Nokia Lumia 925 dengan casing metal.
Nokia Lumia 925 dengan casing metal.

Nokia resmi mengenalkan model flagship Lumia terbaru sekaligus varian low-end Asha untuk memperkuat posisi mereka di segmen atas dan bawah.

Model terbaru Lumia, 925, berbeda dengan yang sudah-sudah. Selain lebih ringan 46 gram dibanding model lama Lumia 920, casing-nya juga terbuat dari metal, membuatnya terlihat lebih elegan dan premium.

Model tersebut juga mendapat tambahan moda smart camera dan editing foto baru (kedepannya akan tersedia di seluruh rangkaian Lumia). Smart camera berfungsi laiknya High Dynamic Range (HDR), memotret 10 gambar sekaligus untuk menghasilkan satu foto terbaik.

Lumia 925 yang diluncurkan di London, Inggris, Selasa (14/5) silam akan dibanderol di kisaran harga USD610 (Rp6 jutaan). Chief Executive Nokia Stephen Elop berharap kehadiran smartphone tersebut bisa mengembalikan penurunan dramatis revenue perusahaan selama dua tahun terakhir.

”Lumia 925 akan menarik konsumen yang menganggap 920 terlalu berat atau besar,” beber analis dari Nordea Sami Sarkamies. ”Ponsel tersebut seperti versi 920 yang lebih kurus, serta memiliki frame laiknya iPhone,” tambahnya.

Kehadiran 925 melengkapi jajaran produk Lumia 92X yang kini memiliki tiga model. Yakni Nokia Lumia 920, Lumia 925, serta Lumia 928 yang dikenalkan beberapa waktu lalu khusus untuk pasar Amerika. Fitur ketiganya berbeda tipis pada penggunaan layar, memori, dan lampu flash.

Meski demikian, fitur krusial seperti prosesor Dual Core 1.5 GHz Krait Qualcomm Snapdragon, RAM 1 GB, layar 4,5 inci, serta kamera 8,7 MP yang digunakan adalah sama.

Seri 92x ditargetkan untuk pasar high-end atau segmen flagship yang saat ini mengakomodir 35-40 persen dari total pasar smartphone global. Demikian diungkapkan oleh Jo Harlow, executive vice president for smart devices Nokia.

Tujuan kami adalah menghadirkan portofolio lengkap di beragam rentang harga,” katanya pada Reuters. Jo juga berharap penjualan Lumia akan berakselerasi dalam beberapa waktu kedepan.

Faktanya, penjualan Lumia terus tumbuh. Meski, dengan total penjualan 5,6 juta unit pada kuartal pertama 2013 ponsel tersebut hanya mengakomodir 5% dari total pasar smartphone global.

Menurut data yang dirilis oleh Gartner, keseluruhan market share total ponsel Nokia secara global juga turun 5 persen. Kini, Nokia hanya memiliki 14,8 persen market share. Posisi pertama dipegang oleh Samsung dengan 23,6 persen. Padahal, pada 2012 silam market share Nokia masih 19,7 persen.

Peluncuran Lumia 925 dilakukan sepekan setelah mereka merilis Nokia Asha 501. Asha 501 adalah ponsel berlayar sentuh dengan banderol harga hanya USD99 atau Rp1 jutaan.

Asha 501 yang dilengkapi kamera 3.2 MP dan memori internal 4 GB itu diharapkan dapat mendorong penetrasi Nokia untuk pasar menengah kebawah. Terutama di negara seperti Indonesia dimana pasar smartphone masih relatif kecil dibandingkan feature phone.

Bahkan, analis IDC Francisco Jeronimo mengatakan bahwa segmen smartphone menengah dan low end adalah segmen yang pertumbuhannya paling tinggi. ”Di segmen high-end, Samsung dan Apple sudah sangat kuat dengan produk mereka,” ujarnya. Francisco mengungkap, pasar high end adalah segmen yang paling sulit dan alot untuk masuk dan bersaing. ”Anda harus punya biaya marketing yang sangat tinggi,” paparnya.

Sedangkan di segmen medium-low end, Francisco menilai, tidak hanya kesempatannya masih sangat terbuka lebar, tapi potensinya juga besar.

IDC memperkirakan bahwa smartphone dengan harga USD149 kebawah mencatat penjualan tercepat pada 2012. Penjualan segmen ponsel di rentang harga tersebut juga melonjak 270 persen dibanding 2011. Bandingkan dengan penurunan 4 persen di smartphone dengan rentang harga USD300-USD499.

Nokia Asha 501 sendiri ditujukan pada mereka yang ingin beralih dari feature phone (ponsel basic) ke model yang lebih canggih, namun tidak memiliki bujet yang terlalu besar.

Nokia-Asha-501-jpg

700-nokia-asha-501-red-with-headset

Iklan