GS4_vs_HTC_One_Screens_rs_610x406Jenis layar smartphone adalah spesifikasi yang paling bikin pusing. Ada ClearBlack, 1080p, Retina Display, AMOLED, Super LCD, dan masih banyak lagi. Penyebutan yang terlihat seperti gimmick marketing ini sebenarnya untuk menyederhanakan penjelasan teknis yang mungkin sangat rumit. Nah, berikut ini adalah penjelasan terhadap beberapa layar smartphone yang terkadang penamaannya terlalu sophisticated padahal konsumen sendiri tidak terlalu paham akan fungsi atau fitur yang mereka dapat.

Ragam Layar Smartphone

Retina Display
Penamaan Apple untuk menyebut layar LCD mereka yang memiliki resolusi 1,136×640 piksel.

HD Super AMOLED
Sebutan Samsung untuk layar berdefinisi tinggi yang menggunakan teknologi OLED.

1080p
Resolusi tertinggi yang jamak digunakan di produk smartphone, dengan resolusi 1,920×1,080 piksel atau biasa disebut full HD.

720p
Resolusi ini masih termasuk dalam high definition (HD), meski resolusinya lebih rendah. Yakni 1,280×720 piksel.

Supersensitive atau ultrasensitive
Teknologi layar yang begitu sensitif hingga pengguna dapat menavigasikan menu hanya dengan kuku jari atau bahkan sarung tangan.

PureMotion HD+
Sebutan Nokia untuk resolusi layar 1,280×768 piksel dalam produk smartphone mereka.

ClearBlack
Sebutan filter antiglare Nokia yang diaplikasikan ke layar.

Super LCD
Layar LCD yang dirancang khusus sehingga lebih irit konsumsi daya, warna lebih lembut, dan tetap terang di luar ruangan.

IPS
Singkatan dari In-plane switching. Ini adalah teknologi pada layar  LCD untuk memproduksi kualitas gambar lebih tajam, serta sudut pandang penghliatan lebih lebar.

Anatomi Layar Smartphone
Sederhananya, layar smartphone terdiri dari beberapa lapis material yang berbeda. Di material dasar ada elemen pencahayaan (backlight/lampu latar untuk layar LCD), kemudian diatasnya ditambahkan lapisan TFT (thin-film transistor) yang menyerap daya listrik untuk membuat piksel pada layar memendar. Kemudian ada panel yang sensitif terhadap sentuhan, berbagai film dan filter yang dapat mengurangi silau, dan kaca pelindung seperti Gorilla Glass.

LCD vs OLED
Dua aliran layar LCD dan AMOLED/OLED ini selalu di adu, mana yang lebih baik dari lainnya. LCD bertindak sebagai katup untuk memungkinkan backlight mengalir layar. Sedankan AMOLED/OLED memakai active-matrix organic light-emitting dioda untuk memendarkan cahaya. Secara teknis keduanya memang kompleks. Tapi, bisa dibedakan berikut ini:

Layar LCD aktif dengan backlight yang sifatnya selalu menyala. Teknologi ini menggunakan cahaya untuk menciptakan warna hitam, putih, atau warna-warna lainnya. Pada layar LCD yang canggih, warna dapat diproduksi sangat akurat. Meski, pihak manufaktur umumnya mengkalibrasi kandungan merah, biru, dan ungu lebih rendah agar ponsel tidak boros daya. Teknologi layar LCD umumnya juga mampu bertahan lebih lama, hingga ribuan jam penggunaanya.

OLED tidak memerlukan cahaya untuk memproduksi warna hitam. Hanya warna putih dan warna-warna lainnya. Karena itu, OLED disebut lebih hemat daya (karena tidak perlu energi untuk memproduksi warna hitam). Hitam yang diproduksi pun bisa sangat pekat.

Layar OLED juga disebut lebih cerah dan terang. Meski, terkadang warna-warna pada OLED disebut terlalu ”menor”. Para ahli menyebut OLED lebih cepat rusak dibandingkan LCD. Terutama terkait keseimbangan kombinasi warna. OLED juga cenderung lebih mahal dibanding LCD. Karena itu, perusahaan seperti HTC yang produksinya terbatas, mau tidak mau beralih dari AMOLED ke LCD.

Kepadatan Piksel
Logikanya, semakin banyak piksel yang dibenamkan di setiap inci layar (pixel per inch/ppi), semakin baik pula kualitas gambar. Sehingga, jika layar yang kecil akan terlihat lebih tajam dibanding layar besar jika kedua layar itu memiliki kepadatan piksel yang sama.

Apple sendiri mengklaim mata manusia tidak dapat mengenali lebih dari 326 piksel per inci. Sebagai catatan, layar beresolusi 1080p HD di smartphone berukuran 5 inci umumnya memiliki kepadatan piksel 300 hingga 400 ppi.

Bagaimana dengan tablet? Jangan khawatir, Anda tidak perlu kepadatan piksel yang sama di tablet. Sebab, umumnya pengguna tidak melihat layar sebuah tablet dalam jarak sedekat smartphone yang form factornya lebih kecil. Jadi, kepadatan piksel di tablet walau penting, namun tidak berpengaruh besar.

Perbedaan Fitur 

HTC One

Menggunakan layar 4,7 inci, beresolusi 1920×1080 piksel, dengan kepadatan 468 ppi.

Samsung Galaxy S4

Menggunakan layar 5 inci, beresolusi 1920×1080 piksel, dengan kepadatan 441 ppi.

iPhone 5

Menggunakan layar 4 inci, beresolusi 1136×640 piksel, dengan kepadatan 326 ppi.

Iklan