CEO BlackBerry Thorsten Heins.
CEO BlackBerry Thorsten Heins.

BlackBerry pernah berjaya, terhempas, kemudian bangkit lagi. Pekan lalu, mereka kembali mengumumkan strategi baru. Bisakah strategi itu berujung sukses? Atau justru membuat mereka kembali tersungkur?

Kehadiran BlackBerry Z10 yang mengusung platform BlackBerry 10 (BB10) adalah penanda kebangkitan Research in Motion (RIM)–kini mengusung nama BlackBerry–. Raksasa teknologi asal Kanada itu pernah merajai pasar smartphone dunia. Namun dalam beberapa tahun terakhir market share-nya hancur karena dinilai lambat berinovasi dan tidak mampu mengikuti kebutuhan pasar.

Kehadiran Z10 adalah awal positif bagi BlackBerry yang terus menerus ditimpa berita negatif. Z10 mendapat respon sangat baik di Eropa dan Kanada, termasuk juga Indonesia, yang masih memiliki basis pengguna BlackBerry yang sangat besar.

Dengan banderol Rp7 jutaan, Z10 sukses menancapkan posisinya di pasar smartphone menengah keatas. Namun, agar dapat mengembalikan market share mereka yang terampas oleh platform Android maupun iOS, BlackBerry butuh senjata ampuh yang digunakan untuk menyasar segmen yang lebih gemuk: menengah kebawah.

Senjata itu akhirnya terungkap dalam perhelatan BlackBerry Live 2013 di Orlando, Amerika, Selasa (14/5) silam. Dialah BlackBerry Q5, handset dengan platform BB10 yang dirancang khusus untuk emerging market seperti seperti Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, serta Asia Pasifik (termasuk Indonesia). BlackBerry Q5 lebih terjangkau, desainnya tipis dan slim, serta memiliki kibor fisik dan layar sentuh, persis seperti kakaknya BlackBerry Q10.

Bahkan, fitur Q5 hanya berbeda tipis dengan Q10. Keduanya sama-sama mengusung RAM 2 GB dan kamera depan 2 MP. Layar (sentuh)-nya pun sama-sama berukuran 3,1 inci. Bedanya, layar Q5 berbahan LCD sedangkan Q10 menggunakan OLED yang lebih karya warna. Kamera depan Q10 juga 8 MP dibanding Q5 yang hanya 5 MP. Lainnya itu, perbedaan ada pada kapasitas penyimpanan internal Q5 yang 8 GB sementara Q10 adalah 16 GB.

Sekadar catatan, BlackBerry Q10 akan diluncurkan di Indonesia dalam waktu dekat. Bahkan, saat ini sudah dijual di beberapa toko tertentu dengan banderol Rp8.850.000. Berapa harga Q5 yang hadir dalam warna merah, hitam, putih, dan pink itu, CEO BlackBerry Thorsten Heins belum mau bicara.

Meski demikian, beberapa analis memperkirakan harga Q5 akan dipasarkan di rentang harga Rp3,5 juta-Rp5 jutaan. Dengan harga itu, BlackBerry Q5 dianggap belum mencapai rentang harga yang tepat untuk bisa mencetak volume penjualan tinggi.

Perlu diketahui, average selling price (ASP) di gerai seperti Erafone pada 2012 silam adalah Rp3,3 jutaan. BlackBerry Q5 setidaknya harus mendekati angka itu untuk menarik hati konsumen (Indonesia), yang saat ini sudah dimanjakan dengan beragam pilihan.

Di rentang harga Rp3 juta-Rp3,5 jutaan, misalnya, konsumen sudah bisa membawa pulang Samsung Galaxy S III yang menggunakan layar 4,8 inci dan prosesor quadcore, atau LG Optimus L9 P760 dengan layar sentuh 4,7 inci dan prosesor dual core. Jika harga Q5 terlalu mahal, maka handset tersebut akan kesulitan bersaing dengan kompetitor yang ada di pasar saat ini.

Q5 yang disebut sebagai model krusial bagi masa depan BlackBerry itu menyasar generasi muda, konsumen yang sudah terlanjur cinta dengan keypad khas BlackBerry, para loyalis BlackBerry, serta mereka yang setia dengan aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM).

Logo khas BlackBerry.
Logo khas BlackBerry.

Ups, mungkin alasan yang terakhir tidak termasuk. Sebab, dalam BlackBerry Live itu pula CEO Thorsten Heins mengatakan bahwa fitur BBM nantinya tidak lagi eksklusif untuk pengguna BlackBerry saja. Fitur yang (masih) menjadi andalan BlackBerry itu akan terbuka untuk platform iOS dan Android.

Dalam waktu yang tak lama lagi, BBM akan menjadi aplikasi yang dapat di unduh secara cuma-cuma di Google Play ataupun Apple App Store. Tak berbeda dengan aplikasi instant messenger yang sudah ada seperti WhatsApp, Line, KakaoTalk, Viber, hingga WeChat.

”Sudah saatnya membawa BBM ke pengguna yang lebih besar,” ujar Thorsten Heins. ”Saya tak sabar menunggu momen ketika pengguna BlackBerry dapat mengirim ’invite’ ke teman-teman mereka yang menggunakan platform lain. Ini adalah sesuatu yang sudah lama dinanti oleh pengguna,” tambahnya.

