Phablet, hibrida antara smartphone dan tablet mini akan menjadi pasar yang pasa pada 2013.
Phablet, hibrida antara smartphone dan tablet mini akan menjadi pasar yang pasa pada 2013.

Di awal 2013 ini konsumen harus mulai membiasakan diri dengan istilah baru: phablet, yang asal katanya dari ponsel dan tablet. Istilah itu muncul seiring merebaknya tren smartphone dengan ukuran layar yang lebih besar.

Adalah Galaxy Note, handset keluaran Samsung Electronics, yang mempopulerkan istilah phablet ini sejak akhir 2011 silam. Galaxy Note memiliki ukuran diagonal layar 5.3 inci, jauh lebih besar dibanding smartphone terbesar saat ini yang ukurannya di kisaran 4,8 inci.

Dalam perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2012 di Las Vegas Januari 2012 silam Samsung menunjukkan apa saja yang bisa dilakukan oleh phablet Galaxy Note yang dibekali sebuah stylus itu.

Salah satunya menjadikan phablet tersebut sebagai media bagi seniman karikatur untuk menggambar sketsa wajah. Sebuah aktivitas yang dulunya sulit dilakukan oleh smartphone ataupun tablet yang sudah ada.

Mulanya para analis dan pengamat teknologi menilai bahwa Samsung menciptakan sebuah handset dengan market sangat terbatas atau niche.

Meski demikian, sebanyak 5 juta unit Galaxy Note terjual di pasar pada Januari 2012. Angka tersebut meningkat dua kali lipat menjadi 10 juta unit pada Agustus 2012 silam.

Sebulan kemudian Samsung kembali meluncurkan model terbaru Galaxy Note II yang bahkan berukuran lebih besar lagi, 5.55 inci. Lagi-lagi sambutan pasar terhadap Galaxy Note II positif.

Hanya butuh 37 hari bagi Galaxy Note II untuk terjual hingga 3 juta unit di seluruh dunia. Pada 25 November 2012, penjualan phablet tersebut sudah menembus 5 juta unit.

Kesuksesan penjualan Samsung Galaxy Note menegaskan bahwa market terhadap smartphone berukuran yang lebih besar ternyata ada dan tinggi. Yang terjadi selanjutnya sudah diduga: vendor lainnya ingin mendapatkan bagian dari kue pasar yang masih dianggap sangat besar.

Beberapa dari mereka pun meluncurkan model phablet sendiri. Salah satunya LG dengan Optimus Vu yang memiliki ukuran layar 5.5 inci.

Pada perhelatan CES tahun ini di Las Vegas, AS, pada 8-11 Januari 2013 mendatang sudah banyak pihak yang meramalkan bahwa akan ada ajang pamer phablet. Vendor seperti HTC, Sony, Motorola, hingga LG diprediksi sudah memiliki jagoan baru di segmen pasar tersebut.

CES adalah pameran teknologi yang memprediksi apa saja yang akan terjadi selama setahun kedepan. Di pameran ini lah para vendor pertama kalinya menunjukkan berbagai produk yang jadi andalan mereka.

Karena itu, jika ”perang phablet” memang terjadi di CES 2013, besar sekali kemungkinan bahwa phablet akan menjadi produk terpanas di tahun ini.

Arah kesana terbuka lebar mengingat angka penjualan phablet yang luar biasa menggiurkan. Sebagai perbandingan, RIM hanya menjual 7,3 juta unit handset BlackBerry di seluruh dunia pada kuartal ketiga 2012. Sedangkan Samsung mampu menjual 5 juta unit phablet yang harganya bisa dua kali lipat lebih mahal hanya dalam waktu 60 hari.

Pendiri OMG Creative Consulting Yoris Sebastian mengatakan bahwa ukuran phablet seperti Galaxy Note sangat pas baginya. Ia menginginkan sebuah perangkat yang besar dan memiliki performa baik, namun tetap kompak dan tidak ribet dibawa-bawa.

Memang fitur yang membedakan Galaxy Note dibandingkan kompetitornya tidak hanya ukurannya, namun juga keberadaan stylus, obyek yang disebut mendiang Steve Jobs saat meluncurkan iPhone 2007 sebagai instrumen yang ”tidak berguna”.

”Siapa yang menginginkan stylus? Anda harus memakainya, kemudian menyimpannya, lalu bisa menghilangkannya. Tidak ada yang menginginkan stylus,” ujar Job kala itu.

Tentu saja apa yang terjadi lima tahun lalu sangat berbeda dengan sekarang. Teknologi pada stylus saat ini sudah sangat baik. S Pen, stylus milik Samsung, sudah dibekali kemampuan handwriting recognition, memiliki fungsi bayangan ketika ujung stylus di dekatkan ke layar, dan juga memiliki banyak dukungan aplikasi seperti Adobe Photoshop Touch atau Paint Joy. Inilah level baru dalam menggunakan sebuah stylus.

”Dengan Galaxy Note saya bisa menandatangani dokumen, memberikan revisi dan koreksi pada hasil presentasi, dan mengirimnya langsung dari ponsel. Perangkat tersebut sangat membantu kegiatan saya sehari-hari,” ujar Yoris. ”Fungsinya seperti sebuah buku catatan digital, namun dapat juga digunakan untuk menelpon. Praktis,” ia menambahkan.

Mengenal Phablet
– Phablet yang kepanjangan dari phone dan tablet adalah istilah tidak baku untuk mengkategorisasikan perangkat sentuk jinjing dengan layar berukuran antara 5 inci hingga 7 inci.
– Memiliki kemampuan laiknya sebuah smartphone dan tablet dalam ukuran yang lebih kecil, dan seringnya dibekali stylus.
– Ukurannya lebih besar dari smartphone terbesar, tapi tidak sebesar tablet atau mini tablet.
– Dell Streak adalah pelopor Phablet pertama yang diluncurkan pada Juni 2010.
– Popularitas tablet dimulai ketika Samsung meluncurkan Galaxy Note dan Galaxy Note II, disusul oleh LG dengan Optimus Vu.

Iklan