Size does matter. Bisa jadi ukuran adalah pertimbangan terpenting saat Anda memilih tablet. Karena ukuran lah yang akan menentukan tujuan, harga, hingga kapan sebuah tablet digunakan. Yang ujungnya adalah ini: sejauh mana sebuah tablet dapat membantu kehidupan keseharian penggunanya?

Memilih tablet tidak semudah memilih smartphone karena ternyata banyak sekali hal yang perlu dipikirkan. Bahkan sebelum menentukan merek yang ingin dibeli, Anda terlebih dulu dihadapkan pada pertanyaan: “apakah saya benar-benar ingin memiliki sebuah tablet?”. Mengapa, misalnya, tidak memilih ultrabook yang sudah hadir dengan form factor amat tipis dan punya prosesor yang sangat mumpuni untuk beragam kebutuhan?

Secara umum tablet sangat fungsional untuk melakukan banyak hal. Ukurannya yang tipis dan ringan memudahkan untuk ditenteng. Baterainya jauh lebih hemat dibandingkan laptop. Sedangkan interaksi sentuhan jadi unggulan. Tawaran kepraktisan dan mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan laptop inilah yang membuat tablet sangat populer di Indonesia. Tak heran jika GfK mencatat penjualan tablet di Indonesia mencapai 70 ribu unit per bulannya.

Meski demikian, tablet juga punya banyak keterbatasan. Misalnya untuk melakukan aktifitas produktif dan menjalankan aplikasi dan game berat. Untuk kedua hal itu pengguna tetap membutuhkan sebuah notebook ataupun Desktop PC.

Kalaupun sudah haqul yakin memilih tablet, akan muncul pertanyaan bertubi-tubi selanjutnya: mau buatan mana, Amerika, Korea Selatan, Jepang, atau Taiwan? Mau direntang harga Rp1 jutaan-Rp2 jutaan, Rp3 jutaan-4 jutaan, atau malah diatas Rp5 juta?

Jawaban kedua pertanyaan itu memang sangat personal. Fitur, desain, dan harga disesuaikan dan dikembalikan kepada selera, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing.

Namun, ada pertanyaan lain yang bikin bingung: soal ukuran. Karena ukuran tablet di pasar bisa sangat beragam. Mulai 5.3 inci, 7 inci, 7.7 inci, 8.9 inci, 9.7 inci, hingga 10.1 inci. Mengapa soal ukuran ini bisa bikin sakit kepala?

Presiden Direktur Acer Indonesia Jason Lim menyebut bahwa setiap tablet memiliki fungsi yang berbeda-beda. ”Tablet dengan ukuran 7 inci pemanfaatannya bisa berbeda dibandingkan 10.1 inci. Karena itu konsumen harus cermat dalam memilih ukuran tablet sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Lalu, ukuran mana yang tepat untuk Anda? Berikut ini adalah paparan beberapa ukuran tablet yang dipilah sesuai dengan pemanfaatannya:

Samsung Galaxy Note
Hibrida Ponsel dan Tablet
Ukuran : 5 inci keatas.
Model : Samsung Galaxy Note, LG Optimus Vu (belum rilis)

Istilah phablet (phone dan tablet) belakangan dianggap terlalu mengada-ngada. Padahal, phablet ini digunakan untuk mendeskripsikan kategori hibrida ponsel dan tablet. Sebuah ukuran”nanggung”: sedikit lebih besar dari smartphone berpenampang layar terbesar, namun lebih kecil dari tablet dengan layar terkecil.

Kategori ini muncul untuk memenuhi kebutuhan konsumen mobile dan tech savvy, yakni orang-orang yang sudah sangat terbiasa memanfaatkan smartphone untuk bekerja, hiburan, dan mengakses aplikasi untuk membantu kegiatan keseharian.

Karena konsumsi kontennya di perangkat bergerak sudah demikian tinggi, para tech savvy ini menginginkan perangkat yang lebih besar dari smartphone namun tetap lebih ringkas dari tablet.

Pada pertengahan 2010, Dell pernah meluncurkan phablet Streak di Indonesia. Sayangnya, sistem operasi Android belum sepopuler sekarang. Maka Streak terlupakan begitu saja. Di lain sisi Samsung masuk ke kategori ini pada momen yang tepat dan sukses lewat varian Galaxy Note.

Galaxy Note yang berukuran 5,3 inci itu seolah menjadi bentuk modern dari Personal Digital Assistant (PDA) yang sempat populer pada awal 2000-an. Samsung membekali Galaxy Note dengan built-in stylus untuk menulis, menggambar, membuat tanda tangan, hingga memberi marka.

”Galaxy Note sangat praktis bagi saya yang lebih banyak beraktifitas di jalan. Fungsinya seperti sebuah notebook digital, namun dapat digunakan untuk berkomunikasi,” ujar Yoris Sebastian, pendiri OMG Creative Consulting. Yoris sangat menikmati performa Galaxy Note, kemampuan kamera, desain, serta baterai yang tahan lama.