Dengan 60 juta pengguna di seluruh dunia, BBM adalah alasan—terutama bagi pengguna di Indonesia—untuk membeli handset BlackBerry. Jika BBM tidak lagi eksklusif untuk pengguna BlackBerry, bagaimana dampaknya pada pasar? Bagaimana pula dampaknya terhadap bisnis BlackBerry sendiri?

Spekulasi pun bermunculan. Analis dari BGC Partners Colin Gillis menilai, langkah RIM ini positif karena ekosistem tertutup saat ini sudah tidak lagi relevan. ”BBM adalah alat komunikasi. Dan akan menjadi powerful jika semakin banyak orang yang menggunakannya,” ujar Gillis.

Diskusi soal ini juga terjadi di situs Quora. Melalui situs tersebut, Abraham Krisnand berpendapat bahwa bahwa langkah membuat BBM menjadi lintas platform diambil BlackBerry karena kompetitor seperti Line, KakaoTalk, ataupun WeChat tidak hanya hadir gratis, tapi juga menawarkan lebih banyak fitur menarik seperti stickers ataupun emoticon dibandingkan BBM.

Di situs yang sama, user Quora lainnya Rohan Padman menilai bahwa sebagai perusahaan manufaktur sekaligus layanan, kehilangan eksklusivitas BBM tidak lantas membuat BlackBerry merugi. Perusahaan disebutnya tetap mendapatkan untung dari penjualan hardware.

Selain itu, dengan membuat BBM lintas platform, BlackBerry akan mencari cara baru untuk mendapatkan untung menggunakan model bisnis berbeda. Dan yang pasti, penambahan pengguna BBM yang diperkirakan akan meningkat drastis tentunya akan membawa keuntungan besar bagi BlackBerry. Salah satunya lewat branding.

Yang pasti, dengan adanya strategi baru ini BlackBerry menatap masa depan dengan optimistis. Heins, misalnya, mengibaratkan BlackBerry masih tetap kompetitif di lintasan balap. ”12 bulan lalu saya diberitahu bahwa BlackBerry akan jatuh dalam dua kuartal. Ternyata itu tidak terjadi. Kami sangat percaya diri dengan masa depan BlackBerry 10,” katanya.

Strategi Baru BlackBerry
screen-shot-2013-05-14-at-4-41-07-pmDalam konferensi BlackBerry Live di Orlando, Selasa (14/5) lalu, BlackBerry mengumumkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga eksistensi mereka di pasar. Beberapa langkah mereka menimbulkan banyak pertanyaan dari analis, juga disambut datar oleh investor (saham BlackBerry turun 3,8 persen). Berikut adalah beberapa diantaranya:

BlackBerry Q5
BlackBerry 1Q5 adalah handset bersistem operasi BlackBerry 10 yang ditujukan untuk pasar mid-range. Menggunakan tuts QWERTY dan layar sentuh, harganya belum diketahui. Para analis menilai Q5 harus menyentuh level dibawah Rp2,5 jutaan supaya bisa relevan di pasar Asia atau emerging market lainnya. Meski demikian, banyak analis yang meyakini bahwa BlackBery Q5 akan dilego diatas Rp3,5 jutaan. Ini bisa jadi masalah bagi BlackBerry, karena di segmen harga Rp2 jutaan pun konsumen sudah bisa menikmati handset Android berlayar full-touch dengan fitur yang cukup oke.

BBM ke Android dan iOS
bbm-hanya-hadir-untuk-android-ice-cream-sandwich-dan-ios-6-sajaBlackBerry Messenger (BBM), fitur unggulan BlackBerry itu, tak lama lagi akan dapat digunakan di platform iOS maupun Android (lintas platform). Spekulasi bermunculan terhadap langkah ini, apakah dengan melepas “senjata terbaiknya” itu justru akan membawa keuntungan atau malah kerugian bagi BlackBerry.

Tergeser Windows Phone
BlackBerry masih terengah-engah untuk memperkuat market share mereka lewat platform BB10. Bahkan, pada pekan lalu, market share global Windows Phone milik Microsoft secara resmi sudah mengungguli BlackBerry. Windows Phone kini resmi menjadi platform terbesar ketiga setelah Android dan iOS. Ini membuat BlackBerry harus lebih cepat merilis handset dengan harga lebih terjangkau sebagai volume maker.

Tanpa Tablet
CEO BlackBerry Thorsten Heins mengatakan bahwa masa depan BlackBerry 10 tetap pada perangkat mobile. Jadi, jangan berharap bahwa BlackBerry akan merilis produk tablet dalam waktu dekat. Termasuk, BlackBerry Messenger (BBM) yang belum akan tersedia pada media tablet.

Update BlackBerry 10.1
Sistem operasi BB10 mendapatkan update. Fitur barunya, yakni pilihan notifikasi lebih personal, kontrol kursor yang lebih mudah dan akurat dalam mengetik, mendukung kirim pesan PIN to PIN (tanpa perlu meng-add dulu), BlackBerry Hub yang mendukung attachment, serta fitur kamera HDR dan Time Shift yang lebih baik.