Scott Forstall saat menjabat sebagai Senior Vice President of iOS .
Scott Forstall saat menjabat sebagai Senior Vice President of iOS .

Menjelang akhir tahun, sejumlah eksekutif papan atas perusahaan IT dunia ”dirumahkan” atau mengundurkan diri secara mendadak. Apa alasannya?

Mereka adalah orang-orang terbaik di bidangnya. Dibawah kepemimpinan para eksekutif ini, tak jarang lahir teknologi terbaru yang mampu merubah dunia. Maklum, 2012 merupakan salah satu tahun yang paling ketat di industri teknologi.

Di tahun inilah semua lini perusahaan IT dituntut untuk membuat produk sebaik mungkin. Maklum, persaingan antara smartphone, tablet, PC, ultrabook, notebook, hingga sistem operasi terus memanas.

Ternyata persaingan yang demikian keras ini ikut berdampak juga pada para pejabat eksekutif yang mengemban tugas sangat berat. Friksi pun tidak dapat dihindari. Beberapa dari mereka dipecat atau mengundurkan diri secara sepihak.
Siapa saja mereka? apa saja yang telah mereka lakukan? Dan apa penyebab kepergian mereka?

Scott Forstall

File photograph of Scott Forstall, senior vice president of iOS Software at Apple Inc., speaking about the iPhone 5 during Apple Inc.'s iPhone media event in San FranciscoJabatan: Senior Vice President, iOS Software Apple
Karir: Salah satu arsitek OS X. Memimpin tim yang mengembangkan software untuk iPhone dan iPad.
Karir di Apple : Sejak 1997. Saat ini menjabat sebagai konsultan untuk Tim Cook.

Kepergian Scott Forstall pada akhir Oktober 2012 silam disebut-sebut salah satu krisis manajemen terbesar dalam sejarah Apple. Ini karena jabatan Forstall yang sangat strategis: membidani lahirnya sistem operasi yang dianggap terbaik sepanjang masa. Begitu pentingnya posisi Forstall,–yang memiliki 1.000 orang bawahan–, butuh 4 orang eksekutif untuk menggantikannya.

Craig Federighi bertugas mengambil alih tugas Forstall di iOS dan OSX. Eddy Cue yang sebelumnya menjabat senior VP internet service bertugas menyempurnakan Siri dan Apple Maps. Jonathan Ive, selain masih mendesain semua produk Apple, juga bertugas untuk memimpin divisi Human Interface (HI). Adapun Bob Mansfield memimpin divisi teknologi.

Menurut Apple, langkah ini dilakukan untuk lebih mensinergikan bisnis hardware, software, serta service mereka. Forstall memang baru benar-benar meninggalkan Apple tahun depan. Tanggal tepatnya tidak disebutkan. Untuk sementara, ia menjabat
sebagai konsultan bagi CEO Apple Tim Cook.

Langkah menjadikan Forstall sebagai konsultan ini diyakini merupakan strategi untuk mencegahnya bekerja kepada kompetitor Apple setidaknya hingga setahun kedepan.

Kepergian Forstall memang tidak dilepaskan dari tragedi buruknya kualitas Apple Maps di iOS 6. Kabarnya Forstall enggan menandatangani permintaan maaf kepada publik. Permintaan maaf itu akhirnya ditandatangani sendiri oleh Tim Cook.

Namun, Business Week menyebut bahwa hubungan Forstall dengan eksekutif Apple lainnya memang kurang baik. Ini karena Forstall adalah anak emas Steve Jobs. Hubungan Forstall dengan Steve Jobs disebut sangat dekat. Karena itu pula Forstall acap seling berselisih dengan Jonathan Ive, anak emas Jobs lainnya.

Steven Sinofsky
Sinofsky, president of Windows and Windows Live Division at Microsoft, talks at Consumer Electronics Show in Las VegasJabatan: Presiden Divisi Windows dan Windows Live Microsoft.
Karir: Bertanggung jawab atas produk Windows Live, Internet Explorer, dan Windows.
Karir di Microsoft: Sejak 1989 sebagai pemrogram perangkat lunak.

