Seorang model menunjukkan telepon pintar Galaxy S3 Mini saat pengenalannya di Jakarta, Selasa (15/1) silam. Galaxy S III Mini yang memiliki ukuran 1/3 lebih kecil dari pendahulunya ditujukan untuk memperkokoh dominasi Samsung di pasar Android, khususnya segmen menengah.
Seorang model menunjukkan telepon pintar Galaxy S3 Mini saat pengenalannya di Jakarta, Selasa (15/1) silam. Galaxy S III Mini yang memiliki ukuran 1/3 lebih kecil dari pendahulunya ditujukan untuk memperkokoh dominasi Samsung di pasar Android, khususnya segmen menengah.

Galaxy S III Mini memiliki semua ketangguhan Galaxy S III, produk flagship Samsung itu. Hanya saja ukuran dan harganya lebih ”ekonomis”. Samsung berharap Galaxy S III Mini dapat mengambil porsi besar di pasar smartphone kelas menengah.

PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) memang tidak merilis jumlah penjualan Galaxy S III secara resmi. Meski demikian, handset dengan banderol harga Rp6,5 jutaan itu mendapat respon positif di pasar smartphone premium Indonesia.        Dalam penjualan perdananya di Indonesia Juni 2012 silam, Galaxy S III terjual 800 unit dalam sehari. Performa dan fitur Galaxy S III juga mendapat pengakuan global: hingga Januari 2013 penjualannya mencapai 40 juta unit di seluruh dunia.

Tingginya permintaan terhadap Galaxy S III membuat Samsung berupaya menghadirkan handset tersebut ke pasar yang lebih luas. Maka dibuatlah Galaxy S III dengan ukuran yang lebih kecil.

Meski sama-sama menggunakan Super AMOLED, ukuran layar S III Mini hanya 4 inci dibandingkan 4,8 inci milik Galaxy S III. Beberapa fitur lainnya juga dipangkas.

Misalnya prosesor dual core 1 GHz Coretx A9 yang jauh lebih kecil dibanding prosesor Quad Core 1,4 GHz Cortex A9 milik Galaxy S III, kamera 5 MP milik S III Mini dibanding 8 MP milik Galaxy S III, serta apasitas baterai S III Mini yang 1500 mAh, sementara Galaxy S III 2100 mAh.

Pemangkasan fitur itu masih membuat S III Mini bersaing di kelas smartphone medium. ”Dan tentu saja, konsumen tetap mendapat desain, fitur, dan performa Galaxy S III dengan harga 50 persen lebih murah dibanding pendahulunya,” ujar Product Marketing Manager Mobile Division PT SEIN Ega Praditya.

Ega mengklaim bahwa S III Mini memiliki fitur-fitur yang sangat relevan terhadap generasi muda, target utama smartphone tersebut. Mulai, double speed Wi-Fi, Bluetooth 4.0, smart stay, direct call, S Voice, pop-up play, flip cover, serta fitur Best Shot di kameranya.

Pop-up Play memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai aktivitas secara bersamaan seperti menonton video sambil mengecek email atau SMS. Sedangkan Best Shot memungkinkan pengguna memilih gambar terbaik dari beberapa foto sekaligus.

Smart Stay sendiri berfungsi mendeteksi pandangan mata pengguna yang sedang melihat ke layar dan menjaga layar tidak redup. Sedangkan S Voice adalah perintah suara seperti Siri milik Apple.

Tapi daya tarik terbesar S III Mini bisa jadi ada pada flip cover, dimana kover bagian belakang S III Mini dapat diganti-ganti dengan 8 model warna permen seperti merah, biru, atau kuning. Fitur itu bahkan tidak dimiliki Galaxy S III.

Galaxy S III Mini telah diluncurkan di 13 kota di Indonesia pada 19-20 Januari silam dengan banderol Rp3,49 juta. Samsung telah bekerja sama dengan operator seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat untuk menyediakan paket data.

Kehadiran S III Mini semakin memperkuat dominasi Samsung di pasar smartphone, khususnya bersistem operasi Android di Indonesia.

IDC Indonesia menyebut bahwa lini produk Galaxy Samsung yang tersebar mulai Rp1 jutaan hingga diatas Rp7 juta itu mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

Menurut Vice President Mobile Business Samsung Indonesia Andre Rompis, sekitar 50 persen market share smartphone pada 2013 ini diprediksi berasal dari sistem operasi Android.

Sedangkan di pasar Android sendiri market share Samsung mencapai 80 persen. Artinya, setiap 5 ponsel Android yang terjual 4 diantaranya adalah Samsung.

Tahun ini Andre mengatakan bahwa Samsung akan tetap menggunakan strategi yang sama: menghadirkan varian di semua segmen pasar yang memiliki daya beli, karakteristik, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Strategi ini membuat kompetitor Samsung akan kesulitan bersaing jika tidak memiliki fitur berbeda atau harga yang lebih bersaing.

Iklan