CEO RIM Thorsten Heins optimistis bahwa BlackBerry 10 akan menjadi titik tolak RIM ke arah yang lebih baik.

Penantian itu akhirnya terjawab juga. BlackBerry 10, sistem operasi yang akan menentukan masa depan Research In Motion (RIM) akan diluncurkan pada 30 Januari 2013 mendatang.

”Kami sudah tidak sabar untuk membawa BlackBerry 10 ke konsumen di seluruh dunia,” ujar CEO RIM Thorsten Heins, Senin (12/11) kemarin. Peluncuran BlackBerry 10, lanjut Heins, akan dilakukan secara serentak di beberapa negara sekaligus. Mengingat BlackBerry masih memimpin pasar smartphone di Indonesia—dengan market share 53,6 persen menurut GfK—maka bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satunya.

BlackBerry 10 adalah sistem operasi yang akan menentukan masa depan RIM. Selama ini perusahaan asal Waterloo, Ontario, Kanada itu dianggap lambat dalam berinovasi.

Ketika kompetitor seperi Apple dan Android sudah mengedepankan sistem operasi (OS) dengan user interface yang menarik serta dukungan ekosistem aplikasi yang sangat kaya, BlackBerry masih menitikberatkan email dan layanan messaging sebagai daya tarik utama.

Maka tak heran jika pengguna mereka beralih ke iPhone keluaran Apple ataupun smartphone Android. RIM telah kehilangan market value senilai USD10 miliar (Rp90 triliun).

Dengan BlackBerry 10, RIM berharap dapat meraih kembali market share yang ”terampas” sejak dua tahun terakhir. Antara lain dengan menghadirkan pengalaman sentuh lebih baik, peramban internet lebih cepat, pengalaman multimedia yang mendukung, serta dukungan aplikasi mumpuni.

”Kami mendesain BlackBerry 10 untuk bisa memberikan pengalaman mobile computing yang unik serta mampu memenuhi tingginya kebutuhan dan tuntutan pengguna smartphone saat ini,” ujar Heins.

BlackBerry 10 menggunakan basis platform QNX yang sebelumnya digunakan untuk mentenagai tablet PlayBook. PlayBook mendapat banyak ulasan positif karena rigiditas sistem operasinya. Namun tablet tersebut terperosok di pasar lantaran dukungan aplikasi yang minim. QNX ini lah yang akan menjadi basis dari smartphone BlackBerry 10.

RIM mengklaim BlackBerry 10 jauh lebih cepat dan lebih smooth dibandingkan versi yang ada sekarang. Koleksi aplikasinya pun beragam: mulai game, produktivitas, sosial, gaya hidup, multimedia, bahkan aplikasi yang di desain khusus untuk bisnis dan enterprise.

Developer lokal seperti Abul Ala Almaujudy menyambut baik kehadiran BlackBerry 10. ”Mengembangkan aplikasi untuk platform terbaru itu semakin mudah. Salah satunya menggunakan BlackBerry WebWorks (HTML5, JavaScript, dan CSS3),” ujar Co-Founder Better-B (PT Diantara Kode Digital).

Menurut Almaujudy, BlackBerry 10 menempatkan RIM sejajar dengan platform seperti iOS, Android, ataupun Windows Phone 8. ”Selanjutnya bagaimana strategi setiap developer untuk memaksimalkan. Bagi saya, BlackBerry 10 menarik di-eksplorasi karena koneksi RIM sangat secure. Ini sesuai dengan fokus Better B di B2B market.

Bulan lalu RIM mengatakan bahwa handset dengan BlackBerry 10 sudah di uji coba ke 50 operator di seluruh dunia. Dan pekan lalu RIM juga memastikan bahwa platform BB10 telah memenuhi persyaratan keamanan untuk modul kriptografis validasi 140-2 Federal Information Processing Standard (FIPS).

