Bagi saya, memilih smartphone dengan ukuran layar yang tepat sama pentingnya dengan menentukan sebuah merek. Tidak selalu layar besar itu lebih baik. Sebab, aktivitas yang dilakukan seseorang dengan smartphone-nya tentu berbeda dengan orang lain.

Seorang teman setia menggunakan iPhone 4 bukan karena nama besar Apple atau dukungan ekosistem iOS yang sangat baik itu. Namun, ia merasa layar iPhone 4 yang 3,5 inci itu sudah sangat pas. ”Jempol saya tidak bisa menyentuh bagian layar paling atas smartphone berukuran lebih besar dari 4,3 inci,” katanya.

Saya sendiri lebih memfavoritkan smartphone berlayar 4,3 inci dibandingkan 4,7 inci atau bahkan diatas 5 inci. Simpel saja, layar 4,3 inci itu saya anggap paling pas untuk mendukung aktivitas keseharian: masih terasa luas untuk menonton video atau bermain game, namun tidak canggung saat digenggam atau dimasukkan ke dalam saku celana.

Nah, di rentang smartphone dengan layar 4,3 inci itu, HTC One S adalah salah satu yang terbaik. Terbaik dilihat dari desainnya yang elegan dan ramping, performa prosesor yang tangguh, kamera dengan warna yang sangat kaya, serta dukungan Beats Audio. HTC One S bisa dibilang versi kompak dari One X, flagship HTC di segmen Android itu.

Desain One S jauh lebih cantik dibanding model seperti HTC Sensation XE. Tubuhnya terbuat dari unibody ramping. Daya tahan bodinya diklaim lebih kuat (tidak mudah pecah) lewat teknik microarc oxidation, yang juga membuat bagian belakang bodi One S memiliki gradasi warna berbeda di setiap unitnya. Permukaan bodi One S juga tidak terlalu licin, meminimalisir risiko ”terpeleset” dari tangan.

Saya tidak punya komplain dengan layar Super AMOLED 4.3 inci dengan 16 juta warna itu. Gambar, video, serta konten multimedia lainnya tampil tajam dan jernih. Dilengkapi Corning Gorilla Glass, One S juga lebih tahan terhadap goresan. Meski, saya tetap menggunakan pelindung layar untuk berjaga-jaga.

Yang paling saya suka dari smartphone ini selain bodinya yang ramping adalah kamera beresolusi 8 MP-nya. Kemampunan prosesor ImageSense membuat kamera mampu merekam warna-warna dan tajam. Seorang teman bahkan sempat tidak percaya melihat foto yang saya ambil tanpa melalui proses editing apapun.

Fitur kameranya sendiri juga sangat baik: dapat menangkap foto tanpa jeda, membuatnya piawai untuk menangkap candid atau momen lepas. Kemampuan maksimalnya adalah melakukan foto burst hingga 60 kali dengan kecepatan 0,2 detik di setiap frame.

Sejak menggunakan smartphone ini terus terang saya jadi lebih rajin untuk bermain-main dengan aplikasi seperti Photo Grid, Camera 360, PicsPlay, hingga Photo Studio untuk kemudian mengunggah hasilnya ke Instagram, Facebook, Flickr, Twitter, ataupun blog seperti Posterous dan Tumblr.

Di lain sisi, saya menikmati benar performa prosesor HTC One S. Sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS) sangat fluid alias tidak pernah nge-lag saat saya navigasikan. Ini berkat prosesor Qualcomm Snapdragon S3 1.5 GHz dan RAM 1GB yang begitu piawai untuk melakukan aksi multi-tasking.

File-file gambar, game, dan video yang bisa mengonsumsi ratusan MB atau bahkan GB tersimpan dengan manis di memori internal sebesar 16 GB. Jika Anda sering memanfaatkan layanan simpan di awan (cloud), maka bonus akun sebesar 25 GB selama 2 tahun dari Dropbox tentu akan sangat berguna.

Fitur terakhir yang sangat saya suka adalah kehadiran Beats Audio. Teknologi Beats yang dibenamkan pada smartphone HTC membuat output suara terasa lebih tebal dan nendang. Terutama jika dikombinasikan dengan headset keluaran Beats Audio. Untuk menavigasikan lagu di yang ada di smartphone saya gunakan ini: aplikasi Google Play Musik.

Oh iya, jangan lupa bahwa HTC One S menggunakan Micro SIM. Anda harus memotong kartu SIM yang digunakan saat ini (lewat operator), membeli alat pemotongnya, atau membeli kartu Micro SIM baru.

Mungkin satu-satunya resistensi saya untuk membeli smartphone ini adalah harganya yang masih tinggi: dikisaran Rp5,2 juta hingga Rp5,4 juta (hanya berbeda sekitar Rp1 jutaan dibandingkan HTC One X). Jika nanti harga HTC One S sudah menginjak di kisaran Rp4 jutaan, smartphone ini akan jauh lebih menggoda untuk dibeli.