User interface Mindtalk.com yang sangat cantik.
User interface Mindtalk.com yang sangat cantik.

 Ada yang menyebut Mindtalk.com sebagai gabungan antara Twitter dan Facebook. Ada pula yang melihatnya sebagai sinergi antara forum dan mailing list. Apapun sebutannya, Mindtalk menjadi media yang menawarkan cara baru dalam berbagi dan berdiskusi.

Versi beta Mindtalk.com sudah aktif sejak tahun lalu. Selama September 2011 hingga November 2012, mereka mengklaim telah menjaring 180.000 perngguna dari 190 negara.

Banyak faktor yang membuat Mindtalk.com cepat bertumbuh. Tapi yang utama adalah strategi dan pendanaan mereka yang sangat solid.

Mindtalk.com diinkubasi oleh PT Merah Putih Incubator (MPInc), anak usaha dari PT Global Digital Prima (GDP Venture) yang mengelola bisnis digital kelompok usaha Djarum. GDP Venture ini juga memiliki Kaskus.com dan situs belanja online Blibli.com. PT MPInc menganggarkan USD10 juta (Rp94 miliar) untuk pengembangkan Mindtalk.com hingga 2013 mendatang.

Co-founder Mindtalk.com Danny Oei Wirianto mengungkap bahwa latar belakang dibentuknya Mindtalk.com karena adopsi sosial media di Indonesia belum terimplementasi secara maksimal. ”Komunikasi di sosial media terjadi dari berbagai arah,” ujar mantan Chief Marketing Officer (CMO) Kaskus.com itu.

Sebaliknya, menurut Danny, budaya berkelompok secara digital di Indonesia sendiri berkembang sangat pesat. Terutama mereka yang memiliki kesamaan ketertarikan (interest). Karena itu, ia menilai perlu ada media yang secara komprehensif memfasilitasi kebutuhan untuk saling berkumpul, terkoneksi, dan berdiskusi aktif.

Menurut Danny, ada beberapa hal yang membedakan Mindtalk.com dengan media atau jejaring sosial yang sudah ada. Pertama adalah fokusnya untuk mengarahkan pengguna memilih interest tertentu bahkan saat baru mendaftar. Pengguna diarahkan untuk memilih berbagai channel sesuai minatnya. Mulai Selebriti, edukasi, teknologi, musik, hingga film.

Melalui channel dan group channel inilah pengguna bisa saling berkomunikasi berdasarkan ketertarikan atau kepribadian. Pengguna memiliki kepemilikan penuh dalam pengelolaan sebuah channel, sehingga tidak bergantung pada moderator laiknya konsep sebuah forum.

Dalam satu channel itu, mereka dapat berkomentar, mengunggah foto, video, artikel, pertanyaan, bahkan melakukan fasilitas jual beli. Untuk terkoneksi dengan channel mereka cukup menyantumkan tagar (#) dan nama channel yang diikuti.

Menariknya lagi, channel-channel ini juga dapat digunakan sebagai wadah aktivitas komunitas dari berbagai brand, bahkan public figure.

”Channel #nidjiholic dapat mewadai komunikasi penggemar Nidji,” ujar Giring Ganesha, vokalis Nidji. Menurut Giring, anggota #nidjiholic di Mindtalk mencapai lebih dari 1.800 orang dan membukukan lebih dari 3.700 posting.

Mindtalk.com jgua hadir dalam berbagai platform. Tidak hanya Android, namun juga Blackberry, iOS, Symbian, Windows Phone 7, hingga  Windows Phone 8. Termasuk juga Chrome Web Store.

Bahkan aplikasi tersebut telah di pre-install di rangkaian Nokia Asha dan Lumia 610 dan 510. ”Mindtalk.com telah mencapai maturity apps. Karena persiapan untuk masuk ke dalam marketplace tidak lah mudah dan tahapannya sangat panjang,” ujar Narenda Wicaksono,Developer Manager Nokia South East Asia.

Setelah melakukan launching perdana, Mindtalk.com justru baru melakukan langkah awal. Mereka harus terus melakukan edukasi dan promosi untuk menggamit pengguna baru, dan membuktikan konsep ”interest meet-up space” mereka sangat sesuai dengan karakter berinternet netizen Indonesia.

Iklan