Ini artinya enkripsi BlackBerry sudah mendapat sertifikasi aman untuk digunakan oleh agen pemerintah atau perusahaan dengan informasi yang dianggap sensitif. Seperti diketahui, BlackBerry menjadi gadget pilihan organisasi pemerintah dan militer karena dianggap lebih aman dibandingkan Apple ataupun Android.

Penentuan

Lewat BlackBerry 10 nasib RIM ditentukan. Keberhasilan BlackBerry 10 akan menjadi kunci penentu arah perusahaan di masa depan. Sebaliknya, jika gagal, RIM sudah tidak memiliki senjata lagi untuk meraih pangsa pasar baru dan bersaing di segmen smartphone yang persaingannya semakin ketat.

Analis Colin Gillis dari BGC Financial Partners menilai bahwa RIM masih memiliki kesempatan, terlepas dari kritik yang menyebut bahwa BlackBerry 10 akan terhempas begitu menyapa pasar nanti. Menurut Gillis, RIM masih memiliki basis pengguna korporasi yang cukup besar.
”Apakah BlackBerry 10 akan menjadi solusi untuk mempertahankan market korporasi? Kita masih harus wait and see,” ujar Gillis.

Langkah RIM untuk memastikan jadwal peluncuran BlackBerry 10 adalah satu langkah maju. Namun, Gillis menilai bahwa RIM masih memiliki banyak tantangan di masa depan.

Yang paling dekat adalah tantangan dari Microsoft Windows Phone 8. Keduanya akan bersaing untuk memperebutkan takhta sebagai ekosistem smartphone ketiga terbesar di dunia setelah Android dan iOS.

BlackBerry 10 akan dimaksimalkan untuk handset full touch screen. Kendati demikian, handset dengan kibor QWERTY yang jadi ciri khas RIM tetap akan diluncurkan tak lama setelahnya. Disusul kemudian model low-end untuk menggamit pasar yang lebih besar (kemungkinan pertengahan 2013).

Mark McKechnie dari Evercore Partners memprediksi bahwa handset dengan BlackBerry 10 akan tersedia antara dua hingga empat pekan setelah peluncuran pada 30 Januari 2013 mendatang. Meski demikian, analis seperti Peter Misek dari Jefferies berpendapat bahwa kemungkinan besar BlackBerry 10 baru tersedia di pasar pada Maret 2013.

Seputar RIM dan BlackBerry 10

  • BB10 sudah diluncurkan pada akhir 2012, kemudian tertunda lagi pada Juni 2012.
  • Beberapa kementrian di Amerika seperti Kementrian Imigrasi sudah mengganti BlackBerry dengan iPhone.
  • Sejak menjabat pada Januari 2012, CEO RIM Thorsten Heins telah merampingkan 5.000 karyawan RIM di seluruh dunia untuk melakukan penghematan hingga USD1 miliar.
  • RIM Pernah menjadi perusahaan terbesar di Kanada dengan nilai lebih dari USD80 miliar pada 2008. Namun, sejak itu harga saham mereka merosot hingga 90 persen dari USD140 per lembar menjadi hanya USD8 per lembar.
  • Saham RIM di bursa saham New York pada Senin kemarin ditutup di angka USD8.81, meningkat 27 sen atau 3.2 persen.
  • Menurut firma riset IDC, market share BlackBerry secara global terus menurun hingga 4 persen pada kuartal ketiga 2012.
  • Pengguna BlackBerry di seluruh dunia saat ini mencapai 78 juta orang. September 2012 lalu, Financial Times melaporkan bahwa negara berkembang menyumbang 2 juta pengguna baru.
  • Sampai Juli 2012, BlackBerry masih menguasai pasar smartphone Indonesia dengan market share 53,6 persen (data GfK).
  • Pengguna BlackBerry di Indonesia saat ini berada di kisaran 5 juta orang. Diprediksi mencapai 9.7 juta orang pada 2015 nanti.
Iklan