RIM memiliki strategi sangat kokoh dengan sistem operasi terbaru BlackBerry 10. Diyakini OS tersebut menjadi katalis bagi perusahaan untuk hingga satu dekade mendatang.

RIM optimistis sistem operasi terbaru BlackBerry 10 yang akan meluncur pada 30 Januari 2013 mendatang tidak hanya mampu bersaing dengan Android dan iOS, namun juga mengembalikan market yang terenggut. Apa strateginya?

CEO Research in Motion (RIM) Thorsten Heins yakin bahwa raksasa teknologi asal Kanada itu mampu bangkit dari keterpurukan.

Menurut Heins, penghematan yang sudah dilakukan RIM hingga saat ini mencapai USD800 juta (Rp7,7 triliun), sesuai janjinya saat pertama kali menjabat sebagai CEO bahwa target penghematan yang akan dilakukan pada saat tahun buku perusahaan berakhir pada Maret 2013 mendatang mencapai USD1 miliar (Rp9,6 triliun).

Salah satu langkah radikal yang dilakukan Heins adalah merumahkan 5.000 karyawan RIM di seluruh dunia.

Peluncuran BlackBerry 10 pada 30 Januari 2013 mendatang juga dinilai Heins akan jadi katalis akan kebangkitan RIM untuk menggamit kembali market share yang direnggut oleh iPhone keluaran Apple dan smartphone Android buatan Google.

Sebagian analis masih skeptis. Mereka menilai kegagalan tablet PlayBook bisa jadi terulang kembali pada smartphone BlackBerry 10—keduanya menggunakan plaform OS yang sama–. Kualitas hardware PlayBook memang banyak dipuji, tapi software-nya dianggap masih mentah atau tidak sempurna. Belum lagi dukungan aplikasi yang sangat minim.

Meski demikian, Heins berdalih bahwa penundaan proses launching BlackBerry 10 ke kuartal pertama 2013 adalah langkah tepat untuk melakukan penyempurnaan total pada OS tersebut.

”Smartphone dengan BlackBerry 10 akan menjadi produk premium yang akan memenuhi semua ekspektasi konsumen,” kata pria kelahiran Gifhorn, Jerman, pada 29 Desember 1957 silam itu.

Heins membuktikannya dengan menunjukkan demo ponsel BlackBerry yang tidak hanya memiliki desain modern, tapi juga memiliki tampilan user interface cantik, yang dapat disejajarkan dengan smartphone iPhone 5 atau smartphone Android premium sekalipun.

RIM memastikan bahwa handset BlackBerry dengan OS terbaru itu akan hadir dalam dua model: layar sentuh dan keypad QWERTY yang jadi ciri khas BlackBerry.

Fitur-fitur BlackBerry 10 juga diklaim jauh lebih baik, terutama kemampuan multi-tasking yang sangat tinggi. Pengguna, misalnya, hanya butuh menjentikkan jempol atau jari untuk beralih dari satu program ke program lainnya. Surat elektronik atau email dapat di lihat sambil tetap browsing atau menggunakan aplikasi berbeda.

Ada fitur baru yang disebut dengan BlackBerry Balance. Gunanya agar pengguna dapat memisahkan akun personalnya dan akun bisnis. Perusahaan, misalnya, dapat menghapus data tertentu di handset jika diperlukan. Namun data lain seperti foto, kontak, dan email tetap aman.

Enterprise mobility management BlackBerry Enterprise Server (BES) 10 yang mampu berjalan di handset dan sistem jaringan di perusahaan kni sedang menjalani uji coba di berbagai lembaga pemerintahan Amerika serta 50 perusahaan berbeda. BES 10 diklaim lebih fleksibel dan simpel.

Rasa Lokal

Ketersediaan toko aplikasi yang memadai adalah tuntutan konsumen setelah membeli sebuah handset. Ketiadaan aplikasi membuat handset mahal dengan performa tinggi tidak bisa berfungsi maksimal.

Itulah alasan mengapa ketersediaan aplikasi menjadi bagian penting dari ekosistem sebuah smartphone.

Lalu, bagaimana strategi RIM? CEO RIM Thorsten Heins mengatakan bahwa pihaknya akan berfokus pada kualitas, bukan kuantitas aplikasi. Mereka menargetkan setidaknya 100.000 aplikasi sudah siap diunduh ketika BlackBerry 10 meluncur pada 30 Januari 2013 mendatang.

