PT Honda Prospect Motor (HPM) meremajakan ulang MPV 7-seater Honda Freed. Desain eksterior dan interiornya dirubah. Fiturnya ditambah. Sebaliknya, harganya justru dipangkas.

Ternyata karakter pengguna multi-purpose vehicle (MPV) saat ini berbeda dengan, katakan, 10 tahun silam. Presiden Direktur PT HPM Tomoki Uchida mendeskripsikannya dengan Generation Y: yakni keluarga kecil, modern, serta tech literate (akrab dengan teknologi).
”Keluarga generasi baru ini memiliki pemikiran modern dan gaya hidup dinamis,” ujar Uchida disela-sela peluncuran versi facelift dari Honda Freed di Senayan City, Selasa (8/5) silam. ”Mereka menginginkan mobil keluarga yang simpel, stylish, nyaman, punya performa tinggi, namun tetap efisien,” ia menambahkan.

Generation Y inilah yang menjadi target utama dari Honda Freed. Sejak menyapa pasar Indonesia pada 2009, respon terhadap MPV modern ini sangat positif. Freed yang diklaim nyaman dikendarai, berperforma tinggi, serta memiliki utilitas lapang itu terjual hingga 37.128 unit.

Pada Juli 2010 Freed menjalani facelift pertamanya. Antara lain penambahan auto AC controller, spion elektrik otomatis dengan lampu sein, pintu sliding otomatis, serta tailgate spoiler. PT HPM merasa sekarang lah saatnya merombak ulang wajah dan fitur mobil yang dirakit di pabrik Honda di kawasan Karawang, Jawa Barat, agar tetap relevan terhadap kosumennya.

Bukan itu saja, Freed yang sejak Januari hingga Maret silam kehilangan market share karena bencana banjir di Thailand berusaha untuk fight back. Momennya sudah pas: kapasitas produksi pabrik PT HPM saat ini sudah normal atau mencapai 60 ribu unit pertahun. Inilah saatnya bagi PT HPM untuk mendorong penjualan Freed. Dari hanya ratusan (paska pemulihan banjir), menjadi ribuan, dan sekarang ditargetkan mencapai 2.000 unit perbulan (20.000 unit sampai akhir 2012).

PT HPM juga merubah strategi. Harga Freed tipe A dan S diturunkan masing-masing sebesar Rp10 juta. Tipe A yang seharusnya Rp220 juta turun jadi Rp210 juta (on the road). Sedangkan tipe S yang awalnya Rp240,5 juta kini dipasarkan Rp230,5 juta. Hanya tipe E (tertinggi) yang banderol harganya tetap: Rp261 juta.

Menurut Marketing & After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy, penurunan harga ini untuk memperjelas jarak antara tipe A, S, dan E. ”Konsumen bisa memilih tipe A yang terjangkau, tipe S untuk kenyamanan lebih, serta tipe E yang memberi kenikmatan berkendara,” ujar Jonfis.

Lebih Segar
Dalam menyegarkan tampilan Freed, Marketing & After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy menegaskan ada tiga hal yang dijadikan pedoman. Pertama adalah performa, kedua kemewahan, dan ketiga kenyamanan. ”Kami ingin membuat desain Freed lebih emosional. Dengan garis-garis tegas dan tetap dinamis, namun kental dengan sportivitas,” ujarnya.

Total lebih dari 10 ornamen Honda Freed yang disegarkan. Yang paling terasa ada pada eksterior. Grill depan kini dilapis chrome utuh seperti milik Honda City. Desain bumper menjadi lebih tegas dan macho. Perubahan lain ada di reflektor lampu depan yang senada dengan grill, serta desain license garnish dan lampu belakang yang makin lebar.

Pada varian E dan S juga dipasangkan velg baru yang lebih atraktif. Juga kaca penangkal panas yang kini berada di bagian samping dan belakang untuk menjaga kabin tetap sejuk.

Di bagian dalam kabin perubahan pada Freed juga langsung terlihat. Dashboard bertingkat dengan konsep Open Cafe itu berubah warna. Warna silver kini berada di bagian atas. Perbedaan lainnya ada di door lining yang menggunakan bahan fabric bernuansa beige di baris pertama.

Bahan fabric yang lembut itu kini juga melapisi seluruh permukaan kursi untuk menambah kenyamanan. Tapi, kenyamanan yang paling terasa adalah tersedianya armrest di King and Queen Seat di baris kedua (Tipe E dan S) dan bangku penumpang baris pertama. Mulanya armrest di bangku baris kedua tipe E dan S ini hanya ada pada satu sisi saja yang membuat penumpang kurang nyaman dalam menyandarkan tangannya.

Kenyaman lain ada pada pengaturan tinggi rendah kursi pengemudi lewat fitur baru New Seat Height Adjustment. Fitur ini penting untuk membuat pengemudi mendapatkan posisi berkendara terbaik. New Seat Height Adjustment hanya tersedia di tipe E dan S.

Untuk fitur multimedia kini disegarkan dengan hadirnya A/V system baru dengan layar sentuh dan remote control yang dapat memainkan film atau lagu dari DVD, CD atau USB. Head unit ini setipe dengan milik Honda CR-V dan Odyssey, memiliki kompatibilitas dengan iPod dan iPhone dimana pengguna bisa menavigasikan menu pada iPod lewat head unit. Konektifitas Bluetooth juga memungkinkan pengguna menghubungkan ponsel ke head unit lewat bluetooth untuk menerima panggilan telepon.

Perubahan lainnya ada pada desain Multi Layered Meter Cluster yang lebih terang dan diposisikan mudah dilihat, sehingga pengemudi tidak terganggu. Kemudian ada Eco Lamp yang merupakan petunjuk bagi pengemudi untuk menghemat bahan bakar saat berkendara. Eco lamp akan mengukur gaya berkendara pengemudi. Jika lampu berwarna hijau, artinya konsumsi BBM efisien.

”Penambahan armrest di sisi luar bangku baris kedua membuat perjalanan semakin nyaman, sementara fitur ECO Lamp akan memberikan panduan bagi pengemudi untuk mencapai gaya berkendara yang lebih hemat bahan bakar,” ujar Jonfis.

Perubahan fitur ini menambah kenyamanan yang sudah ada pada Freed. Mulai dari tilt steering, tuas perseneling yang menyatu dengan dashboard, pilar A luas dan mini blind spot, walk through cabin, serta theatrical cabin space. Kabin Freed memang fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Kapasitasnya 7 penumpang, tapi masih memberikan ruang kargo dengan kapasitas 142 liter dan 672 liter (jika kursi belakang dilipat).

Untuk mesin i-VTEC 1.5 liter tidak berubah. Mesin ini menghasilkan tenaga sebesar 118 PS dengan torsi maksimal 14,9 kgm / 4800 rpm serta transmisi otomatis 5 percepatan (5 AT).

Iklan