Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bukan lagi siapa pemilik prosesor tercepat atau kamera terbaik yang jadi pemenang pertarungan pasar smartphone premium. Sebaliknya, saat ini konsumen lebih menilai siapa yang dapat memberikan eksperiens terbaik kepada mereka.

Saat ini konsumen tidak mau lagi pusing soal spesifikasi. Tentu saja, di atas kertas, memiliki smartphone dengan prosesor quad core atau octa core, RAM 2 GB serta kamera 13 MP sangat menyenangkan.

Tidak hanya Anda memiliki ponsel dengan performa terbaik di pasar saat ini. Namun Anda memiliki kepercayaan diri bahwa dengan performa itu semua kegiatan yang biasa Anda lakukan (browsing, email, game, multimedia), bisa digeber cepat dan tanpa masalah.

Namun demikian, tingginya performa yang dimiliki sebuah smartphone akan percuma jika hanya digunakan untuk hal itu-itu saja. Sama seperti memiliki mengendarai Ferrari atau Lamborghini jalanan Jakarta. Anda tidak bisa benar-benar mengeksplorasi dan memaksimalkan power ratusan daya kuda supercar tersebut.

Para vendor smartphone menyadari, bahwa spek yang tinggi saja sudah tidak lagi cukup untuk membuat konsumen terkesan. Karena saat ini yang diinginkan konsumen adalah eksperiens. Bagaimana sebuah smartphone yang mereka beli dengan harga tinggi itu bisa memantu, mempermudah, serta memberi nilai lebih kepada kehidupan keseharian mereka.

Lihat saja apa yang dilakukan Samsung dengan fitur Near Field Communication (NFC). Sebagian besar smartphone yang ada di pasar saat ini sudah punya fitur NFC. Tapi, tidak ada yang benar-benar memaksimalkannya. NFC pernah dicoba sebagai mobile payment, tapi tidak sukses.

Yang dilakukan Samsung adalah membuat fitur NFC menjadi lebih menyenangkan. Menggunakan NFC, Samsung Galaxy S4 bisa dipasangkan dengan kontroler game, mengubahnya menjadi konsol game ”mini”.

NFC di Galaxy S4 tidak hanya dapat digunakan untuk membagi konten seperti musik, video atau file. Fitur baru yang disebut Group Play membuat beberapa handset Galaxy S4 dapat di-pairing untuk memutar konten yang sama, menjadikannya sebuah multi-speaker.

LG Electronics juga mengambil langkah serupa. Mereka terus mencari cara unik dan berbeda untuk meningkatkan fungsi guna dan nilai dari fitur sebuah smartphone. Misalnya, Dual Recording yang membuat kamera belakang dan depan pada smartphone merekam video secara bersamaan.

HTC One, smartphone baru keluaran HTC itu mendapat begitu banyak sorotan bukan saja karena karena desain atau banyaknya inti pada prosesornya. Tapi, lebih pada keunikan teknologi baru yang dimilikinya.

Lihat saja kustomisasi user interface Android yang dilakukan HTC yang sangat baik melalui HTC Sense 5. Tampilannya tidak hanya berbeda dengan Android yang sudah ada. Namun juga memiliki beberapa tambahan fitur baru. Salah satunya adalah BlinkFeed.

BlinkFeed mengagregat konten berita dari berbagai situs, foto, serta status dari jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, dan Flickr. ”Hasilnya adalah sebuah konten unik yang akan berbeda bagi setiap pengguna,” ujar analis Jeff Kagan.

Saling Adu Inovasi
Lupakan dulu soal mana smartphone dengan prosesor tercepat, mana layar Full HD (1,920 x 1,080 pikel) paling tajam, atau mana smartphone dengan resolusi kamera terbesar. Sebab, yang jadi fokus para vendor saat ini tak melulu soal hardware.
Sebaliknya, lebih kepada bagaimana menghadirkan inovasi teknologi yang semakin mempermudah aktivitas keseharian penggunanya. Fitur inilah yang justru dinilai akan memberikan nilai lebih dan pembeda dibanding kompetitor mereka. Seperti apa?

HTC BlinkFeed
Bayangkan beragam konten yang ada di jejaring sosial dan berbagai situs berita yang biasa Anda ikuti dilebur dalam satu sumber, dibuatkan tampilan (user interface) yang begitu cantik. Itulah BlinkFeed.
Status terbaru di Facebook, Twitter, LinkedIn, serta berita paling anyar dari berbagai media teragregasi dalam satu sumber yang bisa diakses hanya dengan menyapukan jempol (scrolling) di layar utama HTC One. Tampilannya sangat cantik dan fluid.
Begitu inovatifnya fitur ini, hingga operator Indosat berkolaborasi secara khusus di Mobile World Congress 2013 untuk menyediakan dukungan data pada fitur BlinkFeed tersebut.

