Sukses menaklukan pasar smartphone China, Lenovo Mobile punya ambisi lebih besar. Pasar mereka diperluas ke negara-negara dengan potensi pertumbuhan pengguna ponsel yang tinggi. Salah satunya Indonesia.

Dalam riset industri yang dilakukan Gartner baru-baru ini dilaporkan bahwa Lenovo telah menggeser perusahaan komputer raksasa asal Amerika Hewlett-Packard (HP) sebagai perusahaan PC nomor satu di dunia pada kuartal ketiga 2012 lalu.

Setelah menjadi pemimpin di industri PC, rasanya wajar jika target mereka berikutnya adalah menjadi pemimpin dalam arena mobile phone.
Saat ini bisnis telepon seluler Lenovo di China sudah sangat solid. Mereka mencapai peringkat kedua untuk kategori smartphone dalam waktu kurang dari 18 bulan. Pangsa pasar smartphone Lenovo yang mulanya hanya 1 persen meroket menjadi 41 persen dalam waktu yang teramat singkat.

Kepercayaan diri Lenovo pun pun ikut meningkat. Target mereka saat ini adalah mendorong pertumbuhan lini produk telepon seluler secara organik keluar China. Diawali dengan pasar yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan sangat tinggi. Seperti India, Vietnam, Filipina, Rusia, dan tentu saja Indonesia.

Pekan lalu, mereka mengumumkan ekspansi bisnis telepon seluler di Indonesia, memamerkan lima model smartphone yang siap dilepas kepasar kepada para dealer, reseller, serta operator.

Kelima smartphone terbaru Lenovo itu menyasar segmen yang sangat lengkap. Mulai dari low end hingga high end. Dari kisaran harga dibawah Rp1 jutaan hingga mencapai Rp4,4 juta.

Ideaphone A60+, misalnya, dijagokan untuk merebut hati mereka yang berencana beralih dari feature phone ke smartphone. Harganya Rp999 ribu, sudah dibekali layar 3,5 inci dan prosesor 1 GHz.

Mereka juga punya Ideaphone S560 yang ditujukan untuk penggemar musik. Antara lain melalui teknologi Dolby Digital Plus. Harganya Rp1,7 juta. Di rentang Rp2 jutaan, ada Ideaphone S880 dan Ideaphone P700i.

S880 memiliki layar 5 inci untuk mereka yang haus konten multimedia, sedangkan P700i menyasar segmen bisnis lewat baterainya yang tahan lama. Untuk produk flagship-nya adalah Ideaphone K860 seharga Rp4.399.000.

Vice President Business Operations dan Worldwide Business Development Lenovo JD Howard mengklaim bahwa produk ponsel Lenovo memiliki spesifikasi dan kualitas setara dengan vendor global lainnya. Namun, harganya bisa 50 persen lebih murah. ”Ada tiga hal yang membuat kami menjadi vendor PC terbesar dunia: produk bagus, distribusi menyeluruh, dan posisi brand yang kuat,” ujar Howard.

Produk dan posisi brand yang kuat bisa jadi sudah mereka miliki. Terkait distribusi, mereka langsung menggandeng perusahaan distributor dan peritel Trikomsel yang memiliki jaringan ritel merk OkeShop.

Direktur Trikomsel Desmond Previn mengatakan bahwa investasi yang dikeluarkan oleh Trikomsel mencapai USD30 juta untuk capex, mulai dari menyiapkan toko, service center, hingga pembelian produk.

Diakui Desmond, tantangan dalam memasarkan smartphone Lenovo adalah melakukan edukasi pasar. Walau brand Lenovo di Indonesia sudah terlanjur populer sebagai merek PC, namun memasarkan smartphone Lenovo memiliki tantangan berbeda. ”Kami tetap harus meyakinkan pasar bahwa smartphone Lenovo adalah brand global dengan produk berkualitas,” ujar Desmond.

Smartphone Lenovo akan di distribusikan secara ekslusif oleh Trikomsel kepada para dealernya di seluruh Indonesia. Tersedia juga pada jaringan gerai ritel Trikomsel yakni OkeShop dan Global Teleshop yang berjumlah hampir 1100 gerai yang tersebar di 175 kota, 33 propinsi di Indonesia.

Howard menilai bahwa pasar Indonesia sangat menjanjikan. Terutama di segmen smartphone yang menurut GfK nilai pasarnya sudah mencapai 70 persen dari total pasar Indonesia. “Saat ini smartphone tidak lagi menjadi sebuah barang mewah. Melainkan bagian dari lifestyle,” katanya.

Iklan