Sejak diluncurkan pada 2004 Honda Jazz dikenal sebagai small hatchback dengan interior lega, tenaga mesin besar, tampang sporty dan stylish, konsumsi bahan bakar rendah, serta daya jual kembali yang tinggi. Konsistensi itu tetap terjalin kendati dua kali berganti rupa.
Sejak diluncurkan pada 2004 Honda Jazz dikenal sebagai small hatchback dengan interior lega, tenaga mesin besar, tampang sporty dan stylish, konsumsi bahan bakar rendah, serta daya jual kembali yang tinggi. Konsistensi itu tetap terjalin kendati dua kali berganti rupa.

Mendeskripsikan Honda Jazz tak berbeda dengan musik jazz itu sendiri: fleksibel, penuh improvisasi, dan mudah beradaptasi. Mungkin itu yang membuat kepemimpinan Honda Jazz di segmen hatchback tak kunjung goyah.  

Hilmi Irawan, 29, tidak memiliki rencana untuk menjual Honda Jazz i-DSi 1.5 A/T keluaran 2004 miliknya dalam waktu dekat. ”Walau usianya sudah menginjak 9 tahun, tapi mobil itu masih bandel,” ujarnya kepada SINDO.

Tiga bulan lalu pria yang berprofesi sebagai animator 3D itu memutuskan untuk pindah dari Jakarta ke kampung halamannya di Surabaya. Ia mantap berwiraswasta, membuka studio animasi sendiri.

Sebagian besar barangnya di Jakarta telah dijual. Sebagian lain dikirim lewat jasa ekspedisi. Namun beberapa barang seperti peralatan dapur, pakaian, hingga perlengkapan komputer ia boyong sendiri ke Surabaya menggunakan Honda Jazz miliknya.

”Saya tiga kali bolak-balik Jakarta-Surabaya menggunakan Jazz. Jika jarak Jakarta-Surabaya 800 km, maka total perjalanan yang saya tempuh lebih dari 4.800 km,” ujarnya. Meski secara fisik lebih melelahkan, namun cara pindahan rumah seperti itu dinilai Hilmi lebih hemat. ”Sekali jalan (Jakarta-Surabaya) hanya butuh Rp300 ribu untuk BBM. Terbilang hemat untuk mobil yang usianya sudah tidak muda lagi,” bebernya.

Orang tua Hilmi membeli Honda Jazz generasi pertama pada 2004 karena menginginkan sebuah kendaraan kecil, praktis, serta irit BBM.

”Jazz mengisi kekosongan pasar karena saat itu belum ada mobil sejenis yang menawarkan keunggulan serupa,” kenang Hilmi. ”Ketika harga premium naik pada akhir 2005, kami merasa mengambil keputusan yang tepat,” ia menambahkan.

Honda Jazz yang saat itu dibekali mesin SOHC 1.497 cc, 4 silinder segaris, serta tenaga maksimal 87 PS itu memicu lahirnya tren mobil hatchback (sedan tanpa buntut).

Sejak kemunculan Honda Jazz, permintaan terhadap mobil hatchback menjadi tinggi. Pada 2011, misalnya, penjualan segmen hatchback diperkirakan mencapai 70.000 unit atau 7,8 persen dari total penjualan mobil nasional yang sekitar 890 ribu unit.

Tak heran jika perusahaan pembuat mobil lain juga memasukkan model hatchback-nya ke segmen ini. Sedikitnya ada 10 merek mobil mencari peruntungan di segmen hatchback, menjadikan segmen tersebut paling padat diantara yang lain.

Yang menarik, kepemimpinan Jazz tetap tidak tergoyahkan. Jazz menjadi salah satu tulang punggung penjualan PT Honda Prospect Motor (HPM). Selama 2012, Jazz mencatat penjualan sebesar 21.244 unit dengan pangsa pasar 29% di kelas hatchback.

Mengapa Jazz bisa terus memimpin? Sebagian menilai karena Honda Jazz telah menetapkan standar yang sangat tinggi. ”Fitur-fitur Honda Jazz sulit dilewati oleh kompetitornya,” ujar pembalap senior nasional Alvin Bahar.

Menurut Alvin, cara termudah untuk mengetahui keunggulan Honda Jazz adalah ini: melihat performanya di lintasan balap!

Faktanya, Honda Jazz adalah mobil yang secara konsisten mendominasi balap kelas bergengsi Indonesia Grand Touring Car Championship (IGTC), baik dari sisi gelar kejuaraan maupun jumlah pembalap yang menggunakannya.

Bahkan, di musim 2011 seluruh peserta di kelas GT mengandalkan Honda Jazz sebagai mobil balap mereka.

Ajang Honda Jazz Speed Challenge (HJSC)—balap khusus Honda Jazz—yang telah memasuki musim ke-7, tak hanya jadi salah satu agenda resmi di kalender balap nasional, juga telah melahirkan banyak pembalap muda berbakat.

Di ajang slalom pun para pembalap yang menggunakan Honda Jazz mendominasi gelar juara di berbagai kelas bergengsi.

