Asus Fonepad, tablet dengan prosesor Intel dan kemampuan menelpon.
Asus Fonepad, tablet dengan prosesor Intel dan kemampuan menelpon.

Intel semakin menegaskan kehadiran mereka di perangkat bergerak di Indonesia. Setelah smartphone, kini giliran tablet. Sederet arsitektur chip baru juga sudah disiapkan untuk menggugat kompetitor di prosesor mobile.

Awal Maret silam, Chief Representative Intel Indonesia Santhosh Viswanathan berjanji kepada saya bahwa tahun ini mereka akan semakin agresif di perangkat mobile. Akan semakin banyak perangkat bergerak yang terukir logo “Intel Inside” di permukannya.

Ternyata hal itu terbukti. Setelah sebelumnya mentenagai Acer Liquid C1 dengan prosesor Intel Atom Z2420 yang mengusung nama sandi Lexington, belum lama ini chip yang tersebut juga menjadi otak dari Fonepad, tablet berukuran 7 inci keluaran Asus.

Fonepad yang dibanderol Rp2,899.000 itu menantang dominasi tablet dengan harga terjangkau dan performa mumpuni. Tablet tersebut menggunakan OS Android Jelly Bean (4.1), layar HD 1280×800 berteknologi IPS, RAM 1 GB, memori 8 GB (dan slot microSD), sensor sentuhan 10 jari, konektivitas 3G, kamera belakang 3MP, baterai 4270 mAh, serta kemampuan bertelepon.

Intel Atom Z2420 merupakan chip yang menarget perangkat smartphone/tablet entry level. Meski demikian, fiturnya diklaim mampu bersaing dengan kategori middle hingga high end.

Kendati menggunakan arsitektur single core, chip tersebut diklaim mampu memberikan performa tinggi, namun konsumsi dayanya tetap rendah. Alhasil aktivitas online dan multimedia seperti browsing, melihat video, hingga memainkan aplikasi dapat berlangsung lebih lama. ” Asus Fonepad bisa memutar video HD 720p selama 9,8 jam,” ujar Juliana Chen, Business Development Manager Asus Indonesia, yang menargetkan penjualan perangkat tablet mereka tembus 500.000 unit.

”Di pasar Indonesia, tablet ekonomis seperti Asus Memopad diminati karena harga yang terjangkau dan fitur sangat banyak,” ujarnya.

Tentu saja, Asus Fonepad yang menggunakan kover alumunium itu tidak luput dibandingkan dengan Google Nexus 7, tablet keluaran Google yang diproduksi oleh Asus. Nexus 7 dipasarkan di rentang harga lebih terjangkau (Rp2 jutaan). Namun, ada perbedaan dalam spesifikasi. Yakni penggunaan prosesor Nvidia Tegra 3 quad core 1.2 GHz, memori 8 GB tanpa slot microSD, juga tanpa kamera belakang.

Vice President and General Manager, Sales & Marketing Group, Intel Asia Pasific Gregory Bryant menyebut Fonepad sebagai kolaborasi inovasi yang dilakukan Intel dan Asus.

Dan memang, strategi global Intel sendiri saat ini adalah berfokus pada perangkat bergerak. Hal itu dipastikan oleh Chief Executive baru Intel Corp, Brian Krzanich. Sejak mengambil alih kepemimpinan dari Paul Otellini yang telah pensiun, langkah pertama Krzanich adalah membentuk divisi khusus mobile.

Divisi yang disebut “New Device” itu dipimpin langsung oleh Michael A. Bell, yang sebelumnya menjabat sebagai VP dan GM Mobile and Communications Group Intel. Selain itu, kini semua line up produk utama Intel seperti PC, mobile communications, dan unit data center juga akan langsung melapor ke Krzanich. Hal ini akan membantu Krzanich untuk lebih cepat merespon perkembangan pasar.

Krzanich juga mengatakan, dibawah kepemimpinannya raksasa chip tersebut akan lebih responsif terhadap mengikuti kemauan konsumen, juga lebih fokus dalam merespon pasar smartphone dan tablet.

Ini tentu saja ada hubungannya dengan Paul Otellini, yang secara ksatria mengakui bahwa dalam 40 tahun mengabdikan hidupnya di Intel, satu-satunya hal yang ia sesali adalah keputusan menolak tawaran Apple untuk memproduksi chip bagi iPhone.

Alhasil, Apple yang saat itu butuh chip dalam jumlah besar dan dalam waktu cepat, beralih ke kompetitor Intel: ARM Holdings Plc. Ketika kemudian iPhone meledak, ARM pun menjadi produsen mobile prosesor terbesar di dunia.

Kini pasar chip untuk smartphone dan tablet didominasi oleh kompetitor seperti Qualcomm Inc dan Samsung Electronics Co Ltd yang mendesain chip mereka menggunakan arsitektur yang dilisensi dari ARM.

Kesalahan itulah yang tidak ingin diulang oleh Krzanich lewat divisi “New Device”. Bahkan, divisi tersebut juga bertugas untuk bekerja mendefinisikan tren kedepan setelah era smartphone dan tablet. Salah satunya adalah ultra-mobile device seperti smart watch, Google Glass, dan perangkat komputer yang dapat dikenakan di tubuh lainnya.

”Semuanya tergantung pada divisi baru Intel ini. Apakah mereka bisa mengidentifikasi pasar, serta bersaing dengan kompetitor mereka,” ujar analis Cody Acree dari Williams Financial.

Langkah positif pun sudah terjadi. Baru-baru ini dikabarkan bahwa Intel telah mengunci kerjasama dengan Samsung. Nantinya, tablet Samsung Galaxy Tab 3 akan menggunakan chip Intel Atom Atom Z2520 yang mengusung nama sandi Clover Trail. Clover Trail yang dikenalkan awal tahun ini mulanya ditujukan untuk perangkat PC yang menggunakan OS Windows 8.

Iklan