In-ear headphone iBeats bawaan HTC Sensation XE dibandingkan kenyamanan, fitur, serta performanya dengan headphone Beats Audio milik HTC Sensation XL

Dua hal ini yang membuat pengguna smartphone acap bingung memilih: in-ear headphone atau headphone yang normal saja? Untuk mengetahui mana yang terbaik, kedua produk tersebut harus di uji-pakai dalam beragam kondisi. Terutama dengan mobilitas tinggi.

Kerjasama antara HTC dan Beats Audio menandakan betapa pentingnya sebuah headphone dalam memaksimalkan fungsi-fungsi smartphone. Bukan hanya mendengarkan musik digital atau radio, namun juga menonton video pendek, bermain game, hingga mengikuti siniar (podcast). Begitu banyaknya aktifitas yang melibatkan suara membuat kebutuhan akan headphoneyang dapat mengalirkan suara berkualitas menjadi tinggi.

Jika headphone Beats Audio yang menjadi bawaan smartphone seperti HTC Sensation XE dan Sensation XL menjanjikan kualitas suara yang baik, lantas timbul pertanyaan baru. Ini berkaitan dengan desain headphone bawaan kedua smartphone Android itu yang ternyata sangat berbeda.

HTC Sensation XE di-bundle dengan in-ear headphone iBeats. Sedangkan Sensation XL mengusung headphone Beats Audio standar. Untuk mengeksplorasi kekurangan dan kelebihan in-ear headphone dan headphone standar ini saya melakukan pengujian dengan cara khusus: digunakan untuk melakukan commuting (perjalanan menggunakan kendaraan umum), di tempat-tempat ramai, serta perangkat yang berbeda. Seperti apa hasilnya?

Desain dan tampilan

Beats Audio memang dikenal dengan ciri khas kombinasi warna merah putih mencolok, logo ”b”, serta bentuk yang fresh dan catchy. Kedua model headphone tersebut sama-sama punya ciri khas itu.

Untuk versi in-ear, misalnya, disertakan lima pasang karet tambahan dengan ukuran berbeda-beda. Gunanya untuk menyesuaikan dengan lubang telinga pengguna yang sangat beragam. Dengan ukuran karet yang pas, maka in-ear headphone akan menempel sempurna (tidak mudah terlepas).

Adapun versi headphone Beats Audio punya bentuk yang catchy. Disepuh warna putih di bantalan maupun tangkai, membuatnya terlihat berkelas. Ketika harus disimpan, tinggal dilipat saja. Satu hal saya kurang sreg dari Beats Audio adalah kabelnya yang menurut saya terlalu lunak. Alhasil, kabel in-ear headphone yang panjang ini mudah sekali kusut.

Mobilitas

Seperti yang disebut diatas, keduanya sangat mendukung mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Tentu saja in-ear headphone yang ukurannya lebih kecil lebih praktis. Apalagi tersedia pouch mini untuk menyimpannya. Namun, harus hati-hati, karena mudah sekali pouch hilang atau terselip di dalam tas.

Untuk headphone, walau ukurannya besar namun tidak menjadi beban saat dibawa-bawa di shoulder bag setiap hari. Ringan dan kompak. Namun, lantaran warna putihnya sangat mencolok, butuh kepercayaan diri lebih untuk menggunakannya di kereta commuterline ataupun bus TransJakarta.

Kenyamanan Penggunaan

Jujur saja saya menyukai in-ear headphone karena secara otomatis mengisolasi suara dari luar. Suara lagu yang didengar lebih jernih, dan tidak terganggu oleh bebunyian lain. Ini penting sekali saat berada di tempat ramai seperti di dalam kereta. Dan keunggulan tersebut hanya bisa dicapai menggunakan noise-cancelling headphone keluaran vendor headphone premium seperti Bose yang harganya mencapai Rp4 jutaan.

Headphone milik Beats Audio ini memang memiliki kebocoran suara dari luar. Meski demikian, tidak terlalu parah. Cukup diatur saja posisi bantalannya supaya pas di daun telinga. Sehingga suara dari luar dapat diminimalisir.

Sayangnya, untuk pemakaian dalam waku lama (lebih dari 1,5 jam), in-ear headphone tetap jadi juara. Headphone standar membuat daun telinga sakit lantaran sifatnya yang menjepit. Beberapa desain headphone dibuat sangat lebar untuk memberikan kenyamanan lebih di kuping, tapi jelas terlalu besar untuk digunakan di perjalanan.

Kualitas Suara

Harap dicatat bahwa penilaian suara setiap orang sangatlah subyektif. Tapi yang saya pastikan adalah ini: ketika digunakan di ponsel HTC yang sudah dibenamkan teknologi Beats Audio, enhancement kualitas suara baik versi in-ear ataupun headphone standar terasa berbeda dibandingkan dengan diputar di iPod touch. Suara muncul lebih tebal dan menonjol.

Kesimpulan

Secara personal saya tetap menfavoritkan in-ear dibandingkan headphone biasa. Kualitas suara yang di dapat in-ear lebih solid: bass lebih terasa, treble lebih tajam. Bebunyian yang didapat lebih akurat. Penyebaran suara di telinga juga lebih merata. Dalam satu dan lain hal, headphone tentu saja tidak akan saya tinggalkan. Namun, jika bisa memilih, saya lebih prefer menggunakan headphone dengan ukuran lebih besar.
Macam-macam Jenis Headphone

Earphone

Disebut earbuds atau earphone, yakni headphone kecil yang digunakan di bagian telinga luar. Inilah model yang paling banyak digunakan sejak awal 2000-an. Earphone bisasangat portabel dan nyaman. Namun memiliki tendensi terjatuh karena tidak merekat di kanal telinga. Harganya mulai belasan ribu hingga ratusan ribu.

In-ear headphones

Bentuknya serupa dengan earphone, tapi tidak memiliki headband. Karena karet pada ujungnya justru dimasukkan ke dalam kanal telinga. Hal ini membuat suara dari luar dapat terisolasi secara otomatis, juga tidak mudah lepas. Harganya mulai belasan ribu hingga jutaan rupiah.

Headphone

Terbagi dalam beberapa jenis. Mulai kecil dan ringan, hingga besar dan berat (menutup seluruh daun telinga) untuk para audhiophile. Beberapa headphone juga memiliki  teknologi yang canggih seperti Noise Canceling untuk mereduksi suara yang masuk dari luar.

Iklan