Bendera dikibarkan. Yel yel dikumandangkan. Senyum pun terkembang. Semaraknya pembukaan ajang Imagine Cup 2012 Worldwide Finals di Sydney Convention and Exhibition Centre (SCEC), Darling Harbor, Sydney, Jumat (6/7) malam,seolah tidak kalah meriah dibandingkan finalPiala Euro 2012.

Peserta Imagine Cup 2012memang bukan atlet. Namun persaingan dan kompetisi dalamevent tersebut tidak kalah sengit dibanding pertandingan olah raga manapun.350 pelajar/mahasiswa. 75 negara.Selama sepekan (6-11 Juli) mereka akan beradu ide, melakukan pitching dan presentasi, serta meyakinkan juri bahwa project/solusibuatan mereka adalah yang terbaik.

Imagine Cup yang sudah digelar sejak satu dekade lalumemangbukan kompetisi teknologi tingkat dunia biasa. Inilah kompetisi yang menantang pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dunia (menggunakan teknologi). Baik problemitu soal kelaparan, lingkungan, penyakit, pendidikan, hingga energi.

Lihat saja tema utama Imagine Cup 2012: “Imagine A World Where Technology Helps Solve Toughest Problems”.
”Para remaja dengan beragam bahasa, negara, serta latar belakangberupaya untuk membuat suatu perubahan menggunakan kecintaan mereka terhadap teknologi. Bayangkan betapa menarik dan menginspirasinya hal itu,” ujar Walid Abu-Hadba, corporate vice President Developer and Platform Evangelism Group Microsoft dalamkeynote-nya.

Yang terjadi kemudian, lanjut Walid, adalah lahirnya ide-ide dan solusi yang sangat fresh. ”Karena mereka (peserta) berani mengambil risiko yang umumnya tidak akan dilakukan oleh kaum profesional ataupun perusahaan,” paparnya.

Dari tahun ke tahun projectyang dihasilkan pesertaImagine Cup 2012sangat berbeda dan bervariasi. Termasuk juga tahun ini. Ada tiga kategori inti yang diperlombakan: Software Design, Game Design: Xbox/WindowsdanGame Design: Phone.

Sedangkan lima kategori lainnya yakni Windows Azure, Windows Phone di sponsori Nokia, Windows Metro Style Apps disponsori Windows, Kinect Fun Labs disponsori Microsoft Studios, dan IT Challenge.

Indonesia mengikutsertakan dua tim. Tim Malabar bersaing di kategori Software Design sedangkan Org.com Mobile masuk ke kategori Game Design: Phone. Malabar yang terdiri dari Anggunmeka Luhur, Dody Qori Utama, Arganka Yahya dan Umar Ali Ahmad itu menciptakan aplikasi untuk memantau kondisi pengemudi melalui deteksi aktivitas gelombang otak.

Dalam hal menciptakan sebuah project, sky is the limit.Ide, kreativitas, dan bagaimana peserta mendorong penggunaan teknologi untuk menciptakan solusi sangat mengagumkan. Tim BoddyMusic dari Argentina, misalnya,menciptakan aplikasi menggunakan Kinect agar penyandang cacat dapat belajar danmemainkan instrumen musik lewat gerakan tubuh.

Tim Virtual Dreams dari Brasil bahkan lebih luar biasa. Eureka, nama aplikasi mereka, di desain untuk mempermudah proses belajar mengajar. Aplikasi yang diciptakan diplatform Windows 8 tersebutmemungkinkan seorang pendidik menciptakan konten materi pengajaran interaktif–menggunakan file Microsoft Office, PDF, Power Point, hingga Web–dengan sangat mudah.

Menariknya, tidak hanya konten tersebut dapat diakses secara nirkabel menggunakan komputer, tablet, hingga smartphone, seorang pendidik juga dapat menggunakan Kinect untuk berinteraksi dengan konten yang ada di Eureka. ”Eureka membuat proses pelajar-mengajar tidak lagi membosankan,” ujar Eduardo Sonnino, salah satu anggota tim.

Standar kualitas project di Imagine Cup, menurut profesor komputer sains di The University of Hull InggrisRobert Miles, terus meningkat setiap tahunnya.”Peserta akan berhadapan dengan juri yang merupakan para profesional di bidangnya. Mereka juga akan menganggap peserta sebagai seorang profesional pula,” ujar Miles.

Para peserta Imagine Cup yang sudah hebat, menurut Miles, akan jadi lebih hebat lagi. Sebab, akan sangat banyak materi dan pembelajaran yang akandi dapat. Mulai dari project creation dan manajemen, software development, serta desain, yang harus diselesaikan dalam waktu singkat.

James McNamara dari Team Hermes yang memenangi Imagine Cup 2011 kategori Software Design competition menyebut mengikuti Imagine Cup adalah sebuah proses.

”Peserta akan banyak sekali melakukan pitching dan presentasi ide mereka ke banyak orang, bekerja sama dengan rekan se-tim, mengembangkan semangat kewirausahaan, serta memperluas jaringan,” katanya.

Iamenyebut ada tiga tahap yang dilalui peserta dalam mengembangkan sebuah project. ”Pertama kita berpikir soal sebuah solusi. Kemudian menggunakan teknologi untuk memecahkannya. Dan ketiga adalah membuat solusi yang sangat berbeda dan bahkan lebih baik dari yang sudah ada (disrupt),” katanya.

Lebih dari 1,65 juta pelajar dan mahasiswa telah berpartisipasi dalam Imagine Cup 2012 dalam satu dekade terakhir. General Manager Academic Programs MicrosoftMoorthy Uppalurimenyebut bahwa ini Imagine Cup adalah ajang kesayangan Chairman Microsoft Bill Gates dan CEO Microsoft Steve Ballmer.

”Di event seperti inilah Bill Gates selanjutnya akan lahir. Inilah event yang akan memprediksi masa depan dengan cara melakukan penciptaan atau inovasi,” bebernya.

Imagine Cup 2012berlangsung sejak Jumat (6/7) silam. Hari ini (Minggu) para juri akan mengumumkan finalis dari masing-masing kategori. Sedangkan pemenang baru akan diumumkan pada Selasa mendatang.

Iklan