Ukuran penampang layar yang besar membuat tablet memiliki fungsi sedikit berbeda dibandingkan smartphone. Sejak muncul tiga tahun silam, positioning tablet berada diantara smartphone dan komputer/PC.

”Tablet menjadi media untuk melakukan berbagai hal penting seperti berselancar internet, menonton video, membaca e-book, hingga aktifitas lain yang membutuhkan layar lebih besar,” ujar Direktur Produk dan Marketing PT MLW Telecom Rahmat Wijaya Sakti.
Menurut Rahmat di masa depan internet akan lebih banyak di akses melalui alat yang sifatnya praktis. Tren ini pun sudah terjadi di Indonesia. Netbook pernah begitu populer karena kepraktisannya.

Namun, sejak kemunculan tablet pasar netbook terus tergerus dan bahkan ditinggalkan pengguna. ”Karena kalah praktis, netbook tergeser oleh tablet,” Gideon VP Channel Management Telkomsel Edie Purnomo.

Karena itu, meski pertumbuhannya di Indonesia tidak semasif smartphone, tablet menjadi lini produk yang pasarnya sangat menjanjikan. Apalagi kualitas tablet terus menerus diperbaiki. Antara lain dengan teknologi akses internet berkecepatan tinggi HSPA+.

Country Manager Qualcomm Indonesia Ben Siagian mengatakan, hal tersebut dimungkinkan karena ketersediaan chipset yang lebih powerful dibandingkan saat kemunculan tablet dulu. Qualcomm adalah salah satu produsen chipset yang sangat fokus di pasar tablet.

Tablet SpeedUp Pad Pro keluaran MLW Telecom adalah tablet dengan brand lokal pertama yang menggunakan chipset Snapdragon S2 di Indonesia. Mereka bahkan mendapat penghargaan MURI untuk itu.

”Snapdragon memiliki model S1, S2, S3, dan S4. Karena itu, Snapdragon S2 bukanlah entery level. Dipadu dengan prosesor 1.4 GHz, maka tablet bisa sangat cepat untuk berinternet, multitasking, serta membuka aplikasi,” ujar Ben.

Rahmat Wijaya Sakti menilai ada tiga kunci keunggulan tablet SpeedUp Pad Pro yang berukuran 7 inci itu. Antara lain kecepatan internet HSPA+, prosesor dan performa GPU lebih cepat, serta sistem operasi terbaru Ice Cream Sandwich atau Android 4.0.

Di dalamnya dibenamkan pula aplikasi Studio9 untuk mengakses beragam konten lokal. Mulai dari musik (kerja sama dengan situs musik online Melon.co.id), majalah, hingga aplikasi.

SpeedUp Pad Pro dipasarkan dengan harga Rp2,999.000, sedikit lebih tinggi dibandingkan tablet lokal seperti Tabulet Troy 2 yang Rp2 jutaan atau S Nexian Five A5000 yang sekitar Rp1,8 juta.

Tablet tersebut diluncurkan secara bundling dengan Telkomsel. Menurut Gideon, jumlah pengguna tablet di jaringan Telkomsel saat ini ada sekitar 100 ribu orang.

iPad Tetap Memimpin

Permintaan terhadap tablet secara global ternyata lebih tinggi dari yang diprediksi. IDC memprediksi penjualan tablet secara global tahun ini mencapai 107,4 juta, lebih tinggi dari prediksi sebelumnya yang sekitar 106,1 juta unit.

Pada 2013, jumlah tablet yang akan beredar di seluruh dunia diprediksi bakal membengkak lagi dari perkiraan awal. Dari yang mulanya hanya 137,4 juta menjadi 142,8 juta unit. Sedangkan pada 2016 akan menembus 222,1 juta unit.

”Pemicunya adalah raksasa IT yang merilis banyak produk baru. Misalnya Microsoft dengan OS Windows 8. Selain itu harga tablet juga semakin murah,” ujar Tom Mainelli, analis dari IDC.

IDC juga memprediksi iPad tetap akan dominan dengan 62,5 persen market share, meningkat dari 58,2 persen pada 2011. Sedangkan tablet bersistem operasi Android justru menurun dari 38,7 persen pada 2011 menjadi 36,5 persen tahun ini.

Sedangkan PlayBook keluaran BlackBerry makin tergeser dari 1,7 persen menjadi hanya 1 persen saja. Microsoft Surface dan tablet berbasis Windows 8 yang akan dirilis dalam waktu dekat juga diprediksi akan memberi pengaruh signifikan. ”Saya pikir tablet berbasis Windows tidak selalu akan memakan market share dari Apple dan Android, namun kehadirannya akan membuat jumlah tablet secara global lebih tinggi lagi,” katanya.

Iklan