Kepergian Steven Sinofsky dari Microsoft tidak hanya mendadak, tapi juga mengejutkan dan sarat kontroversi. Sebab, Sinofsky pergi disaat produk Windows 8 sedang dipertaruhkan. Ia resmi mengundurkan diri pada Senin (12/11) silam.

Selama 23 tahun bekerja di Microsoft dengan posisi yang sama, Sinofsky telah membangun ”kerajaannya” sendiri di divisi Windows. Metode kerjanya sangat khas, orang menyebutnya dengan ”Sinofskyzation”. Yakni, mengeksklusifkan diri dengan divisi lain di perusahaan tersebut. Termasuk juga kepada divisi Office, yang jadi pilar utama pendapatan Microsoft selain Windows.

Keputusan Sinofsky untuk merahasiakan tablet Microsoft Surface kepada divisi Office hingga sesaat sebelum dikenalkan ke publik membuat tim Office kecewa berat. Ini tentu bertentangan dengan perintah CEO Microsoft Steve Ballmer yang menjelaskan gamblang bahwa semua eksekutif di Microsoft harus bisa bekerja sama dengan baik. Itulah alasan pertama mengapa Sinofsky “digeser”.

Alasan lainnya terkait dengan pengaruh Sinofsky sudah begitu kuat di Microsoft. Ia disebut akan menjadi pengganti Steve Ballmer yang sudah dekat dengan pensiun sebagai CEO.

Sebaliknya, Ballmer sendiri dikenal sudah banyak ”menyingkirkan” otak-otak cemerlang yang dianggap berpotensi untuk menduduki tampuk CEO. Sebut saja Kepala Windows dan Online Kevin Johnson yang kini di Juniper Networks Inc, Chief Office Stephen Elop yang menjadi CEO Nokia, dan Ray Ozzie, kebanggaan Bill Gates yang memulai proyeknya sendiri. Posisi Sinofsky dijabat dua orang sekaligus. Julie Larson-Green dan Tami Reller.

Paul Ottelini
US-POLITICS-OBAMA-INTEL-FILESJabatan: CEO Intel
Karir: mempimpin pengembangan Intel Pentium, meyakinkan Apple menggunakan prosesor Intel.
Karir di Intel: 40 tahun bergabung di Intel, dan menjadi CEO sejak 2005.

Pengunduran diri CEO Intel Paul Otellini pekan lalu lebih cepat dari yang dibayangkan. Seharusnya Otellini akan pensiun pada usia 65 tahun atau 3 tahun dari sekarang. Tapi, pekan lalu, Otellini memastikan kalau dirinya keluar dari board of director (BOD) perusahaan mikroprosesor raksasa itu.

”Saatnya move on dan menyerahkan Intel ke era kepemimpinan baru,” ujar Otellini.

Selama 8 tahun menjadi CEO, banyak yang memuji Otellini mampu memimpin Intel dalam masa-masa berat dan transisi market besar-besaran. Salah satu langkah terbaiknya adalah meyakinkan Apple untuk menggunakan chip milik Intel pada perangkat komputer Mac mereka.

Prosesor keluaran Intel juga lebih dominan di pasar berkat kepemimpinan Otellini. Pendapatan perusahaan meningkat dari USD39 miliar pada 2005 menjadi USD54 miliar pada 2011 silam.

Di masanya pula dia melakukan peningkatan dramatis dalam efisiensi energi dari prosesor Intel. Juga ultrabook sebagai generasi terbaru dari komputer jinjing.

Namun, Otellini juga mendapatkan kritikan karena dinilai lambat dalam merespon kehadiran smartphone dan tablet. Kedua perangkat baru mengikis habis pasar PC. Sebab, konsumen secara berlahan beralih ke perangkat yang lebih kompak, meninggalkan laptop dan Desktop PC.

Pada 2016 nanti penjualan PC hanya naik ke angka 370 juta, sedangkan smartphone dan tablet akan mencapai 1,6 miliar unit di seluruh dunia.

Langkah maju justru dilakukan oleh Qualcomm Inc yang mampu membuat mikroprosesor lebih murah untuk pasar smartphone dan tablet. Akibatnya, saham Qualcomm melonjak 70 persen, bahkan menggeser Intel sebagai perusahaan chip terbesar di dunia. Intel hanya punya waktu 6 bulan untuk mencari pengganti Otellini.