TabletBisa jadi metode belajar-mengajar menggunakan perangkat tablet di Indonesia datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Bukan tidak mungkin pula dalam waktu dekat buku pelajaran berlahan mulai digantikan dengan e-books.

Buku Sekolah Elektronik (BSE) adalah salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuat buku pelajaran dengan standar nasional menjadi terjangkau bagi semua kalangan masyarakat Indonesia.

Langkah itu sudah dilakukan oleh Kemendikbud sejak 2008 dengan membeli hak cipta lebih dari 1000 buku pelajaran SD, SMP, SMA dan SMK untuk disebarkan gratis bagi para pelajar dan guru di seluruh Indonesia.

Sayangnya, selama beberapa tahun program tersebut kurang bisa berekskalasi lantaran perangkat PC yang digunakan untuk membaca buku elektronik masih sangat terbatas.

Sejak kehadiran komputer tablet pada 2010, muncul harapan baru terhadap metode pembelajaran menggunakan BSE. Perangkat tablet yang ringan, mudah digunakan, irit konsumsi daya, serta mudah dinavigasikan dengan jari dinilai cocok digunakan sebagai media untuk membaca e-book. Baik bagi guru maupun para pelajar.

Sayangnya, butuh waktu cukup lama hingga harga tablet bisa terjangkau oleh masyarakat luas. Dan waktu itu adalah sekarang, dimana harga sebuah tablet tak lagi jutaan rupiah, namun hanya beberapa ratus ribu saja.

Aplikasi Pembaca

android_buku_bse_02Potensi yang luar biasa ini dilihat oleh Mahoni.com, salah satu pengembang aplikasi profesional terbaik di Indonesia. Perangkat tabletnya sudah tersedia, sedangkan buku pelajaran elektronik pun siap disebar. Tapi, ternyata masih ada missing link. Yakni, bagaimana pelajar atau guru bisa mendapatkan BSE melalui perangkat tablet mereka?

Maka, perusahaan yang sudah membuat berbagai aplikasi laris untuk iOS dan Android itu mengambil inisatif. Sejak Juni 2013 silam Mahoni.com memulai proyek probono alias non profit untuk mengisi missing link tersebut.

Tim Mahoni.com menciptakan aplikasi yang disebut dengan Buku BSE untuk platform iOS dan Android.    Aplikasi tersebut dikerjakan sejak 7 Juni 2013 dan siap pada 15 juli 2013, bersamaan dengan Tahun Ajaran Baru 2013/2014

Aplikasi gratis tersebut tidak hanya berfungsi untuk membaca BSE dengan mudah, praktis dan cepat. Namun, bisa juga digunakan untuk mengunduh total 1000 BSE yang telah disediakan oleh Kemendikbud langsung dari server lokal milik mereka. Setelah diunduh, buku-buku pelajaran elektronik tersebut bisa dibaca tanpa membutuhkan jaringan internet.

Lebih Hemat

Aplikasi Buku BSE resmi diluncurkan pada pertengahan Juli 2013 silam bersamaan dengan tahun ajaran baru sekolah. Ginting S dari Mahoni.com mengatakan, pihaknya mendapat banyak permintaan dari berbagai pihak untuk membuat aplikasi pembaca Buku BSE.

”BSE sangat sulit di akses. Sulit mengunduhnya, repot membacanya di komputer, dan lama pula prosesnya,” ujar Ginting. Akhirnya, tim Mahoni.com yang pernah membuat aplikasi pembaca 10 ribu Undang-Undang, Themis Reader, itu berinisiatif untuk mengawali.

Mengapa? ”Cepat atau lambat buku cetak akan digantikan oleh buku digital, kenapa tidak secepatnya dimulai?,” ujar Ginting yang menyebut bahwa iPad sendiri telah terbukti menjadi perangkat yang melengkapi metode pembelajaran di sekolah-sekolah di Amerika.

Ginting mengatakan, data Kemendikbud menunjukkan bahwa total omset peredaran buku pelajaran di Indonesia diperkirakan mencapai Rp12 triliun dalam setahun. Angka tersebut akan bisa dihemat melalui BSE di perangkat tablet.

android_buku_bse_01Saat ini harga tablet merek lokal berukuran 7 inci sudah menembus Rp700 ribu di mal-mal perbelanjaan. ”Kami yakin harganya bisa ditekan dibawah Rp500 ribu per unit. Harga yang terjangkau ini akan memudahkan pelajar atau guru untuk memilikinya,” ujar Ginting yang juga mengatakan bahwa BSE dapat juga diunduh gratis di situs mereka, http://www.bse.mahoni.com.

Setelah memiliki tablet, orang tua bisa memasukkan semua koleksi buku BSE di tablet anak. ”Misalnya ada 50 buku, semua bisa masuk ke tablet dan dijadikan referensi untuk membantu pembelajaran,” katanya.

Tapi, bagaimana dengan update kurikulum baru? Ginting juga menjadin bahwa server yang mereka sediakan akan terus memberikan update terhadap buku-buku terbaru Kurikulum 2013. Bahkan, saat ini sudah ada 77 BSE berbasis Kurikulum 2013. danang arradian

 Mengapa tablet untuk Pembelajaran?

–       Perangkat tablet ringan dan mobile, mudah dinavigasikan, serta tahan lama. Sehingga cocok digunakan untuk membantu media pembelajaran. Siswa tak lagi harus membawa buku diktat yang berat.

–       Siswa menjadi lebih terbuka terhadap teknologi.

–       Harga tablet saat ini bisa ditekan hingga mencapai Rp500 ribu, sehingga bisa dijangkau banyak kalangan.

–       Pelan atau cepat ebook diprediksi akan menggantikan buku kertas.

–       Aplikasi pembaca BSE terus akan diperbarui. Misalnya dengan memberikan peningkatan kemampuan untuk mencoret, mengirim halaman via email, dan lainnya.

–       Cepat update dengan kurikulum terbaru (2013). Saat ini sudah ada 77 buku yang sudah disesuaikan dengan kurikulum 2013.

Iklan