Brio 2Brio Saturday Night Challenge adalah ajang ketangkasan mengemudi untuk mencari limit dari dua hal ini: batas kemampuan mobil serta batas kemampuan pengemudi.

Seberapa cepatkah Honda Brio bermanuver, melakukan aksi slalom, serta berakselerasi? Seberapa tangkas pula si pengemudi mengendarai mobil mereka? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang berusaha dijawab oleh ajang Brio Saturday Night Challenge seri ke-3 di Surabaya, akhir Juni 2013 silam.

Satu hal yang pasti, bahwa setiap dihelatnya ajang tersebut, selalu saja ada rekor yang terpecahkan. Perbedaan catatan waktu terbaik seri pertama dan seri kedua, misalnya, cukup jauh.

Di Brio Saturday Night Challenge seri pertama, catatan waktu terbaik diraih oleh Joshua Franklin dalam 23.704 detik. Sementara di seri kedua, Mario C mampu membukukan waktu tercepat di 18.963 detik (disebut Super Brio karena dibawah 20 detik).

Penentuan pemenang Brio Saturday Night Challenge memang menggunakan kategori waktu tertentu (bracket time), misalnya bracket 22 detik, 26 detik, atau 28 detik. Setiap kategori diambil 3 juara dengan perolehan waktu tercepat.

Pada seri ketiga, rekor yang pecah ada di bracket 20 detik. Ketika Mario Claudio berhasil finish di 20,230 detik, menumbangkan rekor sebelumnya dengan catatan 20,473 detik.

Hal ini membuktikan bahwa ajang Brio Saturday Night Challenge terbukti sukses mendorong mobil dan pengemudinya untuk sama-sama mengeksplor kemampuan sampai di batasnya.

”Brio Saturday Night Challenge ini menjadi sebuah wadah,” ujar Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM). ”Banyak anak muda yang tidak memiliki tempat untuk mengadu skill atau ketrampilan mereka dalam mengemudi,” tambahnya.

Dengan menyediakan ruang-ruang eksistensi bagi kaum muda untuk mengadu skill, diharapkan ini kecelakaan di jalan raya bisa semakini diminimalisir. ”Jika sudah difasilitasi, diharapkan tidak ada lagi orang-orang yang menggunakan jalan raya sebagai tempat untuk kebut-kebutan atau ugal-ugalan,” paparnya.

Faktanya, meski jumlahnya menurun dari tahun sebelumnya, namun angka kecelakaan di Indonesia masih sangat tinggi dan memprihatinkan: mencapai 7.817 kasus pada 2012.

Brio 1Ketika seorang pengemudi tahu akan kemampuannya sendiri dan mobilnya, maka secara tidak langsung akan berpengaruh besar terhadap safety driving. Para peserta diharapkan (dan diingatkan) untuk memiliki kemampuan berkendara yang baik, berkonsentrasi menjaga keselamatan diri, serta menyalurkan bakat balap di ajang resmi dan aman (bukan jalanan umum).

”Cara mengemudi itu mencerminkan kepribadian kita. Kita bisa melatih diri untuk mengemudi lebih tenang dan sabar,” ungkap Jonfis Fandy.

Brio Saturday Night Challenge 3 Surabaya diikuti oleh 78 peserta. Seperti halnya seri kedua yang berlangsung di Jakarta, perserta yang ambil bagian tidak hanya terdiri dari peserta amatir. Tapi juga media hingga para pembalap slalom profesional.

Di kategori Super Brio, Raditya PA asal Jakarta berhasil menjadi juara dengan catatan waktu 19,439 detik.
Sementara itu, peslalom kawakan James Sanger menempati posisi kedua dengan catatan waktu 19,698 detik. Peringkat ketiga diduduki oleh Toto Michdar dengan catatan waktu 19,838 detik.

Kategori Super Brio ini sangat cepat. Artinya tidak ada kesalahan sama sekali yang dilakukan oleh si pengemudi. Baik saat berakselerasi awal, melakukan putaran 360 derajat, serta slalom, semuanya cermat dan sangat presisi.

Iklan