Sepekan sebelum acara peluncuran Windows 8 di New York, Presiden Windows dan Windows Live Microsoft Steven Sinofsky membuat kejutan melalui akun Twitter-nya. Ia memposting gambar tablet Surface keluaran Microsoft yang diberi roda di kedua ujungnya sehingga menyerupai papan skateboard.

Yang dilakukan Sinofsky selanjutnya adalah ini: menaiki tablet tersebut dengan satu kaki dan benar-benar meluncur di sepanjang lobi Studio B kantor pusat Microsoft di Redmont, Washington.

”Setelah diberi roda, saya tidak tahan untuk mengajaknya meluncur,” beber Sinofsky usai meminjam helm sepeda milik salah satu koleganya. ”Safety first,” imbuhnya.

Apa yang dilakukan Sinofsky ini mungkin sedikit konyol. Namun, ia hanya ingin menunjukkan seberapa kuat casing magnesium serta layar Gorilla Glass 2 milik Surface itu. Dan tidak hanya menjadikan Surface sebagai skateboard, Sinofsky mengatakan bahwa Surface telah mengalami tes jatuh berulang kali.

Surface adalah tablet pertama yang menggunakan sistem operasi Windows 8. Diciptakan langsung oleh Microsoft. Para analis menilai masuknya Microsoft ke bisnis hardware ini bukan untuk menyaingi para vendor PC seperti Acer, Dell, atau HP yang jadi rekanan mereka. Namun, lebih kepada untuk memberikan ”standar” dan gambaran sejauh mana kualitas hardware dengan Windows 8 bisa dicapai.

Memang Surface hadir dengan standar yang tinggi. Tablet tersebut memiliki kibor yang juga berfungsi sebagai kover. Prosesornya tinggi, layar besar, dan tentu saja daya tahannya sudah terbukti saat Sinofsky menjadikan Surface sebagai papan seluncur.

Microsoft Surface yang sudah dipasarkan ke publik saat ini menggunakan Windows 8 Run Time (RT). Windows 8 versi “mobile” ini tidak bisa menjalankan program Windows yang sudah ada. Melainkan hanya aplikasi yang di desain khusus untuk Windows 8 RT dan aplikasi yang tersedia di toko aplikasi Windows Store.

Harganya mulai USD499 atau sama dengan iPad generasi terbaru (bukan iPad Mini). Bedanya adalah layar RT yang berukuran 10.6 inci, sedikit lebih besar daripada iPad.

Tentu saja Surface tidak hanya hadir dalam versi Windows 8 RT saja. Ada juga Surface Windows 8 Pro yang dapat menjalankan program Windows standar. Namun, versi ini baru akan hadir beberapa bulan kedepan. Harganya juga belum diketahui.

Dalam presentasinya, General Manager Microsoft Surface Panos Panay menunjukkan bagaimana Surface bisa dengan mudah dijadikan media untuk melihat film dan mendengarkan musik, juga untuk bekerja. Ia juga beberapa kali menjatuhkan Surface dari ketinggian 1,5 meter.

”Ini bukan sekadar tablet, tapi tablet terbaik yang pernah saya gunakan,” ujar Panay. ”Ini bukan sekadar laptop, melainkan laptop terbaik yang pernah saya pakai,” tambahnya.

Lebih Terjangkau

Presiden Windows dan Windows Live Microsoft Steven Sinofsky mengkalim bahwa Microsoft dan para vendor PC yang menjadi partner mereka telah menghadirkan modern computing dengan rentang harga lebih terjangkau.

Menurut Sinofsky, sudah ada vendor yang membuat laptop dengan OS Windows 8 yang harganya tak lebih dari USD279. ”Ini adalah mesin yang fantastis,” ujarnya. Fantastis karena laptop dengan harga yang sangat terjangkau itu bukanlah netbook ataupun komputer dengan spesifikasi “jadul”.

Dengan harga itu, pengguna sudah bisa mendapatkan sebuah komputer yang bisa digunakan seorang mahasiswa mulai masuk hingga lulus kuliah.
Sinofsky juga mengatakan bahwa ia sangat puas dengan keberadaan komputer bersistem operasi Windows 8 yang diproduksi oleh Acer, Lenovo dan Dell. Menurutnya, ada banyak sekali ultrabook tipis, ringan, dan memiliki layar sentuh yang dipasarkan dengan harga jutaan rupiah lebih murah dibandingkan MacBook Air keluaran Apple. MacBook Air yang versi termurahnya dilego di harga Rp10 jutaan itu memang menjadi ikon laptop tipis.

Windows RT, menurut Sinofsky, memiliki daya tarik yang sangat besar. Ia menyebutnya sebagai “PC untuk semua orang”. Ia mengakui bahwa sebagian orang memang membutuhkan tablet yang dapat menjalankan program Windows standar. Maka mereka akan tepat menggunakan OS Windows 8.

Kendati demikian, Surface akan menjadi perangkat yang cocok untuk menemani penggunanya dalam melakukan perjalanan bisnis yang panjang. ”Perangkat seperti iPad hanya cocok untuk kegiatan traveling singkat,” klaim Sinofsky.

Yang unik, CEO Apple Tim Cook sendiri sempat memberikan komentar negatif terhadap Surface. Menurut Cook, Surface berusaha terlalu keras untuk menjadi PC dan tablet sekaligus. Hasilnya adalah sebuah produk yang gamang. ”Anda bisa mendesain sebuah mobil yang bisa terbang dan mengapung di air sekaligus,” komentar Cook. ”Namun, mobil tersebut tidak akan bisa menjadi yang terbaik dalam melakukan kedua hal itu,” ia menambahkan.

Jika Windows 8 sukses, Sinofsky akan menjadi sosok yang akan memiliki pengaruh besar dalam industri teknologi. Bahkan, bukan tidak mungkin menggantikan Steve Ballmer sebagai CEO di Microsoft. Windows bisa disebut sebagai jantungnya Microsoft karena produk inilah yang membesarkan nama Microsoft.

Iklan