Group President & CEO PT Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo (tengah) melakukan sulang minuman bersama Chairman & CEO Rakuten Hiroshi Mikitani (kiri) dan Presdir & CEO PT Rakuten-MNC Ryoto Inaba pada pembukaan Rakuten Expo 2012, di Jakarta, Senin (12/11). FOTO: ANTARA
Rakuten Belanja Online (RBO) berharap dapat memimpin pasar e-commerce Indonesia yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada 4-5 tahun mendatang.

Chairman dan CEO Rakuten Inc Hiroshi Mikitani mengungkap bahwa pasar e-commerce di Indonesia saat ini masih berada dalam tahap awal. Menurutnya, populasi pasar e-commerce Indonesia saat ini diperkirakan hanya 3 persen atau sekitar 1,4 juta orang dari total pengguna internet Indonesia yang jumlahnya mencapai 48 juta pengguna.

”Tapi kami sangat yakin bahwa keinginan masyarakat untuk berbelanja lewat internet akan terus tumbuh,” ujar Mikitani saat menghadiri Rakuten Expo Jakarta 2012 di Grand Hyatt Hotel Jakarta, kemarin.

Rakuten Expo Jakarta 2012 yang berlangsung mulai kemarin hingga 9 Desember 2012 mendatang merupakan acara tahunan Rakuten yang digelar kali pertama di Jakarta. Rakuten Expo 2012 sendiri sudah menyambangi Inggris, Prancis dan Jerman. Selanjutnya ajang ini akan digelar di Thailand dan Taiwan.

Dalam acara tersebut, Mikitani memberikan penghargaan Rakuten Awards berupa Best Store Design Award dan Best Omotenashi (Costumer Service) kepada sejumlah merchant lokal.

Dihadapan para merchant yang menghadiri pembukaan Rakuten Expo 2012, Mikitani mengatakan bahwa Rakuten Belanja Online yang mengusung konsep B2B2C itu menjadi platform e-commerce terbaik untuk membantu perusahaan dan UKM untuk menjangkau target pasar yang lebih besar.
”Internet membongkar batasan bagi merchant untuk menjangkau seluruh negeri (nation wide),” ujar pria yang meraih gelar MBA di Harvard Business School tersebut.

Kehadiran toko online seperti Rakuten Belanja Online, tambah Mikitani, dinilai dapat berkontribusi secara positif terhadap perekonomian Indonesia serta mendorong perkembangan produk lokal.

”Dengan Rakuten, UKM dapat menjangkau 50 juta pengguna internet yang terpisah-pisah di seluruh Indonesia yang dipisahkan oleh pulau,” ungkapnya.

Rakuten Belanja Online memang menyediakan layanan pengiriman yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Ketika berdiri pada Juni 2012, jumlah pengiriman ke luar Jakarta hanya 10 persen. Tapi kini perbandingan pengiriman dari Jakarta dan Non Jakarta mencapai 55:45. Ini menunjukkan bahwa pembeli barang di Rakuten berasal dari seluruh pelosok Indonesia.

Ryota Inaba, President Director dan CEO Rakuten Belanja Online, mengatakan bahwa dalam kurun waktu setahun setelah diluncurkan, kemajuan Rakuten Belanja Online terbilang cepat. Terutama dari jumlah dan varian produk yang ditawarkan serta jumlah merchant.
Jumlah produk Rakuten Belanja Online yang awalnya sebanyak 40.000 produk meningkat 8 kali lipat menjadi 300.000 produk dalam kurun waktu setahun. Adapun jumlah merchant yang awalnya hanya 70 merchant meningkat 7x lipat menjadi 400 merchant saat ini. ”Setiap bulannya kami juga tumbuh dua digit,” ujar Ryota.

Group President dan CEO PT Media Nusantara Citra Tbk Hary Tanoesoedibjo menyebut bahwa e-commerce akan mencapai puncaknya di Indonesia dalam 5-10 tahun mendatang. Terutama setelah koneksi broadband sudah menjangkau seluruh pelosok Indonesia.

Menurut HT, popularsi pengguna internet Indonesia yang mencapai 50 juta orang saat ini diprediksi akan meningkat hingga 100 juta orang dalam 2 hingga 3 tahun mendatang. Alasan lainnya, Indonesia memiliki populasi termuda di Asia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi di kisaran 6-7 persen. Hal inilah yang membuat semua bisnis yang berkaitan dengan internet, termasuk e-commerce, akan tumbuh. ”Market capitalisation yagn besar adalah indikasi bahwa bisnis akan terus berkembang,” ujarnya.

Rakuten Belanja Online merupakan joint venture antara PT Global Mediacom Tbk dan Rakuten,Inc. Rakuten, Inc. Menurut HT, selain e-commerce pihaknya juga terus mengembangkan bisnis di bidang internet seperti online games, internet TV, serta sosial media. Yang terbaru, HT mengatakan bahwa ia berencana untuk masuk ke bisnis search engine atau mesin pencari.

”Rencananya tahun depan. Kita akan melakukan joint venture dengan perusahaan luar negeri. Tapi dengan siapa, kita belum tahu,” ujarnya. Mengapa search engine? “Kita jangan sampai tergantung Google, bangsa Indonesia harus bisa membuat mesin pencari sendiri. Kita harus bisa menjadi kreator,” tutupnya.

Iklan