Sertifikasi IP5 dan IP7 Xperia Z
IP5 dan IP7 adalah sertifikasi anti air dan debu. Xperia Z, yang mengantongi dua sertifikasi tersebut, menjadi smartphone paling bandel. Selain tahan terhadap debu, juga tahan ditenggelamkan hingga kedalam 1 meter di dalam air selama 30 menit.
Seluruh lapisan bodi Xperia Z tertutup rapat, membuat air tidak bisa masuk ke dalam komponen inti. Ketangguhan seperti ini, bagi sebagian konsumen adalah penting. Bayangkan, betapa nyamannya bisa “bermain air” di kolam renang tanpa takut smartphone rusak.
Di pasar seperti Jepang, percaya atau tidak smartphone dengan fitur tahan air difavoritkan karena seringnya konsumen menggunakan smartphone mereka di kamar mandi!

Kontrol Tanpa Menyentuh
Ada banyak fitur baru disematkan di Samsung Galaxy S4. Tapi, mungkin fitur yang menonjol adalah bagaimana smartphone tersebut dikontrol menggunakan gerakan bola mata. Smart pause, misalnya, membuat pengguna bisa mem-pause video hanya dengan memalingkan mata dari layar.
Fitur lainnya, Smart Scroll, menganalisa gerakan bola mata pengguna dan pergelangan tangan untuk men-scroll email dan konten lainnya. Fitur ini memberikan kesan futuristik.

Dual Recording
Fitur ini hanya dimiliki oleh LG Optimus G Pro (belum tersedia di Indonesia). Fungsinya simpel. Pengguna dapat merekam video menggunakan dua kamera (depan dan belakang) secara simultan.
Hasilnya adalah video ekspresi wajah pengguna di kotak kecil di ujung layar, sementara kamera belakang tetap merekam video seperti biasa.
Bayangkan ketika Anda merekam kegiatan anak Anda, sambil bisa melihat langsung ekspresi Anda sendiri melihat obyek rekam yang bertingkah konyol atau lucu. Mungkin fitur ini tidak berdampak besar, tapi tetap menjadi fitur yang cool.

Superphone yang Siap Menyapa Indonesia
Jika Anda ingin berganti smartphone dalam waktu dekat, ada baiknya bersabar dulu hingga akhir April-awal Mei. Karena kemungkinan akan ada tiga smartphone baru yang siap masuk ke pasar Indonesia. Antara lain Samsung Galaxy S4, HTC One, LG Optimus G Pro, serta BlackBerry Q10. Ini membuat pilihan semakin banyak. Setiap smartphone memiliki fitur dan keunggulan berbeda. Tergantung mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan bujet Anda.

LG Optimus G
Produk flagship LG, Optimus G Pro, baru akan menyapa pasar Indonesia dalam waktu dekat. Untuk sementara, LG Electronics Indonesia (LGEIN) mengandalkan Optimus G. Model yang dirilis Februari 2013 silam menggunakan layar 4,7 inci WXGA, prosesor Qualcomm Snapdragon S4 Pro 1,5 GHz, RAM 2 GB, kamera 13 MP, dan memori internal 32 GB. Harganya hanya Rp6,3 juta.

Sony Xperia Z
Sony Mobile Communications yakin produk flagship Xperia Z akan membawa dampak besar bagi perusahaan. Diluncurkan pada 14 Maret 2013 silam, Xperia Z dilengkapi layar 5 inci, prosesor Qualcomm Snapdragon S4 Pro 1,5 GHz, RAM 2 GB, kamera 13,1 MP, dan memori internal 16 GB. Tersedia dua pilihan, Xperia Z seharga Rp7,5 juta dan Xperia ZL dibanderol Rp6,7 juta. Bedanya, Xperia ZL tidak anti air dan debu.

BlackBerry Q10
Jika Anda adalah pengguna BlackBerry konservatif dan masih nyaman mengetik dengan keypad, tak ada salahnya menunggu BlackBerry Q10. Menggunakan OS BB10, Q10 memiliki layar sentuh 3,1 inci, prosesor dual-core 1.5 GHz Cortex-A9, RAM 2 GB, kamera 8 MP, dan memori internal 16 GB. Kemungkinan besar harganya mulai Rp6 jutaan.

HTC One
HTC One menuai banyak pujian karena pembaruan di desain, hardware, serta HTC Sense 5. Memiliki layar 4,7 inci, prosesor Qualcomm APQ8064T Snapdragon 600 quadcore 1.7GHz, RAM 2 GB, kamera 4 MP Ultrapiksel, dan memori internal 32GB/64GB. Kemungkinan besar smartphone dengan casing metal itu diluncurkan di Indonesia April atau Mei depan, dengan perkiraan harga diatas Rp7 juta.

Samsung Galaxy S4
Smartphone yang paling ditunggu oleh pengguna Android. Diklaim memiliki lebih dari 150 fitur baru. Spesifikasinya antara lain layar 5 inci, prosesor Octa-Core 1.6 GHz Cortex-A15 atau Quad-Core 1.2 GHz Cortex-A7, RAM 2 GB, kamera 13 MP, dan memori internal 16 GB, 32 GB, atau 64 GB. Perkiraan masuk Indonesia akhir April 2013 dengan harga diatas Rp7 juta.