Andromax U diminati karena harganya yang terjangkau serta fitur-fiturnya yang sesuai dengan keinginan pasar lokal.
Andromax U diminati karena harganya yang terjangkau serta fitur-fiturnya yang sesuai dengan keinginan pasar lokal.

Smartfren Andromax-U adalah sedikit ponsel yang di beberapa tempat dijual lebih mahal dari harga banderolnya. Sebab, permintaannya ternyata lebih besar dari stok yang ada.

Di kawasan ITC Roxi Mas, Smartfren Andromax-U pernah ditawarkan hingga Rp1,8 juta. Padahal, harga di gerai resmi Smartfren tak lebih dari Rp1,6 juta. Hanya saja, dalam beberapa kesempatan stok di konter Smartfren kerap kosong.

Mengapa Andromax-U bisa begitu laris? Jawaban sederhana. Di rentang harganya, smartphone tersebut menawarkan semua yang diinginkan oleh konsumen Indonesia.

Apa itu? Layar yang besar (4,5 inci), tampilan yang elegan dan modern, dual SIM (GSM-CDMA), kamera 8 MP, juga performa yang cukup (prosesor dual core 1,2 GHz). Sistem operasinya, Android 4.0 (Ice Cream Sandiwich), bahkan dapat di-upgrade ke Jelly Bean.

Tak heran dengan Andromax-U, konsumen merasa memiliki Android ”high end” dengan bujet yang tetap ”low”.

Itu memang kesan pertama saat saya menggenggam smartphone dengan layar In-Plane Switching (IPS) ini. IPS menggunakan panel LCD yang sangat baik, memungkinkan sudut pandang lebih lebar.

Meski, secara resolusi sendiri Andromax-U terbilang inferior dengan 540 x 960 piksel. Jangan berharap berlebihan untuk mendapatkan video atau foto dengan akurasi warna tajam dan mencolok.

Desain Andromax-U cukup elegan menggunakan bahan plastik glossy warna hitam. Di bagian mukanya tidak ada tombol fisik sama sekali. Sepintas mirip dengan Samsung Galaxy Nexus, meski bodi Andromax-U cenderung persegi. Overall cukup memuaskan.

Fitur yang saya suka tentu saja kebebasan untuk menggunakan dua kartu berbeda (EVDO dan GSM). Saya dapat mengandalkan pemakaian data pada jaringan Smartfren yang dikenal cepat, namun tidak meninggalkan nomor GSM lama untuk ber-SMS atau telpon.

Memang konektivitas GSM sengaja dibatasi hanya dapat berjalan sebatan jaringan GPRS. Sedangkan untuk jalur EVDO Rev A di atas kertas bisa digeber dengan kecepatan download up to 3,1 Mbps. Yang juga harus dicatat adalah ini: kartu RUIM (CDMA) menggunakan format micro SIM, sedangkan slot GSM tetap SIM card standar.

Di dalam, ponsel yang diproduksi di Hong Kong ini sudah dibenamkan beberapa aplikasi bawaan yang cukup berguna. Misalnya Customer Information, Uangku, Viki, VMS, Portable Hotspot, Gudang Musik, hingga FM Radio, hingga Smartfren Store.

Lalu, bagaimana dengan performanya? Prosesor dual core 1.2 GHz Qualcomm Snapdragon dan RAM 768 MB cukup baik. Multimedia dan game berat dapat dijalankan dengan lancar.

Kualitas kamera 8 MP-nya sediri juga tidak terlalu mengecewakan. Terutama ketika berada di luar ruangan dan mendapatkan cahaya yang cukup. Kamera Andromax-U dapat merekam video hingga 720p, lebih dari cukup untuk mengunggah hasilnya ke YouTube. Sebagai pamungkas, tersedia memori penyimpanan 4 GB plus slot eksternal hingga 32 GB.

Kesimpulannya, Andromax-U tepat untuk mereka yang baru pertama mencoba OS Android, mereka yang ingin tampil gaya dengan smartphone berlayar besar tapi bujet “kecil”, atau mereka yang ingin ringkas dengan membawa satu perangkat untuk dua kartu sekaligus. Inilah smartphone yang di desain secara spesifik untuk memenuhi keinginan pasar Indonesia.

Spesifikasi Smartfren Andromax-U :

  • Layar 4.5 inci, IPS Display, dengan 540×960 piksel (256 ppi)
  • Dual On EVDO dan GSM.
  • Sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich.
  • Prosesor Dual Core 1.2 Ghz Qualcomm Snapdragon
  • RAM 768 MB
  • Memori internal 4 GB, slot Micro SD 32 GB.
  • Baterai Li-Ion 1800 mAH
  • Harga Rp1.599.000.
Iklan