”Setiap negara atau wilayah tertentu setidaknya memiliki 200-400 aplikasi yang sangat penting. Terutama aplikasi lokal. Karena banyak aplikasi BlackBerry yang diciptakan oleh developer lokal yang menargetkan negara tertentu saja,” ujar Heins.

RIM sendiri memastikan bahwa aplikasi-aplikasi yang populer di iOS ataupun Android sudah pasti tersedia di BlackBerry 10. Misalnya LinkedIn, Foursquare, Twitter ataupun Facebook.

Mereka juga bekerja sama dengan Gameloft, Halfbrick dan Paw Print Games untuk menyediakan game, serta TuneIn, Nobex dan Popcornflix untuk aplikasi musik dan film.

Yang terbaru adalah bagaimana mereka sangat serius untuk mengembangkan aplikasi bisnis dengan tingkat keamanan data sangat tinggi. Cisco WebEx, Box, SAP dan Blackboard adalah beberapa perusahaan yang digandeng untuk mewujudkan hal itu.

Menurut Heins, pihaknya sangat siap untuk memenuhi keinginan ”BlackBerry aficionados”, yakni pengguna BlackBerry yang selalu ingin terkoneksi dan memiliki kebutuhan multitasking sangat tinggi.

RIM juga sangat aktif dalam meyakinkan developer untuk merajut aplikasi di BlackBerry 10. Pada akhir Oktober silam misalnya, RIM menggelar BlackBerry JamHack 2012 di Jakarta, ajang hackaton regional yang berlangsung selama 40 jam.

Pada awal Oktober RIM juga meresmikan BlackBerry Innovation Center di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan nilai investasi hingga USD5 juta (Rp4,8 miliar) dalam 5 tahun mendatang.

Innovation Center itu berisi program pendidikan, riset, serta pelatihan bagi mahasiswa ataupun pengembang aplikasi (developer) untuk membuat aplikasi di BlackBerry 10.

”Kami ingin mempercepat pengembangan aplikasi mobile di Indonesia,” ujar Vice President and Managing Director RIM South Asia Hastings Singh.

Pekerjaan rumah RIM memang masih besar. Karena Google Play dan Apple App Store masing-masing memiliki lebih dari 700.000 aplikasi.
Kendati jauh tertinggal, Heins mengaku tidak khawatir. ”Alangkah dangkalnya jika kesuksesan hanya diukur dari angka tersebut,” protes Heins. Yang lebih penting, lanjutnya, adalah berapa jumlah aplikasi yang telah diunduh dan seberapa besar developer mendapat keuntungan.

”BlackBerry App World adalah media paling menguntungkan bagi pengembang aplikasi, karena memiliki jumlah pengunduh aplikasi berbayar tertinggi,” kata Heins.

Panggilan Suara di BBM Lewat Wi-Fi

Ternyata RIM masih memiliki sebuah gimmick untuk semakin meningkatkan user base mereka di Indonesia. Fitur itu adalah BlackBerry Messenger (BBM) voice.

Dengan BBM voice, pengguna BlackBerry dapat melakukan panggilan suara ke kontak BBM mereka secara gratis. Syaratnya hanya satu: menggunakan koneksi wi-fi.

Tentu saja fitur ini akan sangat berguna bagi mereka yang sedang berada di luar negeri untuk menghubungi kerabatnya yang berada di rumah. Atau, pengguna dapat memanfaatkan jaringan wi-fi di rumah, kantor, atau restoran dan cafe untuk melakukan panggilan suara ke kontak BBM mereka.

Penggunaan fitur cukup mudah, akan ada sebuah ikon pada kontak BBM yang bisa melakukan voice call, lalu cukup menekan tombol dial untuk melakukan panggilan.

Menurut RIM, fitur BBM voice ini akan menjadi fitur yang sangat atraktif bagai developing market seperti Indonesia. Fitur BBM voice ini dapat diunduh secara gratis, tersedia mulai handset BlackBerry dengan OS 6 keatas.

Pada September 2012 silam RIM sempat mengejutkan analis ketika mereka mengatakan bahwa jumlah pengguna BlackBerry ternyata mengalami pertumbuhan.

Kendati RIM sendiri kehilangan market yang sangat besar di Amerika Utara, BlackBerry terus memimpin pasar di Afrika Selatan, Nigeria, dan Indonesia. Salah satunya karena popularitas BBM di emerging market yang sangat sulit untuk digantikan. Saat ini ada lebih dari 20 juta pengguna BBM di seluruh dunia.

Iklan