Menurut Alvin Bahar, Honda Jazz memang lahir dengan DNA balap. ”Ini terlihat dari mesin Jazz terbaru yang menggunakan i-VTEC SOHC 1.5 liter dengan tenaga terbesar dikelasnya (120 PS), bodi aerodinamis, teknologi drive by wire, juga torque boost resonator,” ujarnya.

Kejuaraan balap mobil nasional yang sarat adrenalin memang erat hubungannya dengan anak muda. Ternyata ini ada hubungannya dengan profil pengguna Honda Jazz yang sebagian besar memang berasal dari kalangan muda.

Yoto Boentoro, 26, seorang penggemar modifikasi, menilai bahwa Honda Jazz memiliki karakter sporty yang sangat digemari anak muda. Terutama penggemar modifikasi seperti dirinya. ”Tampilan Honda Jazz yang sangat sporty dan stylish memudahkan modifikator untuk berkreasi sesuai imajinasi mereka,” ujar Yoto.

Tak heran jika kemudian ajang modifikasi Honda Jazz Tuning Contest (JTC) yang sudah 8 kalinya digelar disebut-sebut sebagai event modifikasi paling bergengsi di Indonesia.

JTC 2012 yang berlangsung pada 8-11 November 2012 silam diikuti oleh 128 perserta, memperebutkan hadiah total ratusan juta rupiah. Pemenang pertama Luthfi Gatot Rochim, rela merogoh kocek lebih dari Rp600 juta untuk mengubah Honda Jazz miliknya menjadi sebuah mobil futuristik dengan beragam gadget.

”Dari tahun ke tahun peserta JTC semakin ’gila’,” komentar Andika Wijaya, yang pernah mengikuti JTC 2011.

Honda Jazz, memang seperti alunan musik jazz itu sendiri. Sangat fleksibel dengan utilisasi tinggi di kabinnya yang lega, ukurannya yang ringkas, dan konsumsi bahan bakar rendah saat digunakan sehari-hari. Tapi juga memiliki tenaga besar untuk bersaing di sirkuit.

Kendaraan yang telah dipasarkan di 115 negara di seluruh dunia itu juga penuh improvisasi karena desainnya begitu menantang untuk ”dirombak” sesuai dengan selera dan keinginan pemiliknya. Terakhir, Jazz juga mudah beradaptasi sesuai dengan segmen pasar penggunanya, mulai dari anak muda hingga keluarga muda.

Dengan total penjualan sebesar 193.849 unit sejak tahun 2004-2012, Honda Jazz menjadi mobil hatchback dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Sekitar 9 tahun sejak diluncurkan, Honda Jazz diprediksi akan mencapai penjualan 200.000 unit pada awal tahun ini.

Suhari Sargo, ahli bidang automotif, mengatakan bahwa Honda Jazz memiliki reputasi dan imej yang sangat mapan. Itulah alasan mengapa mobil tersebut terus dipilih kendati harganya sendiri terbilang lebih tinggi dibandingkan kompetitornya.

”Konsumen di perkotaan yang daya belinya relatif tinggi sangat mempertimbangkan soal fungsi dalam memilih mobil,” ujar Suhari. ”Mereka rela mengeluarkan uang lebih besar selama kebutuhan merkea bisa terpenuhi,” ia menambahkan.

Kendati demikian, Suhari juga menegaskan bahwa Jazz harus terus memberikan fitur-fitur yang lebih menarik lagi supaya bisa tetap relevan di pasar. ”Misalnya GPS, sensor parkir, atau fitur lainnya,” paparnya.

Pada Selasa (22/1) depan PT HPM memang akan menghadirkan model baru Honda Jazz, yang memiliki penyegaran dari desain maupun fitur. Kita lihat saja, bisakah Jazz tetap memertahankan takhtanya sebagai pemimpin di segmen hatchback tahun ini.

Kilas Balik Honda Jazz

2001, Honda Motor Co., Ltd memperkenalkan mobil sub compact Honda Jazz di dunia.

2004, Honda Jazz pertama dikenalkan di Indonesia.

115, jumlah negara pemasaran Honda Jazz diseluruh dunia.

2, generasi Honda Jazz. Bermesin i-DSi dan VTEC mulai 2004-2006, dan generasi kedua bermesin i-VTEC mulai 2008-sekarang.

4.000.000, unit penjualan komulatif Honda Jazz secara global pada 2011.

193.849, unit penjualan kumulatif Honda Jazz sejak 2004-2012. Di awal 2013 ini penjualan Jazz diprediksi tembus 200.000 unit.

28, jumlah pembalap menggunakan Honda Jazz (terbanyak) pada Kejuaraan Nasional (Indonesian Super Production) 2012.

763, jumlah peserta ajang modifikasi paling bergengsi Honda Jazz Tuning Contest (2005-2012).

12.190, jumlah pendaftar ajang pencarian anak mudah berbakat Honda Jazz Stars Search selama 2007-sekarang.

67 penghargaan nasional Honda Jazz, dan total ada 270 penghargaan Internasional.

Iklan