot parkir yang tersedia yang menjadi pemenang (tanpa menyentuh cone, dan ada pinalti jika roda keluar garis). ”Begitu roda depan sudah membelok, jangan ragu untuk menarik rem tangan,” ujar pembalap tim Honda Racing Indonesia Alvin Bahar memberikan tips.

Alvin lantas memberi contoh manuver slidingdengan sangat baik. Mobil berakselerasi dikecepatan 30-40 km perjam, kemudian menikuk tajam dan mendarat di lokasi yang ditentukan dengan sempurna. Tantangan ini terbilang susah-susah gampang. Jika akselerasi terlalu cepat, mobil berisiko menabrak conedan tidak bisa berhenti di tempat yang diinginkan. Sebaliknya, jika terlalu lambat, ban belakang tidak akan ”ngesot” plus berisiko kehilangan waktu.

Di percobaan pertama saya gagal karena menikung terlalu lambat dan terburuburu menarik rem tangan. Akibatnya, mobil berhenti dalam keadaan miring (tidak tepat 90 derajat). Pada percobaan kedua saya lebih berhati- hati dalam berakselerasi. Begitu mendapat isyarat mulai, gas dibejek sambil tetap berkonsentrasi pada tujuan. Kemudian setir sedikit dibelokan ke kiri, dan langsung balas habis ke kanan. Begitu bodi mobil sudah menikung, rem tangan di tarik hingga menimbulkan sedikit bunyi berdecit. Posisi mobil saya memang sudah lurus.

Meski sayang ban kanan belakang ternyata masih menyentuh garis. Keahlian mengemudi saya memang tidak sebaik Jason Statham di film The Transporter, namun, tantangan ini membuktikan bahwa Honda Brio bermesin i- VTEC SOHC 1.2 liter dengan 4 silinder ini tidak kalah baik dengan kakaknya yang bermesin lebih besar. Memang ada penurunan pada tenaga 88 PS berbanding 100 PS (untuk Brio 1.3 Liter), atau torsi maksimum yang berbeda antara 109 Nm pada 4.500 rpm (Brio 1.2 Liter) dibandingkan 110 Nm pada 4.800 rpm untuk varian 1.3 Liter.

Tapi, selebihnya, platformdan basis model yang digunakan persis sama. Termasuk dalam hal stabilitas, handling, akurasi, serta akselerasi model Brio 1.2 Liter yang tidak jauh berbeda dengan apa yang saya rasakan saat menunggangi versi 1.3 Liter di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, tahun lalu. Hal tersebut ternyata dirasakan pula oleh Alvin Bahar. ”Meski spesifikasinya lebih rendah, kualitas Honda Brio 1.2 Liter tetap sama dengan model bermesin 1.3,” ujarnya.

HandlingHonda Brio, menurut Alvin, termasuk yang terbaik di kelasnya. Handlingini penting, karena erat kaitannya dengan kenyamanan dan keamanan. Misalnya manuver yang stabil saat kondisi pengendalian ekstrem seperti menghindari lobang di jalan. New Honda Brio 1.2 L A/T merupakan satu dari beberapa model Brio terbaru yang dirilis oleh PT Honda Prospect Motor (HPM). Model tersebut menggunakan mesin yang sama dengan varian baru Honda Brio Satya yang mengusung label Low Cost Green Car (LCGC).

Brio Satya hadir dalam tiga pilihan, yakni tipe E seharga Rp117 juta, tipe S Rp 111 juta, dan tipe A Rp106 juta. Menurut Marketing and After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy, Brio Satya diperuntukkan bagi first time buyermaupun mereka yang ingin memiliki mobil kedua. ”Harganya yang terjangkau, salah satunya karena kandungan lokal yang ditingkatkan hingga mencapai 85%,” ujar Jonfis.

Adapun untuk mereka yang menginginkan model Brio bermesin 1.2 liter dengan transmisi otomatis bis amemilih New Honda Brio 1.2 L A/T seharga Rp136 juta dan tipe S A/T yang dibanderol Rp131 juta. Untuk Honda Brio bermesin 1.3 Liter, kini mengusung nama baru Honda Brio Sports. Harganya mulai Rp169 juta untuk tipe E M/T dan Rp179 juta untuk tipe E A/T.

Semua model Honda Brio telah dibenamkan fitur keselamatan yang lengkap. Termasuk Dual SRS Airbags, Pretensioner Seatbelt with Load Limiter, peranti pengereman ABS + EBD, Struktur rangka bodi G-Force Control (G-CON), dan masih banyak lainnya. ”Honda Brio di desain agar mudah dikendalikan oleh siapa saja,” tutur Alvin Bahar di akhir acara.

Dan itu terbukti, karena ternyata sebagian besar jurnalis berhasil menaklukkan tantangan 90 Degree Drift Challenge ini. Bahkan, beberapa dari mereka dapat melakukannya hanya dengan sekali coba!