Namun, disisi lain, tablet dengan ukuran seperti ini juga punya beberapa kelemahan. Ukurannya yang nanggung membuatnya canggung saat digunakan untuk menelpon. Anda butuh perangkat seperti bluetooth headset untuk mensiasatinya.

Selain itu, patut dicatat bahwa Galaxy Note bukanlah perangkat yang dapat dimasukkan ke dalam saku celana atau baju, untuk mengetik dengan tangan satu, serta harga yang tidak murah: Rp5,7 juta-Rp6 jutaan.

Google Nexus 7
Untuk Segala Macam Fungsi
Ukuran : 7 inci-8.9 inci
Model: Rangkaian Galaxy 7.0, 7.7, 8.9

Ucapan mendiang Steve Jobs yang sangat populer soal tablet adalah ini: ”seharusnya tablet 7 inci itu dijual dengan kertas amplas. Sehingga pembeli bisa membuat jari mereka lebih kecil,”. Sindiran Jobs pada kalimat tersebut menegaskan bahwa 7 inci dianggapnya terlalu kecil untuk sebuah tablet. Ukuran tablet paling pas menurut Jobs adalah 9.7 inci yang digunakan pada iPad.

Yang menarik, pada 12 September 2012 mendatang Apple disebut-sebut akan meluncurkan iPad Mini yang kabarnya memiliki ukuran 7 inci. Para analis menilai Apple juga ingin menjadi dominan di segmen pasar yang sangat potensial ini.

Faktanya 7 inci adalah form factor tablet yang paling populer di dunia. Termasuk juga di Indonesia. Produk tersukses Samsung, Motorola, Amazon, bahkan Barns & Nobel dipasarkan di form factor ini. Barnes & Noble dan Amazon sukses menjadikan tablet sebagai pengganti buku lewat produk Kindle dan Nook.

Karena beratnya yang tak lebih dari 400 gram, tablet 7 inci tidak membuat otot tegang saat digenggam dengan satu tangan dalam waktu yang lama. Memegangnya untuk bermain game dengan kedua tangan pun tidak akan canggung.

Riset dari NPD juga menunjukkan bahwa pemilik tablet 7 inci juga sangat suka memanfaatkan untuk konsumsi multimedia seperti menonton film atau klip video. Kepraktisan lain ukuran ini adalah tidak terlalu mencolok saat digunakan di tempat-tempat yang ramai atau sempit. Misalnya di angkutan umum, kafe, dan lainnya.

Samsung dan Motorola memang ber-eksperimen dengan ukuran yang sedikit lebih besar, misalnya 7.7 inci, 8.2 inci, dan 8.9 inci. Sasarannya adalah mereka yang menginginkan tablet sedikit lebih besar dari 7 inci, namun tidak sebesar 10.1 inci.

ZTE V96A
Multimedia dan Fungsi Lainnya
Ukuran 9.7 inci hingga 10.1 inci
Model : Acer Iconia A701, New iPad

Tentu tidak ada yang meragukan ukuran 9.7 inci milik iPad yang menguasai 68,2 persen penjualan tablet dunia. iPad tidak hanya membuat segmen tablet populer, tapi juga menjaga pertumbuhan di kategori tablet tetap tinggi. IDC memperkirakan Apple mengapalkan 17 juta iPad pada kuartal kedua 2012, meningkat dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu.

iPad memang sangat menegaskan definisi konsumsi konten pada suatu perangkat bergerak. Tablet ini terasa sangat lega untuk membaca artikel panjang di web. Bermain game, menonton video, memanfaatkan ribuan aplikasi di Apple App Store jadi terasa lebih nyaman karena layarnya yang lega. Banyak pula yang tidak keberatan memanfaatkan iPad untuk membaca majalah, koran digital, atau bahkan buku.

Jangan lupa, iPad juga memiliki retina display, teknologi layar dengan kepadatan piksel tertinggi saat ini dan membuat tampilan layar terlihat sangat halus dan berwarna alami. Retina display jelas membuat perbedaan bear dalam mengonsumsi konten dengan ukuran layar yang besar itu.

Soal mobilitas, menenteng-nenteng iPad rasanya bukan menjadi persoalan karena faktor gengsi dan pride. Belakangan, kompetitor iPad seperti Samsung, Motorola, Asus, dan Acer hadir dengan ukuran layar sedikit lebih besar: 10.1 inci. Tujuan tablet dengan form factor ini jelas: memaksimalkan konsumsi konten multimedia.

Walau desainnya tipis dan ringan, layar yang besar membuat tablet 10.1 inci agak ribet untuk dibawa-bawa. Tablet ini lebih asik untuk dimanfaatkan dirumah, di sofa, dan untuk pengguna yang tidak terlalu mengutamakan portabilitas tinggi. Sebagian membuat tablet ini sekalian menjadi pengganti laptop (untuk bekerja) misalnya dengan keyboard bluetooth. Namun, hal itu menjadi redundan karena sudah banyak laptop berukuran tipis dan kompak.

Iklan