lenovo-header-yoga-pro-2-650x0Laptop hybrid atau convertible berbentuk seperti laptop, tapi juga dapat diubah fungsinya menjadi tablet. Kategori ini baru populer sejak 2-3 tahun belakangan seiring dirilisnya Windows 8 dengan dua tampilan (user-interface) yang salah satunya memang dioptimalkan untuk sentuhan.

Maka, lahirlah apa yang disibut hybrid atau convertible PC, yang jadi bentuk atau upaya para vendor untuk melahirkan laptop berlayar sentuh namun tetap mudah digunakan oleh pengguna. Keunggulan convertible PC adalah mampu menggabungkan heavy creation (kegiatan produktif) dan instant consumption (konsumsi masif).

Karena baru, pasar kategori ini masih sangat kecil. Namun, Lenovo yang saat ini menjadi vendor PC no 1 dunia melihat komputer hibrida ini sebagai solusi masa depan. Solusi untuk memenangkan kembali hati konsumen yang telah berpaling dari PC ke tablet yang lebih tipis, ringin, dan mobile.

Di pameran IFA 2013 belum lama ini, Lenovo memperlihatkan rangkaian produk yang dibuat beradasarkan platform hybrid PC Yoga mereka. Tujuannya untuk meraih pengguna yang ingin memakai laptop mereka di kantor, di tempat tidur, bahkan di dapur.

”Cara konsumen menggunakan PC telah berubah,” jelas Gianfranco Lanci, presiden Europe, Middle East dan Africa Lenovo, di Berlin.

Yoga terbaru Lenovo adalah Yoga 2 Pro, yang memiliki layar 13 inci, QHD+ touchscreen display dengan resolusi 3200 x 1800 piksel, webcam 720p, prosesor Intel Haswell Core i7 ULT, RAM 8GB DDR3L, memori internal 512GB SSD, dan baterai 6 jam. Dengan spesifikasi masif itu, Yoga 2 Pro yang ditujukan untuk pebisnis layarnya dapat dilipat ke belakang. Varian lainnya adlaah Thinkpad Yoga dan Flex, yang akan dirilis tahun ini juga.

Pada 2005, Lenovo mengakusisi bisnis komputer IBM, dan sejak itu pasar mereka terus membesar, bahkan menggeser HP sebagai vendor PC no 1 dunia dengan market share 16,7 persen. Kendati demikian, seperti hanya HP dan vendor lainnya, Lenovo juga berdarah-darah dalam menjual desktop dan laptop mereka seiring peralihan konsumen ke smartphone dan tablet.

Di IFA 2013 pula Lenovo mengenalkan smartphone Vibe X dan tablet S5000. Kendati bisnis smartphone mereka terus tumbuh dengan cepat, namun Lanci tetap menegaskan bahwa inti bisni Lenovo tetap di PC.

Iklan